Syarat Peningkatan IUP Produksi (PP No. 96 2021)

Syarat Peningkatan IUP Produksi (PP No. 96 2021)

Syarat Peningkatan IUP Produksi (PP No. 96 2021)

Syarat Peningkatan IUP Produksi (PP No. 96 2021)

Pemegang IUP tahap kegiatan Eksplorasi dapat melakukan tahap kegiatan Operasi Produksi setelah mendapatkan persetujuan permohonan peningkatan tahap kegiatan Operasi Produksi dari Menteri, dengan syarat sebagai berikut:

a.       Administratif, dilaksanakan terintegrasi secara elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

b.       Teknis, syarat teknis minimal meliputi:

1.       Peta usulan WIUP tahap kegiatan Operasi Produksi yang dilengkapi dengan koordinat berupa garis lintang dan garis bujur sesuai dengan sistem informasi geografis yang berlaku secara nasional,

2.       Laporan lengkap tahap kegiatan Eksplorasi, dan

3.       Laporan Studi Kelayakan yang telah disetujui oleh Menteri.

c.       Lingkungan, yang minimal meliputi:

1.    dokumen lingkungan hidup dan persetujuan lingkungan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan

2.    dokumen rencana Reklamasi dan rencana Pascatambang.

d.       Finansial, minimal meliputi:

1.       laporan keuangan 3 (tiga) tahun terakhir yang telah di audit oleh akuntan publik,

2.       surat keterangan fiskal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan: dan

3.       bukti pelunasan iuran tetap tahap kegiatan Eksplorasi tahun terakhir.

Permohonan peningkatan tahap kegiatan Operasi Produksi, disampaikan kepada Menteri paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sebelum jangka waktu tahap kegiatan Eksplorasi berakhir. Menteri memberikan persetujuan  permohonan peningkatan tahap kegiatan Operasi Produksi dalam jangka waktu paling lambat sebelum tahap kegiatan Eksplorasi berakhir. Menteri dapat menolak permohonan peningkatan tahap kegiatan Operasi Produksi dalam hal berdasarkan hasil evaluasi, pemegang IUP tahap kegiatan Eksplorasi tidak memenuhi persyaratan  Penolakan harus disampaikan kepada pemegang IUP dalam jangka waktu paling lambat sebelum tahap kegiatan Eksplorasi berakhir.

 

Penulis: Reno

 

Editor: Akhsan

5 Merk Alat Survey Terbaik di Indonesia Jasa Konsultan Tambang dan Lingkungan Terbaik Indonesia

5 Merk Alat Survey Terbaik di Indonesia

5 Merk Alat Survey Terbaik di Indonesia

Berdasarakan hasil riset internal, kami menemukan dan mengumpulkan data dari beberapa merk alat survey yang biasa digunakan untuk melihat merk dengan performa terbaik yang ada di Indonesia. Kami dapati bahwa berikut adalah 5 merk alat survei terbaik di Indonesia:

1.      CHCNAV

Merk ini termasuk pendatang baru di Indonesia, merk yang berasal dari negeri Panda ini menawarkan fitur dan spesifikasi yang tidak kalah dengan merk-merk lain yang telah lebih dulu memasuki pasar di Indonesia, namun ditawarakan dengan harga yang lebih nyaman di kantong.

2.      TRIMBLE

Merk yang berasal dari negeri Paman Sam ini memang sudah tidak bisa diragukan lagi kemampuanya dalam membantu pekerjaan survey, baik di industri pertambangan maupun kontruksi.

3.      COMNAV

Alat survey merk COMNAV merupakan salah satu merk yang sudah cukup lama di pasaran Indonesia, merk ini identik dengan penggunaanya dan transfer datanya yang lebh simple dibandingkan dengan beberapa kompetitor utamanya.

4.      HI-TARGET

Salah satu merk yang juga berasal dari negeri Panda ini sudah sangat umum digunakan di industri pemetaan dan pengukuran wilayah. Hi-Target termasuk prodak survey yag cukup mudah digunakan dengan harga yang terjangkau.

5.      TOPCORN

 

Produk alat survey dengan teknologi dari negeri Matahari terbit ini memiliki keunggulan yang mumpuni dalam hal pengukuran. Kekuatan bahan dan resistensi yang dimiliki alat dan pengkuran yang akurat menjadi nilai yang tidak bisa lepas dari merk dari Jepang ini.

SiBima Edu: Pengaruh Ground Pressure Terhadap Produktivitas

SiBima Edu: Pengaruh Ground Pressure Terhadap Produktivitas

SiBima Edu: Pengaruh Ground Pressure Terhadap Produktivitas

Peranan Ground Pressure dan Daya Dukung Tanah dalam Proses Pertambangan

1. Pendahuluan: Definisi Ground Pressure dan Daya Dukung Tanah

Ground pressure dan daya dukung tanah merupakan parameter kritis dalam operasi pertambangan. Ground pressure merujuk pada tekanan yang diberikan oleh alat berat atau benda pada material tanah. Sementara itu, daya dukung tanah adalah nilai tekanan balik yang diberikan tanah pada beban yang diterimanya. Artikel ini akan membahas pentingnya pemahaman kedua parameter ini dalam konteks pertambangan.

2. Satuan dan Idealnya Daya Dukung Tanah

Kedua parameter ini diukur dalam satuan pascal, kg/cm2, atau lb/ft2. Idealnya, nilai daya dukung tanah harus lebih besar dari ground pressure yang dimiliki alat berat. Nilai ground pressure dapat ditemukan dalam spesifikasi alat pada buku manual perusahaan produsen. Jika daya dukung tanah lebih kecil, perlu dilakukan proses pengerasan atau perawatan untuk meningkatkan nilai tersebut.

3. Pentingnya Keselarasan Nilai: Pengaruh Ground Pressure pada Alat Berat

Keseimbangan antara daya dukung tanah dan ground pressure penting untuk optimalnya kinerja alat berat. Jika daya dukung tanah kurang dari ground pressure, alat bisa mengalami masalah seperti kecepatan pergerakan yang berkurang atau risiko amblas. Diperlukan pemahaman menyeluruh terhadap nilai-nilai ini untuk menjaga efisiensi operasional.

4. Metode Pengujian Daya Dukung Tanah: CPT dan SPT

Untuk menentukan nilai daya dukung tanah, beberapa metode pengujian dapat dilakukan, termasuk Cone Penetration Test (CPT) dan Standard Penetration Test (SPT). Kedua metode ini memberikan informasi yang berharga tentang kemampuan tanah dalam mendukung beban tertentu, memandu keputusan dalam proses pertambangan.

5. Hubungan dengan Produktivitas Pertambangan: Daya Dukung Tanah dan Kekerasan Material

Dalam konteks produktivitas pertambangan, daya dukung tanah berhubungan langsung dengan kekerasan material. Semakin tinggi kekerasan material, semakin lambat kecepatan penggalian. Namun, nilai daya dukung tanah dan kekerasan yang optimal mendukung pergerakan alat berat, terutama alat angkut.

6. Penyesuaian Ground Pressure dan Pemilihan Alat Berat

Penyesuaian nilai ground pressure dapat mempengaruhi pemilihan alat berat yang sesuai. Alat berat yang lebih besar cenderung memiliki nilai ground pressure yang lebih tinggi. Contohnya, pertambangan di Sumatera menggunakan alat berat kecil seperti PC 400, sementara di Kalimantan alat berat berukuran besar seperti PC 2000 umumnya digunakan. Ini berkaitan dengan perbedaan nilai daya dukung tanah antara kedua wilayah tersebut.

7. Kesimpulan: Pentingnya Pemahaman Nilai-Nilai Kritis

Dalam mengelola operasi pertambangan, pemahaman mendalam terhadap ground pressure dan daya dukung tanah menjadi kritis. Keselarasan nilai-nilai ini memastikan efisiensi operasional, mencegah masalah teknis, dan mendukung keberhasilan proyek pertambangan secara keseluruhan. Dengan pemahaman yang matang, industri pertambangan dapat mencapai produktivitas yang optimal.

Dalam formulanya, nilai tekan alat berat (ground pressure) ditulis sebagai berikut:

Keterangan:

P = Nilai Tekan / Ground Pressure

F = Berat Alat

A = Luas Permukaan, luasan yang menyentuh tanah

Sedangkan nilai daya dukung tanah didapat dari hasil pengujian CPT atau SPT.

Penulis: Januar

Editor: Akhsan

Densitas atau yang biasa kita sebut seagai berat jenis, merupakan nilai perbandingan berat suatu material terhadap volumenya. Nilai densitas material yang ditambang memiliki banyak pengaruh pada proses pertambangan. Seperti perhitungan penjualan batubara, penentuan alat angkut, penentuan metode pengolahan dan juga mempengaruhi kualitas batubara.

Seberapa Besar Pengaruh Densitas dalam Industri Pertambangan?

Densitas atau yang biasa kita sebut seagai berat jenis, merupakan nilai perbandingan berat suatu material terhadap volumenya. Nilai densitas material yang ditambang memiliki banyak pengaruh pada proses pertambangan. Seperti perhitungan penjualan batubara, penentuan alat angkut, penentuan metode pengolahan dan juga mempengaruhi kualitas batubara.

Densitas atau yang biasa kita sebut seagai berat jenis, merupakan nilai perbandingan berat suatu material terhadap volumenya. Nilai densitas material yang ditambang memiliki banyak pengaruh pada proses pertambangan. Seperti perhitungan penjualan batubara, penentuan alat angkut, penentuan metode pengolahan dan juga mempengaruhi kualitas batubara. Tentu terdapat beberapa pengaruh lain dari besaran densitas pada industri pertambangan, mengingat industri pertambangan juga sangat luas namun pada artikel ini kita akan fokus pada 5 hal yang dipengaruhi oleh densitas, yaitu:

1.       Perhitungan Penjualan Batubara

Dalam insdustri batubara, penjualan dihitung dengan satuan berat (tonase) sementara perhitungan stok batubara dihitung dalam satuan volume (BCM). Sehingga Nilai densitas material batubara yang dijual, sangat mempengaruhi perhitungan stok tersedia dalam satuan berat. Hal inilah yang menjadikan nilai densitas dimasukkan dalam rumus umum perhitungan produktivitas pertambangan batubara. Semakin besar nilai densitas batubara yang ditmabang, maka akan semakin besar nilai produktivitasnya.

 

2.       Penentuan Alat Angkut

Dalam hal pengangkutan material tambang, nilai densitas material yang diangkut mempengaruhi pemilihan alat angkut yang digunakan. Alat angkut yang digunakan harus memiliki payload index yang sesuai, dimana semakin besar nilai densitas material maka semakin sedikit volume material yang bisa diangkut dalam satu trip pengangkutan. Hal ini tentunya akan mempengaruhi perhitungan produktivitas pengangkutan material.

 

3.       Penentuan Metode Pengolahan Pada Mineral Logam

Pada pengolahan mineral logam, nilai densitas mempengaruhi pemilihan metode dan kapasitas alat pengolahan yang akan digunakan. Pengolahan mineral logam tertentu mengandalkan berat jenis sebagai metode pengolahannya.

 

4.       Perhitungan Nilai Kalori Batubara

Kualitas batubara yang ditambang juga dipengaruhi oleh nilai densitasnya. Besaran densitas berbanding lurus terhadap nilai moisture dan nilai ash batubara, namun berbanding terbalik terhadap nilai kalori. Jadi, semakin besar nilai densitas batubara, maka kandungan moisture dan ash cenderung semakin besar pula. Sehingga nilai kalori batubara tersebut cenderung semakin kecil seiring semakin besar nilai moisture dan ash.

 

Penulis: Reno

Editor: Akhsan

Ini Nih Perbedaan Test CPT dan SPT Jasa Konsultan Tambang dan Lingkungan Terbaik Indonesia

Ini Nih Perbedaan Test CPT dan SPT

Ini Nih Perbedaan Test CPT dan SPT

Pentingnya Pengujian Daya Dukung Tanah dalam Operasi Pertambangan dan Konstruksi

Dalam pengujian untuk mengetahui daya dukung tanah, sebelum operasi pertambangan ataupun sebuah operasi kontruksi dimulai, bisa dilakukan dengan beberapa jenis pengujian. Terdapat dua jenis pengujian daya dukung tanah yang paling sering digunakan yaitu pengujian Standard Penetration Test (SPT) dan Cone Penetration Test (CPT, atau yang biasa kita sebut sebagai sondir). Terdapat perbedaaann prinsip dan kegunaan pada kedua test ini, seperti dijelaskan oleh tabel dibawah ini:

Perbedaan

Cone
Penetration Test (CPT)

 

Standart

Penetration Test (SPT)

Definisi

Metode Pengujian statis dengan
mengunakan alat penetrasi konus tunggal maupun ganda yang ditekan secara
mekanik (hidraulik)

Metode pengujian yang  dilaksanakan bersamaan dengan pengeboran
untuk mengetahui, baik perlawanan dinamik tanah maupun pengambilan contoh
terganggu dengan teknik
penumbukan.

Fungsi

Menentukan lapisan tanah keras atau
tanah sondir dengan cepat

Mengetahui sifat rekayasa geoteknik
tanah bawah permukaan, terutama untuk tanah tanpa kohesi.

Membantu pemantauan perbedaan lapisan
setiap bagian tanah dalam

Mengidentifikasi lapisan tanah yang
merupakan bagian dari fondasi

Mengetahui dengan mudah letak muka air
tanah

 

Mengetahui nilai daya dukung tanah

 

Sangat cocok untuk karakter tanah
lunak atau lempung di wilayah Indonesia

 

Prinsip Kerja

Penetrasi konus ke dalam tanah untuk
mendapatkan nilai perlawanan konus (q), perlawanan geser (fs), angka banding
geser (Rf), dan geseran total tanah (T), dengan interval pembacaan setiap
interval 20 cm dan berhenti sampai tanah keras.

Pengujian dilakukan dengan pemukulan
menggunakan hammer sekaligus menghitung jumlah penetrasi kedalam 15 cm selama
3 kali pengukuran (N0, N1,& N2,total 45 cm), dengan interval kedalaman
antara 1,50 m s.d 2,00 m (lapisan heterogen) dan 4,00 m (homogen).

Kekurangan

1. Hanya digunakan untuk batuan
lempung, tidak dapat menembus kerikil atau lapis pasir yang tebal

1. Hanya diterapkan pada tanah kepasiran
atau kelempungan yang sangat kaku.

2. Kedalaman Penetrasi Terbatas

2. Kegiatan Pengukuran berlangsung
lambat dan mahal

3. Tidak dapat sampel tanah

 

kesimpulan

Demikian perbedaan dari kedua test ini, Bima Shabartum selaku perusahaan konsultan pertambangan mampu mengerjakan kedua pengujian ini jika dibutuhkan. Hingga artikel ini ditulis, Bima Shabartum telah melakukan pengujian terkait lebhi di 10 perusahaan klien.

Penulis: Wahidin

 

Editor: Akhsan

Kami dapati bahwa berikut adalah 9 Perusahaan jasa pertambangan terbaik di Indonesia:

9 Perusahaan Jasa Pertambangan Terbaik di Indonesia

Kami dapati bahwa berikut adalah 9 Perusahaan jasa pertambangan terbaik di Indonesia:

Konsultan Pertambangan Terbaik di Indonesia: Daftar 9 Perusahaan Unggul

1. PT SMG Consultants Indonesia: Konsultan Internasional dengan Layanan Komprehensif

PT SMG Consultants Indonesia, berbasis di Jakarta, menduduki peringkat pertama sebagai konsultan pertambangan terbaik. Merupakan kantor konsultan internasional dengan markas pusat di Singapura, PT SMG menawarkan layanan geological services, optimasi tambang, due diligence (JORC), dan berbagai jasa pertambangan lainnya.

2. Britmindo Indonesia: Konsultan dengan Keahlian Geoteknik dan JORC Report

Berdomisili di Jakarta Selatan, Britmindo Indonesia menonjol sebagai konsultan pertambangan dengan keahlian dalam geoteknik, pembuatan JORC dan KCMI report, GIS service, eksplorasi, dan layanan lainnya.

3. PT Tura Consulting: Ahli dalam Resource Modelling dan Feasibility Study

PT Tura Consulting, berbasis di Jakarta Selatan, menempati peringkat ketiga dengan keahlian dalam resource modelling, feasibility study, eksplorasi, estimasi reserve, dan berbagai layanan pertambangan.

4. PT New Resource Mine Consulting: Jasa Geological Services dan Manajemen Tambang

PT New Resource Mine Consulting, berlokasi di Jakarta Selatan, menawarkan layanan JORC Report, geological services, manajemen tambang, dan berbagai layanan pertambangan lainnya.

5. PT Greenland Resource: Konsultan dengan Fokus pada Eksplorasi dan Reklamasi

PT Greenland Resource, berdomisili di Jakarta Selatan, mengkhususkan diri dalam eksplorasi, estimasi resource, estimasi reserve, feasibility study, dan reklamasi pertambangan.

6. PT Quantus Consultants Indonesia: Expertise dalam Eksplorasi dan Manajemen Pertambangan

Berbasis di Tangerang Selatan, PT Quantus Consultants Indonesia menawarkan layanan eksplorasi, manajemen pertambangan, jasa teknikal, dan product monitoring system.

7. CUBE Consulting: Keunggulan dalam Resource Modelling dan Feasibility Study

CUBE Consulting, dengan kantor pusat di Jakarta Selatan, menonjolkan keahlian dalam eksplorasi, resource modelling, estimasi reserve, feasibility study, dan berbagai layanan pertambangan.

8. Geomine: Konsultan Pertambangan dengan Fokus Evaluasi dan Manajemen Air

Geomine, berbasis di Bandung, menawarkan layanan evaluasi pertambangan, resource modelling and estimation, geoteknik, manajemen air, dan program monitoring lingkungan pertambangan.

9. Bima Shabartum Group: Jasa Pertambangan Terlengkap di Sumatera

Bima Shabartum Group, berlokasi di Sumatera Selatan, membanggakan diri sebagai perusahaan jasa pertambangan terlengkap dan terpercaya di Sumatera. Dengan layanan mulai dari pengurusan izin hingga reklamasi, perusahaan ini menjadi mitra terpercaya bagi perusahaan pertambangan di wilayah tersebut.

Terdepan dalam Layanan Pertambangan, Pilihlah yang Terbaik

Dalam industri pertambangan yang dinamis, memiliki konsultan pertambangan yang berkualitas adalah kunci sukses. Dari PT SMG Consultants Indonesia hingga Bima Shabartum Group, pilihan konsultan terbaik di Indonesia dapat memastikan kesuksesan proyek pertambangan Anda. Pilihlah yang terbaik dan andalkan ahli dalam memandu langkah-langkah krusial dalam dunia pertambangan.

Konservasi Minerba: Upaya Pemerintah dalam Optimalisasi Minerba

Konservasi mineral dan batubara merupakan salah satu aspek yang diamanatkan oleh Undang-Undang Minerba untuk mewujudkan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice). Konservasi minerba adalah upaya dalam rangka optimalisasi pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya mineral dan batubara secara terukur, efisien, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Objek-objek yang menjadi target pengelolaan pelaksanaan konservasi mineral dan batubara sesuai Lampiran VII Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 meliputi recovery penambangan, recovery pengolahan, batubara kualitas rendah, mineral kadar rendah, mineral Ikutan, sisa hasil pengolahan dan pemurnian, serta cadangan marginal dan sisa hasil pengolahan.

 

Pemerintah menerapkan konsep optimalisasi dalam pengelolaan sumber daya mineral yaitu dengan melakukan penyusunan Neraca Sumber Daya dan Zonasi Pertambangan. Konsep tersebut akan menghitung seluruh aspek, baik yang menguntungkan dan merugikan apabila kegiatan ekstraksi dilakukan, termasuk informasi terperinci tentang jenis komoditi berikut besaran, jumlah sumber daya serta dampak terhadap lingkungan dengan berbagai asumsi yang beralasan.

 

Berdasarkan seluruh informasi tersebut selanjutnya pemerintah akan mengambil langkah optimalisasi yang didasarkan prinsip pengelolaan sumber daya mineral yang meliputi aspek sosial, budaya dan lingkungan hidup mikro maupun makro selaras dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Sedangkan Zonasi Pertambangan merupakan peta digital dengan skala yang lebih rinci merujuk pada koordinat bumi (SIG/Sistem Informasi Geografis). Peta SIG ini memuat segala informasi peruntukan kawasan berikut segala atributnya (luas lahan, status lahan, masa berlaku kontrak, jumlah produksi dan upaya penyelamatan lingkungan yang sedang dan telah dilakukan).

 

Pembuatan zonasi ini dimaksudkan untuk membagi kawasan berdasarkan sifat karakteristik masing-masing daerah sehingga nantinya akan ada klasifikasi peruntukan lahan, apakah merupakan kawasan tertutup, penambangan bersyarat atau kawasan yang terbuka untuk penambangan. Pemerintah akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan pengelolaan sumber daya mineral demi pembangunan ekonomi dengan cara-cara yang bijaksana sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun lingkungan.

 

Source : Kementerian ESDM

Editor: Rohmah

SiBima Documentary: Survey Pendahuluan Project Pembuatan Tanda Batas PT Musi Prima Coal

SiBima Documentary: Survey Pendahuluan Project Pembuatan Tanda Batas PT Musi Prima Coal

SiBima Documentary: Survey Pendahuluan Project Pembuatan Tanda Batas PT Musi Prima Coal

Pemasangan Tanda Batas oleh Bima Shabartum Group: Konsultan Pertambangan Unggul di Sumatera Selatan

1. Bima Shabartum Group: Konsultan Pertambangan Terlengkap di Sumatera Selatan

Bima Shabartum Group, sebagai konsultan pertambangan yang berbasis di Sumatera Selatan, telah berkembang menjadi yang terlengkap dan terpercaya. Fokus utama perusahaan ini tidak hanya pada konsultasi pertambangan, tetapi juga menawarkan layanan pemasangan tanda batas sebagai bagian integral dari portofolio mereka.

2. Jasa Pemasangan Tanda Batas: Dari Perencanaan hingga SK Penetapan di Kementrian ESDM

Bima Shabartum Group tidak hanya menawarkan jasa pemasangan tanda batas, tetapi mereka juga membantu klien dari tahap perencanaan hingga pengurusan SK penetapan tanda batas di Kementrian ESDM. Keberhasilan mereka terletak pada pendekatan komprehensif yang mencakup seluruh spektrum pekerjaan terkait pemasangan tanda batas.

3. Survey Pendahuluan di PT Musi Prima Coal: Langkah Awal Menuju Proyek Sukses

Pada tanggal 7 Juli 2022, tim Bima Shabartum melakukan survey pendahuluan di PT Musi Prima Coal sebagai langkah awal pelaksanaan proyek pemasangan tanda batas. Dalam survey ini, mereka menentukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan dengan keseluruhan 51 tanda batas. Keputusan ini diambil setelah memahami faktor-faktor lapangan yang memengaruhi proyek.

4. Kewajiban Pemasangan Tanda Batas: Persyaratan Sebelum Kegiatan Produksi

Pemasangan tanda batas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) menjadi kewajiban pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sebelum memulai kegiatan produksi. Hal ini sesuai dengan peraturan pemerintah dan peraturan menteri yang mengamanatkan langkah-langkah tertentu sebelum memulai kegiatan pertambangan.

5. Proses Pembuatan Tanda Batas: Rencana Kerja Berurutan

Dalam membantu klien mereka mematuhi persyaratan, Bima Shabartum Group menawarkan dukungan penuh dari awal hingga penetapan di ESDM. Proses pembuatan tanda batas melibatkan serangkaian langkah yang harus dijalankan secara berurutan, dan Bima Shabartum siap membimbing klien melewati setiap tahap dengan keahlian mereka.

6. Bima Shabartum Group Sebagai Authorized Dealer Produk Survey CHCNAV di Indonesia

Keberhasilan Bima Shabartum Group dalam proyek pemasangan tanda batas telah membawa mereka menjadi authorized dealer dari produk survey CHCNAV di Indonesia. Ini menandakan pengakuan atas komitmen mereka dalam memberikan layanan terbaik dan memastikan kualitas dalam setiap proyek survey yang mereka tangani.

7. Komitmen Pelayanan Terbaik di Industri Pertambangan

Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik dalam industri pertambangan, Bima Shabartum Group berkomitmen untuk terus berbenah dan memberikan layanan unggul. Direktur Bima Shabartum Group, Pak Erik Wijaya, menyatakan harapannya agar komitmen ini dapat berlanjut ke depan, menegaskan peran perusahaan dalam mendukung kemajuan industri pertambangan di Indonesia.

Dengan dukungan klien dan fokus pada kualitas, Bima Shabartum Group terus berkembang sebagai pilihan utama dalam konsultasi pertambangan dan pemasangan tanda batas di Sumatera Selatan dan beyond.

Penulis:
Reno
Editor: Akhsan

PERAN SOFTWARE TAMBANG PADA TAMBANG NIKEL

Peran Software Tambang Dalam Pertambangan Nikel

PERAN SOFTWARE TAMBANG PADA TAMBANG NIKEL

Menggali Kekuatan Pertambangan Nikel di Indonesia: Peran Vital Software Pertambangan

Industri pertambangan di Indonesia belakangan ini semakin menggeliat, terutama pertambangan nikel di Indonesia bagian timur. Pertumbuhan industri pertambangan nikel ini didukung oleh semakin canggihnya software pertambangan yang digunakan untuk membantu proses pertambangan dari fase perencanaan hingga proses distribusi dan penjualan.

Pendukung pERTAMBANGAN

Software pertambangan mutlak memberikan pengaruh yang sangat besar untuk kemajuan industri pertambangan di Indonesia. Penggunaan software dalam membaca dan menyediakan data dari proses awal pertambangan hingga akhir tambang telah menjadi acuan dasar dalam proses pertambangan itu sendiri.

  1. Peran Software pada fase Modelling

Dalam pertambangan nikel, proses pemodelan ore bijih sangat mempengaruhi keseluruhan proses penambangan setelahnya. Karena itu pemodelan sumberdaya dan cadangan ore harus benar-benar akurat sesuai dengan keadaan aslinya. Proses pemodelan dimulai dari pengeboran geotek untuk pengambilan sample, hingga input data sample dalam software. Software akan secara otomatis menggambarkan secara 3D bagaimana kondisi dan bentuk ore yang akan ditambang. Selain itu software juga bisa melakukan perhitungan volume ore dengan beberapa parameter yang tersedia.

  1. Peran Software pada Pit Optimasi

Pada dasaranya proses pit optimasi adalah usaha untuk memaksimalkan pengambilan material tambang sebanyak-banyaknya dengan tetap memperhatikan keamanan dan nilai ekonomisnya. Dari sekian banyak sumberdaya yang tersedia, akan didapat angka maksimal yang bisa diambil, yang kemudia kita sebut sebagai cadangan. Pada fase ini, dengan memanfaatkan software tambang, kita bisa lebih mudah dalam membuat rancangan yang maksimal demi mendapatkan nilai cadangan sebar-besarnya.

  1. Peran Software pada Mineplan Desain

Untuk merencanakan desain penambangan, perlu melihat beberapa faktor seperti, faktor keamanan, faktor ekonomis dan faktor sosial serta lingkungan. Dengan menggunakan software tambang, kita bisa dengan mudah memasukkan faktor-faktor ini untuk melihat batasan-batasan perencanaan yang maksimal. Membuat desain tambang secara 3D di software juga memudahkan para pekerja tambang untuk merealisasikan rencana penambangan.

  1. Peran Software pada Schedulling Tambang

Penjadwalan proses penambangan akan sangat rumit dan sulit dimengerti oleh pekerja lapangan, mengingat terdapat beberapa shift dalam proses kerja. Dengan adanya software, penjadwalan penambangan cenderung jadi lebih mudah dan terencana dengan lebih rapi dan teratur. Selain itu pembuatan jadwal pekerjaan dalam software juga sudah berjalan secara otomatis, sehingga dapat menghemat waktu perhitungan.

Penulis: Rohmah

Editor: Akhsan

SIBIMA SERIES 24 WEBINAR BIMA Jasa Konsultan Tambang dan Lingkungan Terbaik IndonesiaSHABARTUM,

SiBima Series Ke-24: Evaluation and Optimazation of Ore Resources (Full English Webinar)

SIBIMA SERIES 24 WEBINAR BIMA SHABARTUM,

SiBima Series Ke-24: Evaluation and Optimazation of Ore Resources (Full English Webinar)

Mengungkap Rahasia Sumber Daya Mineral: Penelusuran Mendalam tentang Komoditas Bijih

Dalam langkah luar biasa, Bima Shabartum Group (BSG) memperkenalkan edisi ke-24 dari SiBima Series, berfokus pada dunia pertambangan yang rumit. Melangkah keluar dari tradisi, webinar ini menandai pergeseran signifikan dengan menyelenggarakan seluruh sesi dalam bahasa Inggris. Menambahkan sentuhan internasional, pembicara tamu, Mr. Madhabananda Achariya, seorang geolog berpengalaman selama 15 tahun dari perusahaan pertambangan terkenal di India, turut hadir dalam acara ini.

Tema inti dari webinar ini berfokus pada komoditas bijih, menjelajahi aspek penting perhitungan evaluasi dan optimasi sumber daya mineral. Memahami kompleksitas ini menjadi sangat penting bagi mereka di industri pertambangan, terutama yang mengkhususkan diri dalam ekstraksi bijih dan mineral. Perhitungan yang terlibat dalam evaluasi dan optimasi sumber daya mineral memiliki dampak signifikan pada seluruh proses pertambangan, mulai dari metodologi hingga rencana dan eksekusi penambangan.

Memanfaatkan era digital, webinar ini diselenggarakan secara online, berlangsung selama total 1,5 jam pada Selasa, 26 Juli 2022, mulai pukul 19.30 hingga 21.00. Acara mengalami sedikit perubahan jadwal, awalnya direncanakan pada pukul 13.00. Namun, karena keberlanjutan jadwal tinggi pembicara tamu, Mr. Madhabananda Achariya, jadwal disesuaikan menjadi malam hari. Modifikasi ini berdampak pada jumlah peserta, karena perubahan waktu secara alami mengakibatkan penurunan kehadiran. Meskipun demikian, acara berjalan dengan lancar, menangkap antusiasme peserta. Ke depan, para penyelenggara menyatakan niat mereka untuk mengundang lebih banyak pembicara internasional untuk acara mendatang, memanfaatkan tanggapan positif.

BSG tetap berkomitmen untuk memajukan dampak dari inisiatif semacam ini, mengakui signifikansinya bagi komunitas pertambangan dan tim internal mereka. Melihat ke depan pada sisa tahun 2022, BSG sudah merinci rencana untuk dua webinar lebih lanjut pada bulan September dan November. Erik Wijaya, Direktur Bima Shabartum Group, menekankan dedikasi mereka untuk melanjutkan dan memperluas kegiatan berwawasan ini.

Mengungkap Kekayaan Pengetahuan: Komitmen BSG pada Seri Webinar Berkelanjutan

Dalam lanskap pertambangan yang terus berkembang, Seri SiBima BSG menjadi mercusuar pengetahuan dan inovasi. Webinar terbaru, diperkaya dengan pandangan dan keahlian global, menandai saat penting dalam sejarah seri ini. Saat industri pertambangan menjelajahi kompleksitas, BSG tetap berada di garis depan, memimpin inisiatif yang tidak hanya mendidik tetapi juga menghubungkan para profesional secara global.

Poin Utama dari Webinar Seri SiBima:

Perspektif Global tentang Pertambangan: 

Wawasan Mr. Madhabananda Achariya memberikan pandangan terbaru terhadap praktik internasional dan kemajuan dalam pertambangan, memberikan pandangan yang lebih luas bagi para profesional industri di Indonesia.

Bijih Terungkap: 

Peserta mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang kompleksitas yang terlibat dalam evaluasi dan optimasi sumber daya mineral, membentuk dasar pengambilan keputusan yang berinformasi.

Transformasi Digital: 

Pelaksanaan webinar secara online yang lancar memperlihatkan adaptabilitas industri terhadap platform digital, menekankan potensi untuk keterlibatan virtual di masa depan.

Rencana Masa Depan Seri SiBima: 

Komitmen BSG untuk menyelenggarakan webinar tambahan pada tahun 2022 menunjukkan dedikasi mereka untuk pembelajaran berkelanjutan dan berbagi pengetahuan dalam komunitas pertambangan.

Sebagai kesimpulan, SIBIMA SERIES terus menjadi pionir dalam sektor pertambangan, membina budaya pembelajaran dan kolaborasi. Saat industri berkembang, webinar ini menjadi sumber daya penting bagi para profesional yang ingin tetap berada di depan kurva. Tunggu informasi lebih lanjut untuk sesi yang penuh wawasan, karena BSG tetap berkomitmen untuk membentuk masa depan pertambangan di Indonesia dan di seluruh dunia.

Penulis: Akhsan

Editor: Akhsan