Perbedaan Tiga Jenis Tujuan Pengeboran

Proses pertambangan secara keseluruhan tidak bisa lepas dari proses eksplorasi sebagai tonggak awal proses pertambangan layak dimulai atau tidak. Salah satu proses eksplorasi yang wajib untuk dilakukan untuk memastikan data eksplorasi dengan benar adalah tahap pengeboran. Pengeboran dalam pertambangan memiliki beberapa jenis sesuai dengan tujuan dan output yang diinginkan.

Tiga jenis pengeboran utama dalam pertambangan adalah pengeboran eksplorasi, pengeboran geotekik dan pengeboran hidrologi. Apa saja perbedaan dalam ketiga jenis pengeboran ini, selengkapnya bisa dilihat dalam tabel berikut:

 

Compare
Explorasi
Geoteknik
Hidrologi

Fungsi

Untuk mencari sumber daya atau tambahan cadangan guna memperpanjang usia pertambangan

untuk mengetahui kekuatan batuan, daya dukung batuan dan kemiringan lereng maksimal.

Untuk mengetahui pengaruh air tanah, debit, recovery air tanah, Aquifer, dan pengaruhnya terhadap lingkungan.

Jenis lubang pengeboran

Touch Core, Open hole, Full core

Full Core

Open hole

Luasan

seluas IUP pertambangan

sepanjang Design pit, atau bangunan

di tempat yang mau di dewatering, atau di uji standard air nya

Sample

Batuan yang di cari ( batubara, ore, etc)

seluruh litologi dalam titik bor

no sample

Laporan

Hasil Eksplorasi

Kajian Geoteknik

Kajian Hidrogeologi

Metode

Geofisika ( Well-log), Geolistrik

Geolistrik, Pumping Test, Slag Test

Waktu

Sepanjang Usia Pertambangan

Saat pembukaan Pit, atau Bangunan

Saat pembukaan Pit, atau Bangunan

Hasil

Rencana Kemajuan Pertambangan

Sudut yang aman, kekuatan pondasi, pencegahan longsor,

pengaruh air tanah terhadap lingkungan, set pompa, dan setting pond.

Peralatan

Alat bor dan kru

Alat bor dan kru

Alat bor, kru, mesin Pump.

 
Penulis : Siti Rohmah

Editor : AF

paparan-studi-kelayakan-dan-laporan-eksplroasi-pt-bsw

Paparan Dokumen Studi Kelayakan PT. Bima Shabartum Wijaya

paparan-studi-kelayakan-dan-laporan-eksplroasi-pt-bsw

Paparan Dokumen Studi Kelayakan PT. Bima Shabartum Wijaya: Menuju Peningkatan IUP Operasi Produksi

Lokasi: Kec. Buana Pemaca, Kab. Ogan Komering Ulu Selatan, Prov. Sumatera Selatan

  1. Bima Shabartum Wijaya baru-baru ini memaparkan hasil Studi Kelayakan dan Laporan Eksplorasi yang dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah penting dalam proses peningkatan perizinan IUP Operasi Produksi yang sesuai dengan peraturan pemerintah terbaru. Proses ini mengacu pada PP 96 Tahun 2021 tentang pelaksanaan kegiatan pertambangan mineral dan batubara, yang mengharuskan setiap perusahaan pertambangan untuk memenuhi berbagai persyaratan hukum sebelum mendapatkan izin operasi penuh.

Peningkatan Perizinan IUP Operasi Produksi

Proses studi kelayakan dan penyusunan laporan eksplorasi ini penting untuk memastikan kelayakan operasional dari tambang yang dikelola. IUP Operasi Produksi adalah tahap lanjutan dalam izin usaha pertambangan yang memungkinkan perusahaan untuk mulai melakukan kegiatan produksi. PT. Bima Shabartum Wijaya terus berupaya memenuhi syarat perizinan ini guna memaksimalkan potensi tambang andesit yang ada di kawasan tersebut.

Fokus pada Komoditas Andesit yang Potensial

Dalam kegiatan eksplorasi ini, PT. Bima Shabartum Wijaya memfokuskan pada komoditas andesit, batuan beku yang banyak digunakan dalam industri konstruksi. Andesit dikenal sebagai material yang kuat dan tahan lama, sangat ideal untuk infrastruktur seperti jalan, jembatan, serta berbagai proyek bangunan lainnya.

Potensi Andesit di Desa Damarpura, OKU Selatan

Salah satu lokasi strategis yang diidentifikasi oleh tim eksplorasi adalah Desa Damarpura di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Desa ini memiliki cadangan andesit yang melimpah, dengan estimasi produksi hingga 2.025.000 ton andesit selama lima tahun ke depan. Sumber daya ini tidak hanya menjadi aset penting bagi PT. Bima Shabartum Wijaya, tetapi juga menjadi solusi bagi kebutuhan material konstruksi berkualitas di Indonesia.

Keunggulan Andesit untuk Konstruksi

Andesit merupakan pilihan utama untuk berbagai proyek infrastruktur karena keunggulannya:

  • Tahan Lama: Memiliki ketahanan yang tinggi terhadap cuaca ekstrem dan tekanan.
  • Kuat: Cocok untuk proyek besar seperti pembangunan jalan, dinding penahan, serta pondasi bangunan.
  • Ketersediaan Melimpah: Dengan sumber daya yang besar, proyek-proyek besar dapat didukung oleh pasokan yang stabil dan berkelanjutan.

Peluang Investasi di PT. Bima Shabartum Wijaya

Dengan potensi sumber daya andesit yang besar, PT. Bima Shabartum Wijaya membuka peluang investasi yang sangat menguntungkan. Keuntungan dari investasi ini meliputi:

  • Ketersediaan Sumber Daya: Andesit berkualitas tinggi yang dapat diproduksi dalam jumlah besar.
  • Proses Legal yang Jelas: PT. Bima Shabartum Wijaya mengikuti semua regulasi pertambangan terbaru, termasuk PP 96 Tahun 2021, sehingga memastikan kelancaran operasional jangka panjang.
  • Potensi Pasar yang Besar: Meningkatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia membutuhkan pasokan bahan konstruksi yang stabil dan berkualitas.

Hubungi Kami untuk Kesempatan Investasi

Bima Shabartum Wijaya siap menjadi mitra terbaik Anda dalam menyediakan andesit berkualitas tinggi. Jangan lewatkan peluang investasi dalam industri tambang andesit yang menjanjikan di Sumatera Selatan. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut dan mulai bekerjasama dalam proyek yang menguntungkan ini.

📞 Untuk layanan konsultan tambang dan lingkungan, hubungi kami: Telp: 0711-411407

WhatsApp: +62823-7472-2113
Email: admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website: bimashabartum.co.id

Pengaruh Efisiensi Penggunaan Alat Terhadap Target Produktivitas

Produktivitas pertambangan secara keseluruhan sangat dipengaruhi oleh produktivitas masing-masing alat berat. Karena itu menghitung efisiensi penggunaan alat berat menjadi sangat penting.

Secara umum terdapat 4 hitungan yang dapat mempresentasikan tingkat efisiensi penggunaan alat berat, yaitu PA, MA, UA, dan EU. Nilai-nilai ini bisa anda dapatkan melalui timesheet yang biasanya diisi oleh operator unit. Melalui timesheet tersebut, anda harus mendapatkan:

  1. Jam Operasi : total jam unit bekerja
  2. Jam Standby : total jam unit standby/idle karena faktor eksternal seperti hujan, jalan rusak, istirahat, dll.
  3. Jam Breakdown : total jam maintenance karena faktor internal seperti adanya kerusakan, service maintenance unit, dll.
  4. Jam Kerja : total keseluruhan aktivitas unit pada hari tersebut. Jam Kerja bisa anda dapatkan dengan menggabungkan seluruh hasil Jam Operasi, Jam Standby, dan Jam Breakdown

1. Kesediaan Mekanik (Mechanical Availability / MA)

Faktor yang menunjukkan kesediaan alat dalam melakukan pekerjaan dengan memperhatikan kehilangan waktu yang digunakan untuk memperbaiki mesin, perawatan dan alasan mekanis lainnya. Jika kesediaan mekanis kecil maka kondisi mekanis alat kurang baik dan jam perbaikan alat tinggi. Formulanya dapat ditulis sebagai berkut:

2. Kesediaan Fisik (Physical Availability)

Faktor yang menunjukkan kesediaan alat untuk melakukan kerja dengan memperhatikan waktu yang hilang karena rusaknya jalan, faktor cuaca dan lain-lain. Jika kesediaan fisik lebih besar dari kesediaan mekanis, berarti bahwa alat belum digunakan sesuai dengan kemampuannya.

3. Kesediaan Penggunaan (Use Availability)

Faktor yang menunjukkan efisiensi kerja alat selama waktu kerja yang tersedia dimana kondisi alat tidak rusak. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa efektif alat yang tidak rusak dimanfaatkan dan menjadi ukuran seberapa baik pengelolaan peralatan yang digunakan. Persentase rendah menunjukkan bahwa pengoperasian alat belum maksimal.

4. Penggunaan Efektif (Effective Utilization)

Faktor yang menunjukkan berapa persen dari seluruh waktu kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau persen waktu yang dimanfaatkan oleh alat untuk bekerja dari sejumlah waktu kerja yang tersedia.

Singkatnya, jika keempat nilai diatas semakin besar akan menghasilkan nilai produktivitas penambangan yang semakin besar pula. Upaya-upaya yang bisa dilakukan agar keempat parameter ini bernilai besar adalah:

  1. Maintenance alat secara teratur sesuai dengan history kendaraan, hindari maintenance alat hanya saat ada trouble Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadi breakdown yang memakan waktu yang lama.
  2. Maksimalkan jam kerja yang tersedia, hal-hal mendetail mengenai jam kerja akan kita bahas di SiBima Edu berikutnya.
  3. Pengawasan operator, untuk memastikan operator memaksimalkan waktu kerja alat.
  4. Pastikan fleet alat berat memiliki match factor yang optimal sehingga tidak ada waktu standyby yang tersedia.

Author By Richie

Editor By AF                                                                                                                                                                      

Pengaruh Kapasitas Alat Terhadap Produktivitas Penambangan

Optimalkan Produktivitas Pertambangan dengan Pemilihan Alat Berat yang Tepat

Pertambangan adalah industri yang tidak bisa dilepaskan dari peran vital alat berat. Bagaimana kita memilih dan menggunakan alat berat ini akan berdampak langsung pada produktivitas keseluruhan operasi pertambangan. Berikut adalah beberapa pertimbangan kunci dalam memilih kapasitas alat berat untuk memastikan pencapaian target produksi yang optimal.

1. Biaya Investasi yang Proporsional

Pemilihan kapasitas alat berat harus sejalan dengan target produksi, namun juga perlu mempertimbangkan biaya investasi awal. Semakin besar kapasitas, semakin tinggi biaya investasinya. Oleh karena itu, perlu keseimbangan yang tepat agar biaya investasi tidak melonjak tanpa kebutuhan yang sesuai.

2. Biaya Produksi dan Modal Kerja

Kapasitas alat berat berpengaruh langsung pada biaya produksi. Alat dengan kapasitas besar membutuhkan biaya operasional yang lebih tinggi, termasuk maintenance, bahan bakar, oli, sparepart, dan biaya operator. Analisis modal kerja harus cermat untuk memastikan kelancaran operasional tanpa membebani keuangan perusahaan.

3. Cycle Time yang Efisien

Alat gali muat dengan kapasitas besar cenderung memiliki cycle time yang lebih kecil. Namun, efisiensi ini juga dipengaruhi oleh volume vessel alat angkut. Pemilihan alat berat harus memperhatikan kesepadanan antara alat gali muat dan alat angkut untuk mencapai cycle time yang optimal.

4. Kajian Tekno-Ekonomi yang Mendalam

Pada tahap perencanaan, kajian tekno-ekonomi menjadi kunci. Kesepadanan antar alat berat, jenis pekerjaan, luas area kerja, jenis material galian, ground pressure, daya dukung tanah, dan target produksi harus menjadi fokus utama. Memahami kondisi-kondisi ini akan membantu dalam pemilihan alat berat yang sesuai.

5. Keselamatan dan Efisiensi

Penting untuk mencapai keseimbangan antara kapasitas alat berat dan faktor-faktor keselamatan serta efisiensi kerja. Alat dengan kapasitas besar dapat meningkatkan produktivitas, tetapi juga memerlukan perhatian ekstra terhadap aspek keselamatan dan pengelolaan efisiensi operasional.

6. Kontekstualisasi dengan Target Produksi

Setiap fleet alat kerja di tambang memiliki target produksi yang harus disesuaikan dengan target produksi penambangan secara keseluruhan. Kapasitas alat berat yang dipilih harus mendukung pencapaian target ini tanpa mengorbankan faktor-faktor lain yang krusial.

Kesimpulan: Produktivitas Melalui Pemilihan Alat yang Tepat

Pemilihan kapasitas alat berat bukan keputusan sepele. Dengan memahami dampaknya pada biaya, efisiensi, dan keselamatan, perusahaan pertambangan dapat mengoptimalkan produktivitas mereka. Kajian tekno-ekonomi yang mendalam dan kontekstualisasi dengan kondisi kerja nyata akan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan pertambangan modern. Dengan langkah-langkah ini, industri pertambangan dapat terus berkembang menuju masa depan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

 

Penulis: Richie

Editor: AF

Sibima TnD: Pelatihan Kelas Basic Mining Software oleh Bima Shabartum (Online Class)

Pemberdayaan Insan Pertambangan Melalui Program SiBima Training & Development (TnD) di Bima Shabartum Group

Bima Shabartum Group (BSG) terus mewujudkan komitmennya untuk memberikan kontribusi maksimal dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor pertambangan. Melalui program SiBima Training & Development (TnD), BSG berhasil menyelenggarakan serangkaian kelas pelatihan yang berfokus pada pemahaman dasar-dasar software pertambangan. Salah satu kelas terkini yang diadakan pada bulan September adalah “Basic Mining Software.”

Pentingnya Kemampuan Dasar Software Pertambangan

Bagi seorang mine engineer, kemampuan dasar dalam menggunakan software pertambangan menjadi hal krusial. BSG menyadari bahwa penguasaan software pertambangan, terutama dalam hal perencanaan dan desain tambang (Mine Planning Design), merupakan landasan utama dalam memastikan kesuksesan operasional pertambangan.

Inovasi dalam Pelaksanaan Kelas

Kelas Basic Mining Software diadakan secara daring, memungkinkan partisipasi dari individu di berbagai lokasi. Pemilihan waktu malam untuk kelas ini mencerminkan responsifitas BSG terhadap jadwal kerja para peserta yang banyak di antaranya adalah pegawai tambang.

Sebelum pelaksanaan, trial session diadakan untuk memastikan kelancaran teknis dan memberikan pemahaman awal mengenai materi yang akan dibahas. Akhsan, ketua pelaksana program TnD, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk mengurangi potensi kesalahan teknis dan memastikan kualitas pelaksanaan pelatihan.

Pengajar dari Ahli Industri

Pada kelas Mine Planning Design, BSG menghadirkan Hanif Purnama Gumilar, Section Head Mineplan di PT Putra Perkasa Abadi, sebagai outsource trainer. Keberadaan pengajar dari kalangan praktisi industri menambah nilai pembelajaran dengan membagikan pengalaman langsung dan pengetahuan mendalam.

Antusiasme Peserta

Peserta kelas Mine Planning Design memberikan testimoni positif. Ranty, salah seorang peserta, menyampaikan terima kasihnya kepada Bima Shabartum dan Pak Hanif atas kesabaran dalam menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami. Antusiasme peserta menjadi cermin keberhasilan program TnD ini.

Rencana Pengembangan di Masa Depan

Erik Wijaya, Direktur Utama BSG, menyatakan bahwa BSG berencana untuk terus mengembangkan program TnD. Dengan membuka kelas-kelas seperti GIS, Geomodelling, Mine Surveyor, Schedulling, dan Basic Mining Software, BSG memberikan variasi yang luas untuk pengembangan sumber daya manusia di sektor pertambangan.

Tidak hanya sebatas pada software pertambangan, TnD juga sedang mengembangkan kelas-kelas di luar itu dan merencanakan platform pelatihan untuk mendukung pengembangan karir peserta.

Kesimpulan: BSG, Mitra Pembelajaran dan Pengembangan Karir

Melalui program TnD, Bima Shabartum Group terus menjadi agen perubahan dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor pertambangan. Dengan melibatkan praktisi industri, menyelenggarakan kelas daring yang responsif, dan memberikan variasi pelatihan, BSG membuktikan komitmennya untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada semua insan pertambangan. Kesuksesan kelas-kelas ini menjadi langkah awal menuju masa depan pertambangan yang lebih berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Penulis: Akhsan

Editor: Akhsan

pelatihan software tambang

Pengaruh Bucket Fill Factor dalam Produktivitas Penambangan

Pengaruh Bucket Fill Factor dalam Produktivitas Penambangan

Bucket Fill Factor (Bff) merupakan nilai perbandingan antara besaran volume nyata yang dapat digali dengan volume maksimal secara teoritis yang didapat dari spesifikasi alat gali muat. Singkatnya, penulisan rumus Bff adalah sebagai berikut:

rumus bucket fill factor

Nilai Bff dinyatakan dalam bentu desimal, yang artinya ketika nilai Bff semakin mendekati satu maka semakin baik bagi perhitungan produktivitas penambangan.

Bucket Fill Factor dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti dibawah ini:

  1. Sifat material yang digali, semakin loose material yang digali maka nilai Bff cenderung semakin besar. Artinya volume asli yang dapat digali dalam sekali penggalian, semakin mendekati volume maksimal berdasarkan teori ketika material yang digali memiliki sifat yang loose (tidak kompak)
  2. Fragmentasi material yang digali, fragmen material yang besar akan menciptakan banyak rongga, yang menjadikan volume dalam sekali penggalian semakin kecil. Sehingga nilai bff semakin kecil dan menjadikan produktivitas juga cenderung semakin kecil.
  3. Kecakapan operator, operator yang cakap dalam menggunakan alat gali cenderung memaksimalkan volume bucket semaksimal mungkin hingga bucket mencapai volume maksimalnya. Dalam keadaan tertentu, hal ini dapat meminimalkan frekuensi pemuatan sehingga meningkatkan produktivitas.


Bff dari suatu jenis material biasanya sudah di tetapkan berdasarkan nilai Bff rata-rata dari jenis material yang dimaksud. Misalnya nilai Bff material pasir biasanya diasumsikan sebesar 0.95 dalam setiap perhitungan produktivitas penggalian pasir. Begitu juga dengan nilai Bff dari jenis material lainya, seperti yang terlihat pada tabel berikut:

bucket fill factor

Penulis: Rohmah

Editor: Akhsan

Ini Nih Perbedaan Test CPT dan SPT Jasa Konsultan Tambang dan Lingkungan Terbaik Indonesia

Ini Nih Perbedaan Test CPT dan SPT

Ini Nih Perbedaan Test CPT dan SPT

Pentingnya Pengujian Daya Dukung Tanah dalam Operasi Pertambangan dan Konstruksi

Dalam pengujian untuk mengetahui daya dukung tanah, sebelum operasi pertambangan ataupun sebuah operasi kontruksi dimulai, bisa dilakukan dengan beberapa jenis pengujian. Terdapat dua jenis pengujian daya dukung tanah yang paling sering digunakan yaitu pengujian Standard Penetration Test (SPT) dan Cone Penetration Test (CPT, atau yang biasa kita sebut sebagai sondir). Terdapat perbedaaann prinsip dan kegunaan pada kedua test ini, seperti dijelaskan oleh tabel dibawah ini:

Perbedaan

Cone
Penetration Test (CPT)

 

Standart

Penetration Test (SPT)

Definisi

Metode Pengujian statis dengan
mengunakan alat penetrasi konus tunggal maupun ganda yang ditekan secara
mekanik (hidraulik)

Metode pengujian yang  dilaksanakan bersamaan dengan pengeboran
untuk mengetahui, baik perlawanan dinamik tanah maupun pengambilan contoh
terganggu dengan teknik
penumbukan.

Fungsi

Menentukan lapisan tanah keras atau
tanah sondir dengan cepat

Mengetahui sifat rekayasa geoteknik
tanah bawah permukaan, terutama untuk tanah tanpa kohesi.

Membantu pemantauan perbedaan lapisan
setiap bagian tanah dalam

Mengidentifikasi lapisan tanah yang
merupakan bagian dari fondasi

Mengetahui dengan mudah letak muka air
tanah

 

Mengetahui nilai daya dukung tanah

 

Sangat cocok untuk karakter tanah
lunak atau lempung di wilayah Indonesia

 

Prinsip Kerja

Penetrasi konus ke dalam tanah untuk
mendapatkan nilai perlawanan konus (q), perlawanan geser (fs), angka banding
geser (Rf), dan geseran total tanah (T), dengan interval pembacaan setiap
interval 20 cm dan berhenti sampai tanah keras.

Pengujian dilakukan dengan pemukulan
menggunakan hammer sekaligus menghitung jumlah penetrasi kedalam 15 cm selama
3 kali pengukuran (N0, N1,& N2,total 45 cm), dengan interval kedalaman
antara 1,50 m s.d 2,00 m (lapisan heterogen) dan 4,00 m (homogen).

Kekurangan

1. Hanya digunakan untuk batuan
lempung, tidak dapat menembus kerikil atau lapis pasir yang tebal

1. Hanya diterapkan pada tanah kepasiran
atau kelempungan yang sangat kaku.

2. Kedalaman Penetrasi Terbatas

2. Kegiatan Pengukuran berlangsung
lambat dan mahal

3. Tidak dapat sampel tanah

 

kesimpulan

Demikian perbedaan dari kedua test ini, Bima Shabartum selaku perusahaan konsultan pertambangan mampu mengerjakan kedua pengujian ini jika dibutuhkan. Hingga artikel ini ditulis, Bima Shabartum telah melakukan pengujian terkait lebhi di 10 perusahaan klien.

Penulis: Wahidin

 

Editor: Akhsan

PERAN SOFTWARE TAMBANG PADA TAMBANG NIKEL

Peran Software Tambang Dalam Pertambangan Nikel

PERAN SOFTWARE TAMBANG PADA TAMBANG NIKEL

Menggali Kekuatan Pertambangan Nikel di Indonesia: Peran Vital Software Pertambangan

Industri pertambangan di Indonesia belakangan ini semakin menggeliat, terutama pertambangan nikel di Indonesia bagian timur. Pertumbuhan industri pertambangan nikel ini didukung oleh semakin canggihnya software pertambangan yang digunakan untuk membantu proses pertambangan dari fase perencanaan hingga proses distribusi dan penjualan.

Pendukung pERTAMBANGAN

Software pertambangan mutlak memberikan pengaruh yang sangat besar untuk kemajuan industri pertambangan di Indonesia. Penggunaan software dalam membaca dan menyediakan data dari proses awal pertambangan hingga akhir tambang telah menjadi acuan dasar dalam proses pertambangan itu sendiri.

  1. Peran Software pada fase Modelling

Dalam pertambangan nikel, proses pemodelan ore bijih sangat mempengaruhi keseluruhan proses penambangan setelahnya. Karena itu pemodelan sumberdaya dan cadangan ore harus benar-benar akurat sesuai dengan keadaan aslinya. Proses pemodelan dimulai dari pengeboran geotek untuk pengambilan sample, hingga input data sample dalam software. Software akan secara otomatis menggambarkan secara 3D bagaimana kondisi dan bentuk ore yang akan ditambang. Selain itu software juga bisa melakukan perhitungan volume ore dengan beberapa parameter yang tersedia.

  1. Peran Software pada Pit Optimasi

Pada dasaranya proses pit optimasi adalah usaha untuk memaksimalkan pengambilan material tambang sebanyak-banyaknya dengan tetap memperhatikan keamanan dan nilai ekonomisnya. Dari sekian banyak sumberdaya yang tersedia, akan didapat angka maksimal yang bisa diambil, yang kemudia kita sebut sebagai cadangan. Pada fase ini, dengan memanfaatkan software tambang, kita bisa lebih mudah dalam membuat rancangan yang maksimal demi mendapatkan nilai cadangan sebar-besarnya.

  1. Peran Software pada Mineplan Desain

Untuk merencanakan desain penambangan, perlu melihat beberapa faktor seperti, faktor keamanan, faktor ekonomis dan faktor sosial serta lingkungan. Dengan menggunakan software tambang, kita bisa dengan mudah memasukkan faktor-faktor ini untuk melihat batasan-batasan perencanaan yang maksimal. Membuat desain tambang secara 3D di software juga memudahkan para pekerja tambang untuk merealisasikan rencana penambangan.

  1. Peran Software pada Schedulling Tambang

Penjadwalan proses penambangan akan sangat rumit dan sulit dimengerti oleh pekerja lapangan, mengingat terdapat beberapa shift dalam proses kerja. Dengan adanya software, penjadwalan penambangan cenderung jadi lebih mudah dan terencana dengan lebih rapi dan teratur. Selain itu pembuatan jadwal pekerjaan dalam software juga sudah berjalan secara otomatis, sehingga dapat menghemat waktu perhitungan.

Penulis: Rohmah

Editor: Akhsan

Syarat Mengikuti Lelang WIUP

Syarat Mengikuti Lelang WIUP  

Syarat Mengikuti Lelang WIUP
 

Panduan Lengkap Memahami Prosedur Perizinan Pertambangan Sesuai PP Nomor 96 Tahun 2021

Pemerintah Indonesia melalui PP Nomor 96 Tahun 2021 menetapkan bahwa kepemilikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) hanya dapat diperoleh melalui proses lelang yang diatur secara ketat. Artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon peserta lelang untuk mendapatkan izin pertambangan, serta bagaimana perusahaan dapat meningkatkan peluang mereka dalam memenangkan lelang tersebut.

1. Persyaratan Administratif bagi Peserta Lelang Pertambangan

Untuk berpartisipasi dalam lelang WIUP, calon peserta lelang harus memenuhi beberapa persyaratan administratif. Persyaratan ini bervariasi tergantung pada jenis entitas yang mengajukan permohonan, yaitu badan usaha, koperasi, atau perusahaan perseorangan. Berikut adalah detail persyaratannya:

  • Badan Usaha:

    • Nomor Induk Berusaha (NIB)
    • Profil lengkap badan usaha
    • Susunan pengurus, daftar pemegang saham, dan daftar pemilik manfaat dari badan usaha
  • Koperasi:

    • Nomor Induk Berusaha (NIB)
    • Profil lengkap koperasi
    • Susunan pengurus dan daftar pemilik manfaat dari koperasi
  • Perusahaan Perseorangan:

    • Nomor Induk Berusaha (NIB)
    • Profil lengkap perusahaan perseorangan
    • Susunan pengurus dan daftar pemilik manfaat dari perusahaan perseorangan

2. Persyaratan Teknis dan Lingkungan untuk Lelang Pertambangan

Selain persyaratan administratif, calon peserta lelang juga harus memenuhi persyaratan teknis dan lingkungan. Persyaratan ini mencakup:

  • Pengalaman dalam Bidang Pertambangan: Calon peserta harus memiliki pengalaman dalam bidang pertambangan mineral atau batubara. Bagi perusahaan baru, mereka harus mendapatkan dukungan dari perusahaan lain yang bergerak di bidang pertambangan.

  • Personil Berpengalaman: Memiliki personil yang berpengalaman dalam bidang pertambangan dan/atau geologi dengan minimal pengalaman selama 3 tahun.

  • Kepatuhan Lingkungan: Calon peserta harus menyiapkan surat pernyataan kesanggupan untuk mematuhi peraturan perundang-undangan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

  • RKAB Tahunan: Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahunan selama kegiatan eksplorasi juga harus disiapkan.

3. Persyaratan Finansial dalam Lelang Pertambangan

Aspek finansial merupakan bagian penting dalam proses lelang. Berikut adalah persyaratan finansial yang harus dipenuhi:

  • Laporan Keuangan: Calon peserta harus menyertakan laporan keuangan 3 tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik. Bagi perusahaan baru, diperlukan surat keterangan dari akuntan publik.

  • Surat Keterangan Fiskal: Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan dengan menyertakan surat keterangan fiskal yang relevan.

  • Jaminan Kesungguhan Lelang: Calon peserta harus menempatkan jaminan kesungguhan lelang dalam bentuk uang tunai di bank pemerintah sebesar 10% dari nilai kompensasi data informasi.

  • Pembayaran Penawaran Lelang: Calon peserta harus menyampaikan surat pernyataan kesanggupan untuk membayar nilai penawaran lelang WIUP mineral logam atau WIUP batubara paling lambat 7 hari kerja setelah pengumuman pemenang lelang.

Kesimpulan: Pentingnya Mengikuti Prosedur dan Memenuhi Persyaratan

Mengikuti prosedur yang tepat dan memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah adalah kunci sukses dalam memperoleh izin pertambangan melalui lelang. Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari ahli, peluang untuk memenangkan lelang akan semakin besar.

Untuk membantu Anda dalam proses ini, Bima Shabartum Group hadir sebagai Konsultan Tambang dan Lingkungan Terpercaya. BSG menawarkan layanan lengkap yang mencakup semua aspek teknis, administratif, lingkungan, dan finansial yang diperlukan untuk mengikuti lelang WIUP, serta memastikan kepatuhan terhadap semua peraturan yang berlaku. Dengan dukungan dari Bima Shabartum Group, Anda dapat meningkatkan peluang sukses dalam mendapatkan izin pertambangan yang diinginkan.

Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id

#KonsultanTambang #KonsultanPertambangan #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidup #KonsultanLingkungan #BimaShabartumbimashabartum
#BimaShabartum

Faktor Efisiensi Kerja dalam Produktivitas Pertambangan

Faktor Efisiensi Kerja dalam Produktivitas Pertambangan 

Faktor Efisiensi Kerja dalam Produktivitas Pertambangan

Meningkatkan Produktivitas Pertambangan Melalui Efisiensi Kerja: Panduan Lengkap

Produktivitas dalam industri pertambangan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah efisiensi kerja. Efisiensi kerja mencakup penggunaan alat, pengaturan waktu kerja, dan kemampuan pekerja. Artikel ini akan membahas ketiga aspek tersebut dan bagaimana mereka berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas di sektor pertambangan.

1. Efisiensi Penggunaan Alat dalam Pertambangan

Efisiensi penggunaan alat adalah kunci untuk mencapai produksi yang optimal. Beberapa indikator penting dalam efisiensi alat meliputi:

  • Kesediaan Mekanik (Mechanical Availability): Faktor ini mengukur kesiapan alat untuk bekerja dengan memperhitungkan waktu yang hilang akibat perbaikan dan perawatan mekanis. Kesediaan mekanik yang rendah menandakan kondisi alat yang kurang baik dan tingginya waktu perbaikan.

  • Kesediaan Fisik (Physical Availability): Menunjukkan kesiapan alat untuk beroperasi dengan memperhatikan faktor-faktor eksternal seperti kondisi jalan dan cuaca. Jika kesediaan fisik lebih tinggi dari kesediaan mekanik, artinya alat belum digunakan sesuai kapasitas maksimalnya.

  • Kesediaan Penggunaan (Use Availability): Faktor ini menunjukkan efisiensi penggunaan alat selama waktu kerja yang tersedia ketika alat dalam kondisi baik. Persentase yang rendah menandakan bahwa alat belum dimanfaatkan secara maksimal.

  • Penggunaan Efektif (Effective Utilization): Mengukur seberapa besar persentase waktu kerja yang tersedia digunakan secara efektif untuk produksi. Semakin tinggi angka ini, semakin baik pengelolaan waktu dan alat yang digunakan.

2. Efisiensi Jam Kerja dalam Pertambangan

Jam kerja yang efektif sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertambangan. Beberapa variabel yang mempengaruhi efisiensi jam kerja antara lain:

  • Jadwal Jam Tersedia: Total waktu yang dialokasikan untuk pekerjaan.
  • Jam Kerja: Waktu yang benar-benar digunakan untuk produksi.
  • Jam Maintenance dan Repair Alat: Waktu yang diperlukan untuk perawatan dan perbaikan alat.
  • Jam Standby: Waktu ketika alat seharusnya siap bekerja tetapi tidak bisa digunakan karena berbagai alasan seperti cuaca buruk atau masalah disiplin kerja.

3. Skill dan Kemampuan Pekerja dalam Pertambangan

Kemampuan pekerja, terutama operator alat berat, sangat penting dalam industri pertambangan. Operator alat berat harus memiliki keterampilan dan keahlian khusus untuk mengoperasikan berbagai jenis alat berat seperti Bulldozer, Hydraulic Excavator, Wheel Loader, dan Dump Truck. Selain itu, operator juga bertanggung jawab atas perawatan dan perbaikan alat berat sesuai dengan standar Maintenance & Repair yang berlaku di perusahaan.

Kesimpulan

Efisiensi kerja adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi produktivitas dalam industri pertambangan. Dengan memaksimalkan efisiensi penggunaan alat, pengaturan jam kerja yang optimal, dan peningkatan keterampilan pekerja, perusahaan dapat mencapai hasil produksi yang lebih tinggi dan lebih efisien.

Untuk memastikan efisiensi kerja yang optimal di tambang Anda, Bima Shabartum Group hadir sebagai Konsultan Tambang dan Lingkungan Terpercaya. BSG siap membantu Anda dalam pengelolaan alat, pengaturan waktu kerja, serta peningkatan keterampilan pekerja, sehingga produktivitas pertambangan Anda dapat meningkat secara signifikan.

Penulis: Rohmah
Editor: Akhsan

 


Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id

#KonsultanTambang #KonsultanPertambangan #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidup #KonsultanLingkungan #BimaShabartumbimashabartum
#BimaShabartum