Sibima TnD: Pelatihan Kelas Basic Mining Software oleh Bima Shabartum (Online Class)

Pemberdayaan Insan Pertambangan Melalui Program SiBima Training & Development (TnD) di Bima Shabartum Group

Bima Shabartum Group (BSG) terus mewujudkan komitmennya untuk memberikan kontribusi maksimal dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor pertambangan. Melalui program SiBima Training & Development (TnD), BSG berhasil menyelenggarakan serangkaian kelas pelatihan yang berfokus pada pemahaman dasar-dasar software pertambangan. Salah satu kelas terkini yang diadakan pada bulan September adalah “Basic Mining Software.”

Pentingnya Kemampuan Dasar Software Pertambangan

Bagi seorang mine engineer, kemampuan dasar dalam menggunakan software pertambangan menjadi hal krusial. BSG menyadari bahwa penguasaan software pertambangan, terutama dalam hal perencanaan dan desain tambang (Mine Planning Design), merupakan landasan utama dalam memastikan kesuksesan operasional pertambangan.

Inovasi dalam Pelaksanaan Kelas

Kelas Basic Mining Software diadakan secara daring, memungkinkan partisipasi dari individu di berbagai lokasi. Pemilihan waktu malam untuk kelas ini mencerminkan responsifitas BSG terhadap jadwal kerja para peserta yang banyak di antaranya adalah pegawai tambang.

Sebelum pelaksanaan, trial session diadakan untuk memastikan kelancaran teknis dan memberikan pemahaman awal mengenai materi yang akan dibahas. Akhsan, ketua pelaksana program TnD, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk mengurangi potensi kesalahan teknis dan memastikan kualitas pelaksanaan pelatihan.

Pengajar dari Ahli Industri

Pada kelas Mine Planning Design, BSG menghadirkan Hanif Purnama Gumilar, Section Head Mineplan di PT Putra Perkasa Abadi, sebagai outsource trainer. Keberadaan pengajar dari kalangan praktisi industri menambah nilai pembelajaran dengan membagikan pengalaman langsung dan pengetahuan mendalam.

Antusiasme Peserta

Peserta kelas Mine Planning Design memberikan testimoni positif. Ranty, salah seorang peserta, menyampaikan terima kasihnya kepada Bima Shabartum dan Pak Hanif atas kesabaran dalam menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami. Antusiasme peserta menjadi cermin keberhasilan program TnD ini.

Rencana Pengembangan di Masa Depan

Erik Wijaya, Direktur Utama BSG, menyatakan bahwa BSG berencana untuk terus mengembangkan program TnD. Dengan membuka kelas-kelas seperti GIS, Geomodelling, Mine Surveyor, Schedulling, dan Basic Mining Software, BSG memberikan variasi yang luas untuk pengembangan sumber daya manusia di sektor pertambangan.

Tidak hanya sebatas pada software pertambangan, TnD juga sedang mengembangkan kelas-kelas di luar itu dan merencanakan platform pelatihan untuk mendukung pengembangan karir peserta.

Kesimpulan: BSG, Mitra Pembelajaran dan Pengembangan Karir

Melalui program TnD, Bima Shabartum Group terus menjadi agen perubahan dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor pertambangan. Dengan melibatkan praktisi industri, menyelenggarakan kelas daring yang responsif, dan memberikan variasi pelatihan, BSG membuktikan komitmennya untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada semua insan pertambangan. Kesuksesan kelas-kelas ini menjadi langkah awal menuju masa depan pertambangan yang lebih berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Penulis: Akhsan

Editor: Akhsan

pelatihan software tambang

Pengaruh Bucket Fill Factor dalam Produktivitas Penambangan

Pengaruh Bucket Fill Factor dalam Produktivitas Penambangan

Bucket Fill Factor (Bff) merupakan nilai perbandingan antara besaran volume nyata yang dapat digali dengan volume maksimal secara teoritis yang didapat dari spesifikasi alat gali muat. Singkatnya, penulisan rumus Bff adalah sebagai berikut:

rumus bucket fill factor

Nilai Bff dinyatakan dalam bentu desimal, yang artinya ketika nilai Bff semakin mendekati satu maka semakin baik bagi perhitungan produktivitas penambangan.

Bucket Fill Factor dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti dibawah ini:

  1. Sifat material yang digali, semakin loose material yang digali maka nilai Bff cenderung semakin besar. Artinya volume asli yang dapat digali dalam sekali penggalian, semakin mendekati volume maksimal berdasarkan teori ketika material yang digali memiliki sifat yang loose (tidak kompak)
  2. Fragmentasi material yang digali, fragmen material yang besar akan menciptakan banyak rongga, yang menjadikan volume dalam sekali penggalian semakin kecil. Sehingga nilai bff semakin kecil dan menjadikan produktivitas juga cenderung semakin kecil.
  3. Kecakapan operator, operator yang cakap dalam menggunakan alat gali cenderung memaksimalkan volume bucket semaksimal mungkin hingga bucket mencapai volume maksimalnya. Dalam keadaan tertentu, hal ini dapat meminimalkan frekuensi pemuatan sehingga meningkatkan produktivitas.


Bff dari suatu jenis material biasanya sudah di tetapkan berdasarkan nilai Bff rata-rata dari jenis material yang dimaksud. Misalnya nilai Bff material pasir biasanya diasumsikan sebesar 0.95 dalam setiap perhitungan produktivitas penggalian pasir. Begitu juga dengan nilai Bff dari jenis material lainya, seperti yang terlihat pada tabel berikut:

bucket fill factor

Penulis: Rohmah

Editor: Akhsan

Ini Nih Perbedaan Test CPT dan SPT Jasa Konsultan Tambang dan Lingkungan Terbaik Indonesia

Ini Nih Perbedaan Test CPT dan SPT

Ini Nih Perbedaan Test CPT dan SPT

Pentingnya Pengujian Daya Dukung Tanah dalam Operasi Pertambangan dan Konstruksi

Dalam pengujian untuk mengetahui daya dukung tanah, sebelum operasi pertambangan ataupun sebuah operasi kontruksi dimulai, bisa dilakukan dengan beberapa jenis pengujian. Terdapat dua jenis pengujian daya dukung tanah yang paling sering digunakan yaitu pengujian Standard Penetration Test (SPT) dan Cone Penetration Test (CPT, atau yang biasa kita sebut sebagai sondir). Terdapat perbedaaann prinsip dan kegunaan pada kedua test ini, seperti dijelaskan oleh tabel dibawah ini:

Perbedaan

Cone
Penetration Test (CPT)

 

Standart

Penetration Test (SPT)

Definisi

Metode Pengujian statis dengan
mengunakan alat penetrasi konus tunggal maupun ganda yang ditekan secara
mekanik (hidraulik)

Metode pengujian yang  dilaksanakan bersamaan dengan pengeboran
untuk mengetahui, baik perlawanan dinamik tanah maupun pengambilan contoh
terganggu dengan teknik
penumbukan.

Fungsi

Menentukan lapisan tanah keras atau
tanah sondir dengan cepat

Mengetahui sifat rekayasa geoteknik
tanah bawah permukaan, terutama untuk tanah tanpa kohesi.

Membantu pemantauan perbedaan lapisan
setiap bagian tanah dalam

Mengidentifikasi lapisan tanah yang
merupakan bagian dari fondasi

Mengetahui dengan mudah letak muka air
tanah

 

Mengetahui nilai daya dukung tanah

 

Sangat cocok untuk karakter tanah
lunak atau lempung di wilayah Indonesia

 

Prinsip Kerja

Penetrasi konus ke dalam tanah untuk
mendapatkan nilai perlawanan konus (q), perlawanan geser (fs), angka banding
geser (Rf), dan geseran total tanah (T), dengan interval pembacaan setiap
interval 20 cm dan berhenti sampai tanah keras.

Pengujian dilakukan dengan pemukulan
menggunakan hammer sekaligus menghitung jumlah penetrasi kedalam 15 cm selama
3 kali pengukuran (N0, N1,& N2,total 45 cm), dengan interval kedalaman
antara 1,50 m s.d 2,00 m (lapisan heterogen) dan 4,00 m (homogen).

Kekurangan

1. Hanya digunakan untuk batuan
lempung, tidak dapat menembus kerikil atau lapis pasir yang tebal

1. Hanya diterapkan pada tanah kepasiran
atau kelempungan yang sangat kaku.

2. Kedalaman Penetrasi Terbatas

2. Kegiatan Pengukuran berlangsung
lambat dan mahal

3. Tidak dapat sampel tanah

 

kesimpulan

Demikian perbedaan dari kedua test ini, Bima Shabartum selaku perusahaan konsultan pertambangan mampu mengerjakan kedua pengujian ini jika dibutuhkan. Hingga artikel ini ditulis, Bima Shabartum telah melakukan pengujian terkait lebhi di 10 perusahaan klien.

Penulis: Wahidin

 

Editor: Akhsan

PERAN SOFTWARE TAMBANG PADA TAMBANG NIKEL

Peran Software Tambang Dalam Pertambangan Nikel

PERAN SOFTWARE TAMBANG PADA TAMBANG NIKEL

Menggali Kekuatan Pertambangan Nikel di Indonesia: Peran Vital Software Pertambangan

Industri pertambangan di Indonesia belakangan ini semakin menggeliat, terutama pertambangan nikel di Indonesia bagian timur. Pertumbuhan industri pertambangan nikel ini didukung oleh semakin canggihnya software pertambangan yang digunakan untuk membantu proses pertambangan dari fase perencanaan hingga proses distribusi dan penjualan.

Pendukung pERTAMBANGAN

Software pertambangan mutlak memberikan pengaruh yang sangat besar untuk kemajuan industri pertambangan di Indonesia. Penggunaan software dalam membaca dan menyediakan data dari proses awal pertambangan hingga akhir tambang telah menjadi acuan dasar dalam proses pertambangan itu sendiri.

  1. Peran Software pada fase Modelling

Dalam pertambangan nikel, proses pemodelan ore bijih sangat mempengaruhi keseluruhan proses penambangan setelahnya. Karena itu pemodelan sumberdaya dan cadangan ore harus benar-benar akurat sesuai dengan keadaan aslinya. Proses pemodelan dimulai dari pengeboran geotek untuk pengambilan sample, hingga input data sample dalam software. Software akan secara otomatis menggambarkan secara 3D bagaimana kondisi dan bentuk ore yang akan ditambang. Selain itu software juga bisa melakukan perhitungan volume ore dengan beberapa parameter yang tersedia.

  1. Peran Software pada Pit Optimasi

Pada dasaranya proses pit optimasi adalah usaha untuk memaksimalkan pengambilan material tambang sebanyak-banyaknya dengan tetap memperhatikan keamanan dan nilai ekonomisnya. Dari sekian banyak sumberdaya yang tersedia, akan didapat angka maksimal yang bisa diambil, yang kemudia kita sebut sebagai cadangan. Pada fase ini, dengan memanfaatkan software tambang, kita bisa lebih mudah dalam membuat rancangan yang maksimal demi mendapatkan nilai cadangan sebar-besarnya.

  1. Peran Software pada Mineplan Desain

Untuk merencanakan desain penambangan, perlu melihat beberapa faktor seperti, faktor keamanan, faktor ekonomis dan faktor sosial serta lingkungan. Dengan menggunakan software tambang, kita bisa dengan mudah memasukkan faktor-faktor ini untuk melihat batasan-batasan perencanaan yang maksimal. Membuat desain tambang secara 3D di software juga memudahkan para pekerja tambang untuk merealisasikan rencana penambangan.

  1. Peran Software pada Schedulling Tambang

Penjadwalan proses penambangan akan sangat rumit dan sulit dimengerti oleh pekerja lapangan, mengingat terdapat beberapa shift dalam proses kerja. Dengan adanya software, penjadwalan penambangan cenderung jadi lebih mudah dan terencana dengan lebih rapi dan teratur. Selain itu pembuatan jadwal pekerjaan dalam software juga sudah berjalan secara otomatis, sehingga dapat menghemat waktu perhitungan.

Penulis: Rohmah

Editor: Akhsan

Syarat Mengikuti Lelang WIUP

Syarat Mengikuti Lelang WIUP  

Syarat Mengikuti Lelang WIUP
 

Panduan Lengkap Memahami Prosedur Perizinan Pertambangan Sesuai PP Nomor 96 Tahun 2021

Pemerintah Indonesia melalui PP Nomor 96 Tahun 2021 menetapkan bahwa kepemilikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) hanya dapat diperoleh melalui proses lelang yang diatur secara ketat. Artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon peserta lelang untuk mendapatkan izin pertambangan, serta bagaimana perusahaan dapat meningkatkan peluang mereka dalam memenangkan lelang tersebut.

1. Persyaratan Administratif bagi Peserta Lelang Pertambangan

Untuk berpartisipasi dalam lelang WIUP, calon peserta lelang harus memenuhi beberapa persyaratan administratif. Persyaratan ini bervariasi tergantung pada jenis entitas yang mengajukan permohonan, yaitu badan usaha, koperasi, atau perusahaan perseorangan. Berikut adalah detail persyaratannya:

  • Badan Usaha:

    • Nomor Induk Berusaha (NIB)
    • Profil lengkap badan usaha
    • Susunan pengurus, daftar pemegang saham, dan daftar pemilik manfaat dari badan usaha
  • Koperasi:

    • Nomor Induk Berusaha (NIB)
    • Profil lengkap koperasi
    • Susunan pengurus dan daftar pemilik manfaat dari koperasi
  • Perusahaan Perseorangan:

    • Nomor Induk Berusaha (NIB)
    • Profil lengkap perusahaan perseorangan
    • Susunan pengurus dan daftar pemilik manfaat dari perusahaan perseorangan

2. Persyaratan Teknis dan Lingkungan untuk Lelang Pertambangan

Selain persyaratan administratif, calon peserta lelang juga harus memenuhi persyaratan teknis dan lingkungan. Persyaratan ini mencakup:

  • Pengalaman dalam Bidang Pertambangan: Calon peserta harus memiliki pengalaman dalam bidang pertambangan mineral atau batubara. Bagi perusahaan baru, mereka harus mendapatkan dukungan dari perusahaan lain yang bergerak di bidang pertambangan.

  • Personil Berpengalaman: Memiliki personil yang berpengalaman dalam bidang pertambangan dan/atau geologi dengan minimal pengalaman selama 3 tahun.

  • Kepatuhan Lingkungan: Calon peserta harus menyiapkan surat pernyataan kesanggupan untuk mematuhi peraturan perundang-undangan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

  • RKAB Tahunan: Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahunan selama kegiatan eksplorasi juga harus disiapkan.

3. Persyaratan Finansial dalam Lelang Pertambangan

Aspek finansial merupakan bagian penting dalam proses lelang. Berikut adalah persyaratan finansial yang harus dipenuhi:

  • Laporan Keuangan: Calon peserta harus menyertakan laporan keuangan 3 tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik. Bagi perusahaan baru, diperlukan surat keterangan dari akuntan publik.

  • Surat Keterangan Fiskal: Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan dengan menyertakan surat keterangan fiskal yang relevan.

  • Jaminan Kesungguhan Lelang: Calon peserta harus menempatkan jaminan kesungguhan lelang dalam bentuk uang tunai di bank pemerintah sebesar 10% dari nilai kompensasi data informasi.

  • Pembayaran Penawaran Lelang: Calon peserta harus menyampaikan surat pernyataan kesanggupan untuk membayar nilai penawaran lelang WIUP mineral logam atau WIUP batubara paling lambat 7 hari kerja setelah pengumuman pemenang lelang.

Kesimpulan: Pentingnya Mengikuti Prosedur dan Memenuhi Persyaratan

Mengikuti prosedur yang tepat dan memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah adalah kunci sukses dalam memperoleh izin pertambangan melalui lelang. Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari ahli, peluang untuk memenangkan lelang akan semakin besar.

Untuk membantu Anda dalam proses ini, Bima Shabartum Group hadir sebagai Konsultan Tambang dan Lingkungan Terpercaya. BSG menawarkan layanan lengkap yang mencakup semua aspek teknis, administratif, lingkungan, dan finansial yang diperlukan untuk mengikuti lelang WIUP, serta memastikan kepatuhan terhadap semua peraturan yang berlaku. Dengan dukungan dari Bima Shabartum Group, Anda dapat meningkatkan peluang sukses dalam mendapatkan izin pertambangan yang diinginkan.

Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id

#KonsultanTambang #KonsultanPertambangan #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidup #KonsultanLingkungan #BimaShabartumbimashabartum
#BimaShabartum

Faktor Efisiensi Kerja dalam Produktivitas Pertambangan

Faktor Efisiensi Kerja dalam Produktivitas Pertambangan 

Faktor Efisiensi Kerja dalam Produktivitas Pertambangan

Meningkatkan Produktivitas Pertambangan Melalui Efisiensi Kerja: Panduan Lengkap

Produktivitas dalam industri pertambangan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah efisiensi kerja. Efisiensi kerja mencakup penggunaan alat, pengaturan waktu kerja, dan kemampuan pekerja. Artikel ini akan membahas ketiga aspek tersebut dan bagaimana mereka berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas di sektor pertambangan.

1. Efisiensi Penggunaan Alat dalam Pertambangan

Efisiensi penggunaan alat adalah kunci untuk mencapai produksi yang optimal. Beberapa indikator penting dalam efisiensi alat meliputi:

  • Kesediaan Mekanik (Mechanical Availability): Faktor ini mengukur kesiapan alat untuk bekerja dengan memperhitungkan waktu yang hilang akibat perbaikan dan perawatan mekanis. Kesediaan mekanik yang rendah menandakan kondisi alat yang kurang baik dan tingginya waktu perbaikan.

  • Kesediaan Fisik (Physical Availability): Menunjukkan kesiapan alat untuk beroperasi dengan memperhatikan faktor-faktor eksternal seperti kondisi jalan dan cuaca. Jika kesediaan fisik lebih tinggi dari kesediaan mekanik, artinya alat belum digunakan sesuai kapasitas maksimalnya.

  • Kesediaan Penggunaan (Use Availability): Faktor ini menunjukkan efisiensi penggunaan alat selama waktu kerja yang tersedia ketika alat dalam kondisi baik. Persentase yang rendah menandakan bahwa alat belum dimanfaatkan secara maksimal.

  • Penggunaan Efektif (Effective Utilization): Mengukur seberapa besar persentase waktu kerja yang tersedia digunakan secara efektif untuk produksi. Semakin tinggi angka ini, semakin baik pengelolaan waktu dan alat yang digunakan.

2. Efisiensi Jam Kerja dalam Pertambangan

Jam kerja yang efektif sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertambangan. Beberapa variabel yang mempengaruhi efisiensi jam kerja antara lain:

  • Jadwal Jam Tersedia: Total waktu yang dialokasikan untuk pekerjaan.
  • Jam Kerja: Waktu yang benar-benar digunakan untuk produksi.
  • Jam Maintenance dan Repair Alat: Waktu yang diperlukan untuk perawatan dan perbaikan alat.
  • Jam Standby: Waktu ketika alat seharusnya siap bekerja tetapi tidak bisa digunakan karena berbagai alasan seperti cuaca buruk atau masalah disiplin kerja.

3. Skill dan Kemampuan Pekerja dalam Pertambangan

Kemampuan pekerja, terutama operator alat berat, sangat penting dalam industri pertambangan. Operator alat berat harus memiliki keterampilan dan keahlian khusus untuk mengoperasikan berbagai jenis alat berat seperti Bulldozer, Hydraulic Excavator, Wheel Loader, dan Dump Truck. Selain itu, operator juga bertanggung jawab atas perawatan dan perbaikan alat berat sesuai dengan standar Maintenance & Repair yang berlaku di perusahaan.

Kesimpulan

Efisiensi kerja adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi produktivitas dalam industri pertambangan. Dengan memaksimalkan efisiensi penggunaan alat, pengaturan jam kerja yang optimal, dan peningkatan keterampilan pekerja, perusahaan dapat mencapai hasil produksi yang lebih tinggi dan lebih efisien.

Untuk memastikan efisiensi kerja yang optimal di tambang Anda, Bima Shabartum Group hadir sebagai Konsultan Tambang dan Lingkungan Terpercaya. BSG siap membantu Anda dalam pengelolaan alat, pengaturan waktu kerja, serta peningkatan keterampilan pekerja, sehingga produktivitas pertambangan Anda dapat meningkat secara signifikan.

Penulis: Rohmah
Editor: Akhsan

 


Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id

#KonsultanTambang #KonsultanPertambangan #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidup #KonsultanLingkungan #BimaShabartumbimashabartum
#BimaShabartum

Ini 5 Resiko yang Akan Anda Hadapi Ketika Berkarir di Tambang

Ini 5 Resiko yang Akan Anda Hadapi Ketika Berkarir di Tambang

Ini 5 Resiko yang Akan Anda Hadapi Ketika Berkarir di Tambang

5 Risiko Utama Bekerja di Sektor Pertambangan: Apa yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Memutuskan Berkarir di Industri Ini

Bekerja di sektor pertambangan menawarkan peluang karir yang menjanjikan dengan gaji tinggi dan prospek yang menarik. Namun, di balik imbalan tersebut, terdapat berbagai risiko yang perlu dipertimbangkan. Artikel ini akan mengulas lima risiko utama yang dihadapi pekerja di sektor pertambangan, memberikan wawasan yang penting sebelum memutuskan untuk berkarir di bidang ini. Di akhir artikel, kami akan merekomendasikan Bima Shabartum Group sebagai konsultan tambang dan lingkungan terpercaya.

1. Berkurangnya Waktu dengan Keluarga

Salah satu tantangan utama bekerja di sektor pertambangan adalah berkurangnya waktu bersama keluarga. Pekerja di lapangan, terutama di proyek besar seperti migas lepas pantai, sering kali harus berada di lokasi kerja selama berbulan-bulan. Misalnya, engineer di proyek migas lepas pantai harus tinggal di anjungan atau rig tanpa bisa pulang ke rumah kecuali saat cuti. Ini berarti waktu bersama keluarga menjadi sangat terbatas.

2. Risiko Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja adalah risiko signifikan bagi pekerja pertambangan. Berita tentang kecelakaan seperti meledaknya sumur minyak atau kebocoran pipa gas yang menyebabkan kebakaran sering kali menghiasi media. Untuk mengurangi risiko, perusahaan tambang biasanya menerapkan aturan keselamatan kerja yang ketat, termasuk penggunaan atribut keselamatan seperti helm dan pelindung lainnya.

3. Paparan Gas dan Zat Kimia Berbahaya

Pekerja di sektor pertambangan, terutama di sektor migas, berisiko terpapar gas dan zat kimia berbahaya. Gas seperti hidrogen sulfida (H2S) yang ditemukan di sumur minyak dapat berbahaya dan mengancam saluran pernapasan. Oleh karena itu, perlindungan dan pemantauan lingkungan kerja sangat penting untuk mencegah paparan zat berbahaya.

4. Risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Meskipun sektor pertambangan menawarkan gaji yang tinggi, PHK tetap menjadi risiko yang harus diwaspadai. PHK biasanya terjadi ketika perusahaan menghadapi penurunan harga komoditas tambang atau krisis ekonomi. Misalnya, penurunan harga minyak atau batu bara dapat memaksa perusahaan untuk mengurangi jumlah karyawan untuk efisiensi biaya.

5. Risiko Penyakit Kronis

Penyakit kronis adalah risiko kesehatan yang signifikan bagi pekerja pertambangan. Salah satu contohnya adalah pneumoconiosis, atau penyakit paru-paru akibat penumpukan debu batu bara. Gejala penyakit ini termasuk sesak napas dan batuk, dan dapat mengganggu kualitas hidup pekerja secara serius. Perlindungan pernapasan dan pemantauan kesehatan rutin sangat penting untuk mengurangi risiko penyakit ini.

Rekomendasi

Mempertimbangkan risiko-risiko tersebut, penting bagi calon pekerja di sektor pertambangan untuk mendapatkan informasi yang akurat dan nasihat profesional. Bima Shabartum Group dapat memberikan bantuan dan konsultasi terkait keselamatan dan kesehatan kerja di industri pertambangan. Dengan pengalaman dan keahlian dalam bidang ini, Bima Shabartum Group dapat membantu memastikan bahwa semua aspek keselamatan dan lingkungan kerja diatur dengan baik.

Hubungi Bima Shabartum Group untuk konsultasi dan solusi terbaik dalam pengelolaan risiko dan keselamatan di sektor pertambangan.

 

Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id

#KonsultanTambang #KonsultanPertambangan #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidup #KonsultanLingkungan #BimaShabartumbimashabartum
#BimaShabartum

sibima training and development review mine plan design class 2022

Sibima TnD: Pelaksanaan Pelatihan Kelas Mineplan Design oleh Bima Shabartum (Online Class)

sibima training and development review mine plan design class 2022

Pelatihan Mine Planning Design oleh Bima Shabartum Group: Kembangkan Kemampuan Anda dalam Desain Penambangan

Bima Shabartum Group (BSG) melalui program SiBima Training & Development (TnD) baru-baru ini mengadakan pelatihan Mine Planning Design, sebuah kesempatan emas untuk mengasah keterampilan dalam desain awal penambangan dan perhitungan cadangan. Pelatihan ini penting bagi para profesional di sektor pertambangan yang ingin meningkatkan produktivitas dan efektivitas penambangan mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai pelatihan ini, manfaatnya, serta rencana pengembangan program TnD di masa depan.

Apa Itu Mine Planning Design?

Mine Planning Design adalah proses krusial dalam industri pertambangan yang mencakup perencanaan awal penambangan dan perhitungan cadangan. Kemampuan ini melibatkan perencanaan terperinci dari awal proyek hingga tahap penambangan, termasuk penyusunan jadwal, perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang. Kemampuan ini sangat penting karena secara langsung mempengaruhi produktivitas dan efisiensi operasional tambang.

Detail Pelatihan Mine Planning Design oleh BSG

BSG menyelenggarakan pelatihan Mine Planning Design secara online pada tanggal 25 Juni dan 2 Juli 2022, dari pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Pelatihan ini diadakan pada malam hari untuk menyesuaikan dengan jadwal peserta yang sebagian besar sudah bekerja di sektor pertambangan. Sebelum pelatihan utama, peserta diwajibkan mengikuti trial session pada 24 Mei 2022 untuk mengurangi kesalahan teknis dan memastikan pelatihan berjalan lancar.

Materi dan Pengajaran

Pelatihan ini menghadirkan Bapak Hanif Purnama Gumilar, Section Head Mineplan di PT Putra Perkasa Abadi, sebagai narasumber. Peserta mendapatkan materi mendalam tentang desain penambangan dengan penjelasan yang mudah dipahami. Salah satu peserta, Ranty, menyampaikan apresiasi atas metode pengajaran yang sabar dan jelas dari Bapak Hanif, yang membantu mengatasi berbagai kendala teknis.

Rencana Pengembangan Program TnD BSG

BSG berkomitmen untuk terus mengembangkan program pelatihan melalui SiBima Training & Development. Pada paruh kedua tahun ini, BSG berencana mengadakan kelas pelatihan bulanan yang meliputi:

  1. Kelas GIS
  2. Kelas Basic Mining Software
  3. Kelas Geomodelling
  4. Kelas Mineplanning Design
  5. Kelas Mine Surveyor
  6. Kelas Scheduling

Selain itu, BSG juga sedang mengembangkan kelas di luar software pertambangan untuk mendukung berbagai karir di industri pertambangan.

Kesimpulan

Pelatihan Mine Planning Design oleh BSG merupakan kesempatan berharga untuk meningkatkan kemampuan dalam desain dan perencanaan penambangan. Dengan dukungan dari narasumber berpengalaman dan materi pelatihan yang komprehensif, peserta dapat memaksimalkan potensi mereka di industri pertambangan.

Bima Shabartum Group terus berkomitmen untuk menyediakan pelatihan berkualitas tinggi dan dukungan profesional untuk semua insan pertambangan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan dan layanan konsultasi, hubungi Bima Shabartum Group sebagai Konsultan Tambang dan Lingkungan Terpercaya.

Penulis: Akhsan
Editor: Akhsan

 

Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id

#KonsultanTambang #KonsultanPertambangan #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidup #KonsultanLingkungan #BimaShabartumbimashabartum
#BimaShabartum

Bagaimana Alat Produksi mempengaruhi Produktivitas Penambangan

Faktor Alat dalam Produktivitas Penambangan

Bagaimana Alat Produksi mempengaruhi Produktivitas Penambangan

Pengaruh Alat Produksi terhadap Produktivitas Pertambangan: Faktor Utama yang Perlu Diperhatikan

Dalam industri pertambangan, alat produksi memainkan peran krusial dalam menentukan tingkat produktivitas. Selain faktor material dan efisiensi, alat produksi adalah salah satu faktor utama yang dapat dimodifikasi dan dioptimalkan untuk mencapai hasil maksimal. Artikel ini akan membahas bagaimana alat produksi mempengaruhi produktivitas pertambangan dan faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk memaksimalkan efektivitasnya.

1. Cycle Time Alat

Cycle time adalah waktu yang dibutuhkan oleh alat produksi untuk menyelesaikan satu siklus pekerjaannya. Meminimalkan cycle time alat dapat secara langsung meningkatkan produktivitas. Berikut adalah aspek-aspek penting dari cycle time alat:

a. Cycle Time Alat Gali Muat

  • Waktu Menggali (Digging Time): Waktu yang dibutuhkan alat muat untuk menggali dan mengisi bucket dengan material. Waktu ini dipengaruhi oleh kekerasan material (fragmentasi).

  • Waktu Berputar (Swing Time): Waktu yang diperlukan bucket untuk berputar dalam keadaan penuh dan kosong. Faktor ini dipengaruhi oleh sudut antara alat gali muat dan alat angkut.

  • Waktu Muat (Loading Time): Waktu yang diperlukan untuk menumpahkan material dari bucket ke dump truck hingga bucket siap untuk berputar kembali. Waktu ini juga dipengaruhi oleh fragmentasi material.

b. Cycle Time Alat Angkut

  • Waktu Muat (Loading Time): Cycle time alat gali muat selama memasukkan material ke alat angkut.

  • Waktu Mengangkut Muatan: Waktu yang dibutuhkan alat angkut untuk membawa material ke tempat penimbunan, dipengaruhi oleh jarak angkut, grade jalan, tahanan gulir, daya cengkeram roda, dan kecepatan alat.

  • Waktu Berputar (Manuver Time): Waktu yang dibutuhkan alat angkut untuk melakukan persiapan pembongkaran dan pemuatan kembali.

  • Waktu Pembongkaran (Dumping Time): Waktu yang diperlukan untuk membongkar material di tempat penimbunan.

  • Waktu Kembali Kosong: Waktu yang diperlukan alat angkut untuk kembali ke area penggalian dan siap melakukan pemuatan kembali.

2. Match Factor

Match Factor adalah ukuran keserasian antara alat gali muat dan alat angkut dalam satu armada. Faktor ini mempengaruhi efektivitas operasional dan produktivitas keseluruhan. Formula dasar untuk menghitung Match Factor adalah:

  • MF < 1: Alat muat menunggu, sementara alat angkut bekerja penuh.
  • MF = 1: Kedua alat bekerja secara serasi, tanpa ada yang menunggu.
  • MF > 1: Alat angkut menunggu, sementara alat muat bekerja penuh.

3. Spesifikasi/Kapasitas Alat

Spesifikasi alat mencakup kapasitas maksimal yang dapat dilakukan alat untuk menyelesaikan pekerjaan. Pemilihan alat yang sesuai dengan kondisi kerja dan target produksi sangat penting. Faktor-faktor berikut perlu dipertimbangkan:

  • Ukuran Bucket atau Vessel: Memengaruhi jumlah material yang dapat diangkut dalam satu siklus.

  • Kapasitas Alat: Harus sesuai dengan luas front kerja dan target produksi.

  • Kondisi Kerja: Pemilihan alat harus disesuaikan dengan material yang akan ditambang dan kondisi operasional di lapangan.

Kesimpulan

Optimalisasi alat produksi merupakan kunci untuk meningkatkan produktivitas di sektor pertambangan. Dengan memperhatikan cycle time alat, match factor, dan spesifikasi alat, Anda dapat memaksimalkan efisiensi dan hasil produksi pertambangan. Untuk bimbingan lebih lanjut dalam mengelola dan mengoptimalkan alat produksi pertambangan, Bima Shabartum Group adalah pilihan yang tepat. Sebagai Konsultan Tambang dan Lingkungan Terpercaya, BSG menawarkan layanan konsultasi dan pelatihan untuk membantu Anda mencapai produktivitas optimal di industri pertambangan.

Penulis: Rohmah
Editor: Akhsan

 


Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id

#KonsultanTambang #KonsultanPertambangan #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidup #KonsultanLingkungan #BimaShabartumbimashabartum
#BimaShabartum

TAHAPAN PERIZINAN TAMBANG WIUP IUP

INILAH DAFTAR URUTAN MENGURUS IZIN PERTAMBANGAN HINGGA IZIN PRODUKSI

Tata Cara Pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan Mineral Logam atau Wilayah Izin Usaha Pertambangan Batubara

TAHAPAN PERIZINAN TAMBANG WIUP IUP
 

Panduan Lengkap Mendapatkan Izin Usaha Pertambangan di Indonesia: Persyaratan dan Prosedur Terbaru

Izin Usaha Pertambangan (IUP) adalah dokumen krusial yang diperlukan untuk melakukan kegiatan pertambangan di Indonesia. Berdasarkan peraturan terbaru, proses perolehan IUP untuk Mineral Logam dan Batubara kini dilakukan melalui lelang. Artikel ini menjelaskan persyaratan dan prosedur yang harus dipenuhi untuk mendapatkan IUP, baik pada tahap eksplorasi maupun tahap operasi produksi.

Persyaratan untuk Mengikuti Lelang WIUP

Untuk mengikuti lelang Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Mineral Logam atau Batubara, calon peserta harus memenuhi beberapa persyaratan administratif, teknis, lingkungan, dan finansial, sebagai berikut:

1. Persyaratan Administratif

  • Nomor Induk Berusaha: Identifikasi resmi badan usaha.
  • Profil Badan Usaha: Informasi lengkap tentang badan usaha yang berpartisipasi.
  • Susunan Pengurus dan Daftar Pemegang Saham: Daftar pengurus, pemilik manfaat, dan pemegang saham badan usaha, koperasi, atau perusahaan perseorangan.

2. Persyaratan Teknis dan Pengelolaan Lingkungan

  • Pengalaman di Bidang Pertambangan: Calon peserta harus memiliki pengalaman di bidang pertambangan mineral atau batubara atau didukung oleh perusahaan pertambangan lain.
  • Personil Berpengalaman: Memiliki personil dengan pengalaman minimal 3 tahun di bidang pertambangan dan/atau geologi.
  • Surat Pernyataan Lingkungan: Kesanggupan untuk mematuhi peraturan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
  • RKAB Tahunan: Rencana Kerja dan Anggaran Biaya tahunan selama eksplorasi.

3. Persyaratan Finansial

  • Laporan Keuangan: Tiga tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik atau surat keterangan bagi perusahaan baru.
  • Surat Keterangan Fiskal: Sesuai dengan peraturan perpajakan.
  • Jaminan Kesungguhan Lelang: Uang tunai di bank pemerintah sebesar 10% dari nilai kompensasi data informasi.
  • Surat Pernyataan Pembayaran: Kesanggupan membayar nilai penawaran lelang dalam waktu 7 hari setelah pengumuman pemenang.

Tata Cara dan Persyaratan Izin Usaha Pertambangan (IUP)

IUP terdiri dari dua tahap kegiatan: eksplorasi dan operasi produksi. Berikut adalah detail untuk masing-masing tahap:

1. Tahap Eksplorasi

  • Kegiatan: Meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi kelayakan.
  • Persyaratan Administratif: Surat permohonan, nomor induk berusaha, dan daftar pemegang saham serta pemilik manfaat.
  • Persyaratan Teknis: Surat pernyataan dari ahli pertambangan atau geologi yang berpengalaman minimal 3 tahun.
  • Persyaratan Lingkungan: Surat pernyataan kesanggupan mematuhi peraturan perlindungan dan pengelolaan lingkungan.
  • Persyaratan Finansial: Bukti jaminan kesungguhan dan pembayaran kompensasi data hasil lelang.

2. Tahap Operasi Produksi

  • Kegiatan: Meliputi konstruksi, penambangan, pengolahan/pemurnian, pengembangan, pemanfaatan, serta pengangkutan dan penjualan.
  • Persyaratan Administratif: Surat permohonan peningkatan tahap kegiatan, nomor induk berusaha, dan daftar pemegang saham.
  • Persyaratan Teknis: Peta usulan WIUP, laporan eksplorasi, dan laporan studi kelayakan.
  • Persyaratan Lingkungan: Dokumen lingkungan hidup, persetujuan lingkungan, dan rencana reklamasi.
  • Persyaratan Finansial: Laporan keuangan, surat keterangan fiskal, dan bukti pelunasan iuran tetap.

Kesimpulan

Mendapatkan Izin Usaha Pertambangan di Indonesia memerlukan pemenuhan berbagai persyaratan administratif, teknis, lingkungan, dan finansial. Proses lelang untuk WIUP Mineral Logam dan Batubara memastikan bahwa hanya perusahaan yang memenuhi kriteria yang dapat memperoleh izin. Untuk memastikan Anda mematuhi semua peraturan dan mendapatkan IUP dengan lancar, Bima Shabartum Group adalah pilihan yang tepat. Sebagai Konsultan Tambang dan Lingkungan Terpercaya, BSG menawarkan bimbingan dan dukungan dalam seluruh proses perizinan pertambangan, dari pendaftaran lelang hingga kepatuhan terhadap peraturan lingkungan.

Penulis: Rohmah
Editor: Akhsan

 


Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id

#KonsultanTambang #KonsultanPertambangan #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidup #KonsultanLingkungan #BimaShabartumbimashabartum
#BimaShabartum