IUP-OP-SUDAH-KELUAR-1

PT. Bima Shabartum Wijaya Raih IUP Operasi Produksi

IUP-OP-SUDAH-KELUAR-1

Bima Shabartum Wijaya Raih IUP Operasi Produksi: Peluang Besar dalam Industri Andesit

Pada bulan Februari 2024, PT. Bima Shabartum Wijaya secara resmi memperoleh IUP Operasi Produksi (Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi), langkah signifikan yang memungkinkan perusahaan ini memulai operasi pertambangan dan produksi andesit secara komersial. Izin ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam mengoptimalkan potensi sumber daya tambang yang melimpah, terutama di wilayah Sumatera Selatan.

Apa Itu IUP Operasi Produksi?

IUP Operasi Produksi merupakan izin yang diberikan kepada perusahaan tambang setelah menyelesaikan studi kelayakan dan eksplorasi yang berhasil. Izin ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan kegiatan tambang, termasuk penambangan, pengolahan, dan pemasaran hasil tambang. Bagi PT. Bima Shabartum Wijaya, pencapaian ini menandai awal dari peningkatan aktivitas pertambangan, terutama pada komoditas andesit yang menjadi fokus utama.

Potensi Andesit di OKU Selatan

  1. Bima Shabartum Wijaya telah melakukan eksplorasi di Desa Damarpura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, yang dikenal memiliki sumber daya andesit yang melimpah. Andesit adalah batuan beku yang sangat populer dalam industri konstruksi karena kekuatannya yang luar biasa dan ketahanannya terhadap cuaca ekstrem.

Diperkirakan, perusahaan akan mampu memproduksi hingga 2.025.000 ton andesit dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Cadangan ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan konstruksi di berbagai wilayah, mendukung pembangunan infrastruktur skala besar di Indonesia.

Keunggulan Andesit sebagai Material Konstruksi

Andesit dikenal sebagai material unggulan dalam industri konstruksi karena sifat-sifat berikut:

  • Kuat dan Tahan Lama: Andesit memiliki struktur yang sangat kuat dan tahan terhadap tekanan, menjadikannya ideal untuk proyek infrastruktur berat seperti pembangunan jalan dan trotoar.
  • Tahan Terhadap Cuaca: Kemampuan andesit untuk bertahan dalam berbagai kondisi cuaca menjadikannya pilihan utama untuk proyek-proyek di lingkungan terbuka.
  • Estetika yang Menarik: Andesit juga memiliki tampilan alami yang menarik, sering digunakan untuk mempercantik lanskap atau dekorasi eksterior bangunan.

Mengapa Memilih PT. Bima Shabartum Wijaya?

Dengan telah diperolehnya IUP Operasi Produksi, PT. Bima Shabartum Wijaya kini berada di posisi yang kuat untuk menjadi salah satu penyedia andesit berkualitas tinggi di Indonesia. Keunggulan kami meliputi:

  • Produksi Skala Besar: Kami siap memproduksi andesit dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan pasar konstruksi nasional.
  • Sumber Daya yang Melimpah: Cadangan andesit yang ditemukan di Desa Damarpura menjamin pasokan yang stabil dan berkelanjutan selama bertahun-tahun ke depan.
  • Kualitas Material yang Terjamin: Andesit dari wilayah ini memiliki karakteristik fisik yang sangat sesuai untuk berbagai aplikasi konstruksi, menjadikannya pilihan tepat bagi proyek besar.

Peluang Investasi Bersama PT. Bima Shabartum Wijaya

Dengan potensi sumber daya yang besar dan kini diperkuat oleh IUP Operasi Produksi, PT. Bima Shabartum Wijaya menawarkan peluang investasi yang sangat menguntungkan. Bergabunglah bersama kami dalam mengembangkan tambang andesit yang siap memasok kebutuhan infrastruktur nasional.

Keuntungan Berinvestasi Bersama Kami:

  • Stabilitas Pasokan: Dengan cadangan yang melimpah dan rencana produksi yang jelas, kami memastikan pasokan material konstruksi yang stabil.
  • Legalitas yang Kuat: Dengan perolehan IUP Operasi Produksi, kami mematuhi semua regulasi pertambangan yang berlaku, memastikan keamanan dan keberlanjutan operasi.
  • Dukungan Infrastruktur: Lokasi tambang yang strategis di Sumatera Selatan memudahkan akses ke pasar lokal maupun nasional.

Hubungi Kami untuk Informasi Lebih Lanjut

Bima Shabartum Wijaya siap memenuhi kebutuhan konstruksi Anda dengan andesit berkualitas tinggi. Hubungi kami sekarang dan jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari industri pertambangan yang sedang berkembang pesat ini.

 
📞 Untuk layanan konsultan tambang dan lingkungan, hubungi kami: Telp: 0711-411407
WhatsApp: +62823-7472-2113
Email: admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website: bimashabartum.co.id
 

5 Hal Pertama yang Harus Dilakukan Sebelum Mengurus Izin Lingkungan

5 Hal Pertama yang Harus Dilakukan Sebelum Mengurus Izin Lingkungan

kelayakan teknis, ekonomi dan lingkungan. Dalam hal pengurusan kelayakan lingkungan yang dibuktikan dengan Perling terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan oleh pemrakarsa.

Berdasarkan regulasi terbaru (PP 22 Tahun 2021), terdapat persyaratan yang harus dipenuhi pemrakarsa sebelum dapat memulai pengurusan Perling. Berikut syarat yang harus dilakukan dan disiapkan:

  1. Melakukan penapisan dokumen lingkungan ke Dinas Lingkungan setempat sesuai dengan jenis industri, kapasitas dan besaran usaha yang akan diajukan. Syarat dan informasi lengkap untuk keperluan penapisan ini dapat dilihat pada lampiran K tentang Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral pada Permen KLHK RI No 4 Tahun 2021.
  2. Deskripsi Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan

Dokumen Deskripsi rencana usaha dan/atau kegiatan berisi informasi lengkap tentang usaha yang akan dilakukan, lokasi dan koordinat wilayah usaha, besaran dan luasan usaha dan hal-hal lain yang perlu disampaikan dan diminta oleh Dinas Lingkungan setempat.

  1. Rona Lingkungan Hidup Awal Didalam Dan Disekitar Lokasi Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan.

Batasan dan jumlah pemantauan pada rona awal sebelum dilakukan kegiatan usaha mengikuti hasil penapisan mandiri dan penapisan dari Dinas Lingkungann setempat. Jenis dan jumlah titik pemantauan rona awal akan kembali disepakati dengan Tim Uji Kelayakan (TUK) saat pengurusan Perling berlangsung.

  1. Konsultasi Publik

Dilakukan untuk memberi pengumuman dan diskusi publik dengan semua stakeholder dan masyarakat sekitar yang diperkirakan akan terdampak oleh usaha pemrakarsa. Syarat-sayarat pelaksnaaan konsultasi publik akan kita bahas di konten berikutnya.

  1. Tim penyusun dan Tenaga Ahli Penyusunan Dokumen Izin Lingkungan

Terbitnya regulasi baru juga menjelaskan beberapa syarat kualifikasi dari tim penyusun izin lingkungan beserta sertifikasi minimal yang harus dimiliki. Izin lingkungan yang berbeda (AMDAL/ RKL/RPL /SPPLH) juga akan memiliki syarat yg berbeda. Detail lengkap mengenai syarat kualifikasi dan sertifikasi tim penyusun ini akan kita bahas secara khusus di konten berikutnya.

Penulis: SR

Editor: AF

Faktor Pembentuk Batubara

Faktor Faktor Pembentuk Batubara

Batubara, sebagai sumber daya alam yang penting dan strategis, mengalami proses pembentukan yang kompleks. Pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan batubara sangat krusial. Dalam konteks ini, penelitian oleh Schlatter’s (1973) memberikan wawasan yang berharga. Mari kita telaah beberapa faktor kunci yang berkontribusi pada pembentukan batubara.

1. Posisi Geotektonik (Geotectonic Position)

Posisi geotektonik mencakup sejumlah variabel penting seperti iklim, morfologi cekungan, kecepatan sedimentasi, dan jenis flora. Dalam daerah dengan aktivitas tektonik tinggi, penurunan cekungan cenderung lebih cepat. Hal ini dapat memengaruhi kualitas dan jenis batubara, serta menciptakan perbedaan petrografi dan kontaminasi mineral.

2. Topografi Purba (Paleotopography)

Morfolgi cekungan memiliki dampak signifikan pada penyebaran rawa-rawa tempat batubara terbentuk. Daerah datar tanpa bukit, khususnya di daerah pantai, ideal untuk pembentukan batubara.

3. Posisi Geografi (Geographical Position)

Posisi geografi, khususnya iklim dan temperatur, memainkan peran penting dalam pertumbuhan tumbuhan pembentuk batubara. Daerah tropis dan subtropis seringkali lebih mendukung pertumbuhan tumbuhan yang subur.

4. Iklim (Climate)

Kelembaban dan suhu iklim memengaruhi perkembangan tumbuhan. Daerah tropis dan basah sering menjadi tempat pembentukan batubara yang tebal dan berkualitas tinggi.

5. Tumbuhan (Flora)

Tumbuhan adalah unsur utama pembentukan batubara. Komposisi kimia tumbuhan, terutama lignin, berdampak pada kualitas dan derajat batubara yang terbentuk.

6. Pembusukan (Decomposition)

Proses pembusukan tumbuhan oleh bakteri dan jamur memainkan peran kunci dalam transformasi bahan organik menjadi gambut, langkah awal dalam pembentukan batubara.

7. Penurunan Dasar Cekungan (Subsidence)

Keseimbangan antara penurunan dasar cekungan dan akumulasi tumbuhan adalah faktor penentu ketebalan lapisan batubara.

8. Waktu Geologi (Geological Age)

Periode geologi tertentu menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan tumbuhan dan akumulasi batubara. Waktu geologi juga berkontribusi pada derajat dan kualitas batubara.

9. Sejarah Setelah Pengendapan (Post-Depositional History)

Posisi geotektonik setelah pengendapan memengaruhi struktur cekungan batubara, termasuk lipatan, sesar, atau terobosan batuan beku.

10. Metamorfosa Organik (Organic Metamorphism)

Proses perubahan dari gambut menjadi batubara, dikenal sebagai metamorfosa organik, dipengaruhi oleh suhu, tekanan, dan faktor-faktor geokimia setelah fase pengendapan.

Pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor ini memungkinkan peneliti dan industri untuk merencanakan eksploitasi batubara secara lebih efisien dan berkelanjutan. Dalam evolusi energi global, batubara tetap menjadi pemain penting, dan penelitian lebih lanjut akan terus diperlukan untuk memahami dan mengelola sumber daya ini secara optimal.

 

Source: adigeologist.com

Pengaruh Kompetensi Pekerja Tambang Terhadap Produktivitas Penambangan

Pengaruh Kompetensi Pekerja Tambang Terhadap Produktivitas Penambangan

Skill atau kemampuan pekerja tambang, baik sebagai operator alat maupun engineer memegang peranan yang sangat vital terhadap pencapaian produktivitas penambangan. Skill atau kemampuan pekerja ini pada dasanya dipengaruhi oleh kompetensi yang dimilikinya. Kompetensi yang dimiliki oleh pekerja tambang dapat terkonfirmasi dari sertifikat kompetensi yang dimilikinya.

Skill atau kemampuan pekerja memang tidak bisa diukur dengan angka, namun pengaruh dari skill atau kemampuan pekerja ini akan terlihat pada hasil akhir pekerjaan. Maka dari itu, penting untuk memastikan bahwa pekerja sudah memiliki kompetensi sesuai dengan porsi pekerjaanya.

Selain untuk memastikan kemampuan dasar yang dimiliki oleh pekerja, sertifikasi kompetensi juga terbukti dapat mengurangi angka kelalaian hingga kecelakaan kerja di area tambang. Hal ini dikarenakan, pekerja yang sudah bersertifikat kompetensi cenderung telah memahami dasar-dasar dalam keselamatan kerja.

Pada dasarnya pengaruh kompetensi terhadap produktivitas penambangan adalah sebagai berikut:

1.  Semakin banyak dan semakin baik kompetensi yang dimiliki pekerja tambang, maka nilai produktivitas penambangan cenderung semakin besar.

2.   Semakin banyak pekerja tambang yang bersertfikat kompetensi, tingkat kemungkinan kecelkaan kerja selama aktivitas penambangan cenderung lebih kecil.

Hal-hal yang dapat dilakukan perusahaan terhadap pekerja tambang untuk meningkatkan produktivitas penambangan keseluruhan:

1.   Meningkatkan kompetensi para pekerja melalui kegiatan internal development seperti in-house training atau sharing session sesama pekerja.

2.  Memberi kesempatan pada semua pekerja untuk meningkatkan kompetensi melalui kelas kompetensi bersertifikat resmi, jika perlu perusahaan dapat membiayai pekerja untuk mengikuti kelas kompetensi.

3.     Mencantumkan persyaratan kompetensi minimal pada saat perekrutan pekerja tambang.

4.   Melakukan inspeksi teratur terhadap pemahaman dalam kompetensi dasar pekerja tambang.

Pengaruh Efektitivitas Jam Kerja Terhadap Produktivitas

Pengaruh Efektitivitas Jam Kerja Terhadap Produktivitas

Proses penambangan menuntut efisiensi dan efektifitas dalam pelaksanaanya. Baik dalam hal penggunaan alat berat, penggunaan bahan bakar, pengelolaan sumber daya manusia, hingga pemanfaatan jam kerja. Semua hal ini akan mempengaruhi penambangan secara langsung terutama dalalm hal capaian produktivitas.

Dalam hal pemanfaatan jam kerja, proses penambangan harus memiliki jam kerja yang efektif demi tercapainya target produksi. Perhitungan jam kerja efektif ini biasanya disebut dalam formula jam kerja efektif.

Efektivitas jam kerja atau biasa disebut waktu kerja efektif adalah waktu kerja yang tersedia yang berhasil terkonversi menjadi kerja aktual. Pada dasarnya dari semua waktu kerja yang tersedia tidak akan sepenuhnya terkonversi menjadi kerja aktual, hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti adanya pergantian shift, safety talk, jam istirahat dan lain sebagainya.

Secara formula, waktu kerja efektif biasanya ditulis dalam bentuk persen untuk mengetahui tingkat efektif penggunaan jam kerja tersedia atau jam kerja terencana. Formulanya dapat ditulis sebagai berikut:

Kita mengetahui bahwa jam kerja tersedia didapat dari turunan rencana produksi tambang, kemudian disederhanakna menjadi target produksi tahunan, bulanan hingga harian.

Sementara waktu kerja efektif adalah bentuk aktual dari pelaksanaan waktu kerja tersedia atau yang direncanakan. Karena itulah nilai waktu kerja efektif sangat besar pengaruhnya terhadap produktivitas penambangan secara keseluruhan. Semakin besar persen kerja efeltif maka semakin baik produktiivtas penambangan tersebut.

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan efektivitas jam kerja:

  1. Menghilangkan keterlambatan, pada dasarnya keterlambatan lebih besar dipengaruhi oleh tingkat kedisiplinan para operator alat. Kaerna itu, penting untuk ditugaskan supervisor untuk mengawasi kerja operator agar optimal terhadapa waktu kerja.
  2. Alat dan operator siap sedia. Departemen yang bertanggung jawab terhadapa kesediaan alat harus benar-benar mampu untuk memastikan alat berat siap kerja sesuai dengan waktu kerja yang tersedia. Hal ini juga berlaku untuk operator, operator harus terus dipastikan kehadiran dan kesanggupanya untuk kerja sesuai dengan jam kerja yang tersedia.
  3. Menyusun shift kerja yang optimal, sering kali waktu untuk pergantian shift memakan waktu yang terlalu lama sehingga tidak terkonversi menjadi kerja efektif. Sistem shift kerja harus disusun sedemikian rupa sehingga memenuhi kebutuhan sesusai dengan waktu kerja tersedia.

Penulis : Richie
Editor: AF

 

Perbedaan Tiga Jenis Tujuan Pengeboran

Proses pertambangan secara keseluruhan tidak bisa lepas dari proses eksplorasi sebagai tonggak awal proses pertambangan layak dimulai atau tidak. Salah satu proses eksplorasi yang wajib untuk dilakukan untuk memastikan data eksplorasi dengan benar adalah tahap pengeboran. Pengeboran dalam pertambangan memiliki beberapa jenis sesuai dengan tujuan dan output yang diinginkan.

Tiga jenis pengeboran utama dalam pertambangan adalah pengeboran eksplorasi, pengeboran geotekik dan pengeboran hidrologi. Apa saja perbedaan dalam ketiga jenis pengeboran ini, selengkapnya bisa dilihat dalam tabel berikut:

 

Compare
Explorasi
Geoteknik
Hidrologi

Fungsi

Untuk mencari sumber daya atau tambahan cadangan guna memperpanjang usia pertambangan

untuk mengetahui kekuatan batuan, daya dukung batuan dan kemiringan lereng maksimal.

Untuk mengetahui pengaruh air tanah, debit, recovery air tanah, Aquifer, dan pengaruhnya terhadap lingkungan.

Jenis lubang pengeboran

Touch Core, Open hole, Full core

Full Core

Open hole

Luasan

seluas IUP pertambangan

sepanjang Design pit, atau bangunan

di tempat yang mau di dewatering, atau di uji standard air nya

Sample

Batuan yang di cari ( batubara, ore, etc)

seluruh litologi dalam titik bor

no sample

Laporan

Hasil Eksplorasi

Kajian Geoteknik

Kajian Hidrogeologi

Metode

Geofisika ( Well-log), Geolistrik

Geolistrik, Pumping Test, Slag Test

Waktu

Sepanjang Usia Pertambangan

Saat pembukaan Pit, atau Bangunan

Saat pembukaan Pit, atau Bangunan

Hasil

Rencana Kemajuan Pertambangan

Sudut yang aman, kekuatan pondasi, pencegahan longsor,

pengaruh air tanah terhadap lingkungan, set pompa, dan setting pond.

Peralatan

Alat bor dan kru

Alat bor dan kru

Alat bor, kru, mesin Pump.

 
Penulis : Siti Rohmah

Editor : AF

paparan-studi-kelayakan-dan-laporan-eksplroasi-pt-bsw

Paparan Dokumen Studi Kelayakan PT. Bima Shabartum Wijaya

paparan-studi-kelayakan-dan-laporan-eksplroasi-pt-bsw

Paparan Dokumen Studi Kelayakan PT. Bima Shabartum Wijaya: Menuju Peningkatan IUP Operasi Produksi

Lokasi: Kec. Buana Pemaca, Kab. Ogan Komering Ulu Selatan, Prov. Sumatera Selatan

  1. Bima Shabartum Wijaya baru-baru ini memaparkan hasil Studi Kelayakan dan Laporan Eksplorasi yang dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah penting dalam proses peningkatan perizinan IUP Operasi Produksi yang sesuai dengan peraturan pemerintah terbaru. Proses ini mengacu pada PP 96 Tahun 2021 tentang pelaksanaan kegiatan pertambangan mineral dan batubara, yang mengharuskan setiap perusahaan pertambangan untuk memenuhi berbagai persyaratan hukum sebelum mendapatkan izin operasi penuh.

Peningkatan Perizinan IUP Operasi Produksi

Proses studi kelayakan dan penyusunan laporan eksplorasi ini penting untuk memastikan kelayakan operasional dari tambang yang dikelola. IUP Operasi Produksi adalah tahap lanjutan dalam izin usaha pertambangan yang memungkinkan perusahaan untuk mulai melakukan kegiatan produksi. PT. Bima Shabartum Wijaya terus berupaya memenuhi syarat perizinan ini guna memaksimalkan potensi tambang andesit yang ada di kawasan tersebut.

Fokus pada Komoditas Andesit yang Potensial

Dalam kegiatan eksplorasi ini, PT. Bima Shabartum Wijaya memfokuskan pada komoditas andesit, batuan beku yang banyak digunakan dalam industri konstruksi. Andesit dikenal sebagai material yang kuat dan tahan lama, sangat ideal untuk infrastruktur seperti jalan, jembatan, serta berbagai proyek bangunan lainnya.

Potensi Andesit di Desa Damarpura, OKU Selatan

Salah satu lokasi strategis yang diidentifikasi oleh tim eksplorasi adalah Desa Damarpura di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Desa ini memiliki cadangan andesit yang melimpah, dengan estimasi produksi hingga 2.025.000 ton andesit selama lima tahun ke depan. Sumber daya ini tidak hanya menjadi aset penting bagi PT. Bima Shabartum Wijaya, tetapi juga menjadi solusi bagi kebutuhan material konstruksi berkualitas di Indonesia.

Keunggulan Andesit untuk Konstruksi

Andesit merupakan pilihan utama untuk berbagai proyek infrastruktur karena keunggulannya:

  • Tahan Lama: Memiliki ketahanan yang tinggi terhadap cuaca ekstrem dan tekanan.
  • Kuat: Cocok untuk proyek besar seperti pembangunan jalan, dinding penahan, serta pondasi bangunan.
  • Ketersediaan Melimpah: Dengan sumber daya yang besar, proyek-proyek besar dapat didukung oleh pasokan yang stabil dan berkelanjutan.

Peluang Investasi di PT. Bima Shabartum Wijaya

Dengan potensi sumber daya andesit yang besar, PT. Bima Shabartum Wijaya membuka peluang investasi yang sangat menguntungkan. Keuntungan dari investasi ini meliputi:

  • Ketersediaan Sumber Daya: Andesit berkualitas tinggi yang dapat diproduksi dalam jumlah besar.
  • Proses Legal yang Jelas: PT. Bima Shabartum Wijaya mengikuti semua regulasi pertambangan terbaru, termasuk PP 96 Tahun 2021, sehingga memastikan kelancaran operasional jangka panjang.
  • Potensi Pasar yang Besar: Meningkatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia membutuhkan pasokan bahan konstruksi yang stabil dan berkualitas.

Hubungi Kami untuk Kesempatan Investasi

Bima Shabartum Wijaya siap menjadi mitra terbaik Anda dalam menyediakan andesit berkualitas tinggi. Jangan lewatkan peluang investasi dalam industri tambang andesit yang menjanjikan di Sumatera Selatan. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut dan mulai bekerjasama dalam proyek yang menguntungkan ini.

📞 Untuk layanan konsultan tambang dan lingkungan, hubungi kami: Telp: 0711-411407

WhatsApp: +62823-7472-2113
Email: admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website: bimashabartum.co.id

Pengaruh Efisiensi Penggunaan Alat Terhadap Target Produktivitas

Produktivitas pertambangan secara keseluruhan sangat dipengaruhi oleh produktivitas masing-masing alat berat. Karena itu menghitung efisiensi penggunaan alat berat menjadi sangat penting.

Secara umum terdapat 4 hitungan yang dapat mempresentasikan tingkat efisiensi penggunaan alat berat, yaitu PA, MA, UA, dan EU. Nilai-nilai ini bisa anda dapatkan melalui timesheet yang biasanya diisi oleh operator unit. Melalui timesheet tersebut, anda harus mendapatkan:

  1. Jam Operasi : total jam unit bekerja
  2. Jam Standby : total jam unit standby/idle karena faktor eksternal seperti hujan, jalan rusak, istirahat, dll.
  3. Jam Breakdown : total jam maintenance karena faktor internal seperti adanya kerusakan, service maintenance unit, dll.
  4. Jam Kerja : total keseluruhan aktivitas unit pada hari tersebut. Jam Kerja bisa anda dapatkan dengan menggabungkan seluruh hasil Jam Operasi, Jam Standby, dan Jam Breakdown

1. Kesediaan Mekanik (Mechanical Availability / MA)

Faktor yang menunjukkan kesediaan alat dalam melakukan pekerjaan dengan memperhatikan kehilangan waktu yang digunakan untuk memperbaiki mesin, perawatan dan alasan mekanis lainnya. Jika kesediaan mekanis kecil maka kondisi mekanis alat kurang baik dan jam perbaikan alat tinggi. Formulanya dapat ditulis sebagai berkut:

2. Kesediaan Fisik (Physical Availability)

Faktor yang menunjukkan kesediaan alat untuk melakukan kerja dengan memperhatikan waktu yang hilang karena rusaknya jalan, faktor cuaca dan lain-lain. Jika kesediaan fisik lebih besar dari kesediaan mekanis, berarti bahwa alat belum digunakan sesuai dengan kemampuannya.

3. Kesediaan Penggunaan (Use Availability)

Faktor yang menunjukkan efisiensi kerja alat selama waktu kerja yang tersedia dimana kondisi alat tidak rusak. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa efektif alat yang tidak rusak dimanfaatkan dan menjadi ukuran seberapa baik pengelolaan peralatan yang digunakan. Persentase rendah menunjukkan bahwa pengoperasian alat belum maksimal.

4. Penggunaan Efektif (Effective Utilization)

Faktor yang menunjukkan berapa persen dari seluruh waktu kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau persen waktu yang dimanfaatkan oleh alat untuk bekerja dari sejumlah waktu kerja yang tersedia.

Singkatnya, jika keempat nilai diatas semakin besar akan menghasilkan nilai produktivitas penambangan yang semakin besar pula. Upaya-upaya yang bisa dilakukan agar keempat parameter ini bernilai besar adalah:

  1. Maintenance alat secara teratur sesuai dengan history kendaraan, hindari maintenance alat hanya saat ada trouble Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadi breakdown yang memakan waktu yang lama.
  2. Maksimalkan jam kerja yang tersedia, hal-hal mendetail mengenai jam kerja akan kita bahas di SiBima Edu berikutnya.
  3. Pengawasan operator, untuk memastikan operator memaksimalkan waktu kerja alat.
  4. Pastikan fleet alat berat memiliki match factor yang optimal sehingga tidak ada waktu standyby yang tersedia.

Author By Richie

Editor By AF                                                                                                                                                                      

3 Alasan Anda Membutuhkan Konsultan Tambang

3 Alasan Anda Membutuhkan Konsultan Tambang

Mengapa Konsultan Pertambangan Penting dalam Investasi Tambang

1. Pendahuluan: Keberhasilan Sektor Pertambangan Pasca Covid-19

Pulihnya kondisi ekonomi dari dampak Covid-19 telah menggerakkan kembali sektor pertambangan. Harga batubara, sebagai contoh, mencapai puncak tertinggi dalam sejarahnya. Dalam konteks investasi, sektor pertambangan menjadi pilihan menjanjikan. Di antara berbagai aspek yang mendukung keberhasilan investasi ini, peran konsultan pertambangan menjadi sangat vital.

2. Peran Konsultan Pertambangan: Proses Perizinan

Konsultan pertambangan hadir untuk membantu dalam berbagai aspek usaha tambang. Salah satunya adalah pengurusan perizinan, termasuk perizinan pembangunan usaha dan perpanjangan izin usaha. Dalam proses yang tidak sering terjadi, konsultan membantu menyelesaikan pekerjaan yang wajib terlaksana, berhubungan langsung dengan instansi pemerintah yang terkait.

3. Laporan Rutin: Keahlian Konsultan dalam Pelaporan

Konsultan pertambangan juga memiliki peran penting dalam pembuatan laporan rutin. Dengan pengetahuan dan kemampuan dalam pembuatan laporan harian, bulanan, hingga laporan RKAB, konsultan membantu perusahaan menjalankan tugas ini secara efisien. Penggunaan jasa konsultan lebih menguntungkan daripada memiliki pegawai khusus, terutama jika laporan-laporan ini hanya dibutuhkan sekali setahun.

4. Studi Kelayakan: Analisis Teliti dan Berkelanjutan

Tugas konsultan tidak hanya sebatas administratif; mereka juga bertanggung jawab untuk membuat studi kelayakan. Ini melibatkan analisis dampak kerja dan eksploitasi perusahaan pertambangan. Konsultan menggunakan pengetahuan dan pengalaman mereka untuk menganalisis setiap detail, memastikan kegiatan eksplorasi memberikan dampak negatif yang minimal.

5. Rekomendasi Konsultan Pertambangan Terbaik: Bima Shabartum Group

Dalam memilih konsultan pertambangan, penting untuk memilih yang menyediakan jasa lengkap dan terpercaya. Bima Shabartum Group, berbasis di Sumatera Selatan, merupakan rekomendasi terbaik. Berdiri sejak 2016, perusahaan ini telah membuktikan kehandalannya dalam berbagai layanan pertambangan, mulai dari pengurusan izin hingga jasa reklamasi dan pascatambang.

6. Kontak dan Informasi: Hubungi Bima Shabartum Group

Untuk menghubungi Bima Shabartum Group, Anda dapat mengakses situs web bimashabartum.co.id atau mengunjungi akun Instagram bima_shabartum dan LinkedIn Bima Shabartum Group. Kontak juga dapat dilakukan melalui WhatsApp di WA 082374422113

Dengan melibatkan konsultan pertambangan yang kompeten dan berpengalaman, pelaku industri pertambangan dapat memastikan kelancaran operasional mereka dan mengoptimalkan potensi investasi di sektor yang berkembang pesat ini.

Penulis: Arien

Editor: Akhsan

Syarat Mengikuti Lelang WIUP

Syarat Mengikuti Lelang WIUP  

Syarat Mengikuti Lelang WIUP
 

Panduan Lengkap Memahami Prosedur Perizinan Pertambangan Sesuai PP Nomor 96 Tahun 2021

Pemerintah Indonesia melalui PP Nomor 96 Tahun 2021 menetapkan bahwa kepemilikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) hanya dapat diperoleh melalui proses lelang yang diatur secara ketat. Artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon peserta lelang untuk mendapatkan izin pertambangan, serta bagaimana perusahaan dapat meningkatkan peluang mereka dalam memenangkan lelang tersebut.

1. Persyaratan Administratif bagi Peserta Lelang Pertambangan

Untuk berpartisipasi dalam lelang WIUP, calon peserta lelang harus memenuhi beberapa persyaratan administratif. Persyaratan ini bervariasi tergantung pada jenis entitas yang mengajukan permohonan, yaitu badan usaha, koperasi, atau perusahaan perseorangan. Berikut adalah detail persyaratannya:

  • Badan Usaha:

    • Nomor Induk Berusaha (NIB)
    • Profil lengkap badan usaha
    • Susunan pengurus, daftar pemegang saham, dan daftar pemilik manfaat dari badan usaha
  • Koperasi:

    • Nomor Induk Berusaha (NIB)
    • Profil lengkap koperasi
    • Susunan pengurus dan daftar pemilik manfaat dari koperasi
  • Perusahaan Perseorangan:

    • Nomor Induk Berusaha (NIB)
    • Profil lengkap perusahaan perseorangan
    • Susunan pengurus dan daftar pemilik manfaat dari perusahaan perseorangan

2. Persyaratan Teknis dan Lingkungan untuk Lelang Pertambangan

Selain persyaratan administratif, calon peserta lelang juga harus memenuhi persyaratan teknis dan lingkungan. Persyaratan ini mencakup:

  • Pengalaman dalam Bidang Pertambangan: Calon peserta harus memiliki pengalaman dalam bidang pertambangan mineral atau batubara. Bagi perusahaan baru, mereka harus mendapatkan dukungan dari perusahaan lain yang bergerak di bidang pertambangan.

  • Personil Berpengalaman: Memiliki personil yang berpengalaman dalam bidang pertambangan dan/atau geologi dengan minimal pengalaman selama 3 tahun.

  • Kepatuhan Lingkungan: Calon peserta harus menyiapkan surat pernyataan kesanggupan untuk mematuhi peraturan perundang-undangan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

  • RKAB Tahunan: Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahunan selama kegiatan eksplorasi juga harus disiapkan.

3. Persyaratan Finansial dalam Lelang Pertambangan

Aspek finansial merupakan bagian penting dalam proses lelang. Berikut adalah persyaratan finansial yang harus dipenuhi:

  • Laporan Keuangan: Calon peserta harus menyertakan laporan keuangan 3 tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik. Bagi perusahaan baru, diperlukan surat keterangan dari akuntan publik.

  • Surat Keterangan Fiskal: Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan dengan menyertakan surat keterangan fiskal yang relevan.

  • Jaminan Kesungguhan Lelang: Calon peserta harus menempatkan jaminan kesungguhan lelang dalam bentuk uang tunai di bank pemerintah sebesar 10% dari nilai kompensasi data informasi.

  • Pembayaran Penawaran Lelang: Calon peserta harus menyampaikan surat pernyataan kesanggupan untuk membayar nilai penawaran lelang WIUP mineral logam atau WIUP batubara paling lambat 7 hari kerja setelah pengumuman pemenang lelang.

Kesimpulan: Pentingnya Mengikuti Prosedur dan Memenuhi Persyaratan

Mengikuti prosedur yang tepat dan memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah adalah kunci sukses dalam memperoleh izin pertambangan melalui lelang. Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari ahli, peluang untuk memenangkan lelang akan semakin besar.

Untuk membantu Anda dalam proses ini, Bima Shabartum Group hadir sebagai Konsultan Tambang dan Lingkungan Terpercaya. BSG menawarkan layanan lengkap yang mencakup semua aspek teknis, administratif, lingkungan, dan finansial yang diperlukan untuk mengikuti lelang WIUP, serta memastikan kepatuhan terhadap semua peraturan yang berlaku. Dengan dukungan dari Bima Shabartum Group, Anda dapat meningkatkan peluang sukses dalam mendapatkan izin pertambangan yang diinginkan.

Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id

#KonsultanTambang #KonsultanPertambangan #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidup #KonsultanLingkungan #BimaShabartumbimashabartum
#BimaShabartum