3 artis bos batubara

3 Artis Tanah Air Berbisnis Batubara

3 artis bos batubara

Indonesia dikenal dengan sumber daya alamnya yang melimpah dan banyak orang yang kaya karena hal tersebut, terutama pada komoditi batubara. Beberapa konglomerat batubara menjadi orang-orang penting di tanah air, seperti anggota DPR, menteri negara dan lain-lain. Beberapa dari mereka dari kalangan artis, seperti yang dibawah ini:

  1. Nikita Mirzani 

Artis penuh kontroversi ini ternyata punya banyak pundi-pundi cuan selain di dunia keartisan. Diam-diam, Niki merupakan pebisnis batu bara di Kalimantan. Niki terjun ke bisnis ini sejak tahun 2007 lalu, tetapi bukan sebagai pengelola melainkan investor. Kabarnya Niki menginvestasikan Rp 10 miliar pada bisnis batu bara.

Selain batu bara, Niki juga punya bisnis lain seperti fesyen, properti, kuliner, hingga kecantikan.

  1. Yuni Shara 

Kakak Krisdayanti ini sudah lama di dunia keartisan. Namun siapa sangka Yuni juga memiliki segudang pundi-pundi uang bukan dari dunia keartisan, melainkan salah satunya dari pertambangan batu bara.

Bisnis yang dijalani Yuni Shara itu diketahui sudah berjalan selama 1 dekade. Tambang batu bara yang dimiliki oleh Yuni Shara itu berada di Palaran, Kalimantan Timur.

  1. Cassandra Angeline 

Nama pesinetron Cassandra Angeline sempat menjadi buah bibir karena tersandung kasus prostitusi online di akhir tahun 2021. Perempuan berusia 23 tahun itu digerebek di sebuah kamar hotel oleh Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Setelahnya, Cassandra langsung digiring pihak kepolisian.

Terlepas dari itu, Cassandra sebenarnya sosok perempuan muda yang memiliki karier cemerlang. Ia bahkan memiliki usaha pertambangan, tepatnya batu bara. Cassandra merintis usaha tambang batu bara ini sejak usianya 20 tahun.

Keuntungan yang didapat dari bisnis ini juga tergolong besar dan menjanjikan. Dalam menjalankan bisnisnya, Cassandra dibantu oleh beberapa karyawan yang ikut mengurus. 

Source: CNN Indonesia

 
Apa itu Feasibility Study

Apa itu Feasibility Study

Apa itu Feasibility Study

Pentingnya Feasibility Study (FS) dalam Pengurusan Izin Usaha Pertambangan (IUP)

Pemerintah Indonesia menetapkan Feasibility Study (FS) sebagai dokumen utama dalam pengurusan Izin Usaha Pertambangan (IUP), melalui Undang-Undang yang relevan. FS bukan hanya sekadar kewajiban hukum, tetapi juga menjadi panduan esensial bagi pemerintah untuk mengawasi dan memastikan keberlanjutan dan keselamatan kegiatan pertambangan. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai FS dan peran kritisnya dalam konteks pertambangan di Indonesia.

1. Definisi dan Struktur Dokumen FS

FS adalah studi kelayakan yang merinci apakah suatu rencana usaha pertambangan layak untuk dioperasikan, mempertimbangkan aspek ekonomi, teknis, dan lingkungan. Dokumen ini terdiri dari dua bagian utama: dokumen tekno ekonomi dan dokumen lingkungan.

2. Dokumen Tekno Ekonomi: Tinjauan Komprehensif

Dokumen ini menyajikan kajian komprehensif rencana pertambangan dari sudut pandang teknis dan ekonomis. Mulai dari RKAB tahunan hingga laporan eksplorasi, setiap elemen direview untuk menyimpulkan keberlanjutan teknis dan keuntungan ekonomis. Dokumen ini kemudian diajukan ke Kementerian ESDM/Dinas ESDM Provinsi untuk persetujuan.

3. Dokumen Lingkungan: Mitigasi Dampak Lingkungan

Bagian ini fokus pada dampak lingkungan yang mungkin dihasilkan oleh rencana pertambangan. Dokumen ini dibagi menjadi AMDAL, UKL/UPL, dan SPPLH. AMDAL membahas dampak lingkungan, sedangkan UKL/UPL berlaku untuk wilayah pertambangan yang lebih kecil. Bima Shabartum sebagai konsultan pertambangan terpercaya dapat membantu penyusunan dokumen ini sesuai standar Kementerian Lingkungan.

4. Kewajiban Eksplorasi Lanjutan

Seiring dengan regulasi baru, perusahaan pertambangan yang memegang IUP OP diwajibkan melaksanakan eksplorasi lanjutan setiap tahun. Artikel ini merinci bagaimana kewajiban ini dapat diintegrasikan ke dalam FS dan bagaimana perusahaan dapat memenuhinya tanpa harus menghadapi tantangan yang berlebihan.

5. Solusi Terpadu dari Bima Shabartum Group

Bima Shabartum Group, sebagai konsultan pertambangan terlengkap, tidak hanya menyediakan bantuan dalam menyusun FS, tetapi juga dapat membantu perusahaan dengan eksplorasi lanjutan, survei, pemetaan, hingga pengeboran geoteknik. Dengan lebih dari 30 dokumen tekno ekonomi dan 10 dokumen lingkungan, Bima Shabartum telah membuktikan kehandalannya dalam mengurus izin pertambangan.

6. Manfaat bagi Perusahaan Pertambangan

Artikel ini menyoroti manfaat konkret bagi perusahaan pertambangan yang menggunakan jasa Bima Shabartum. Dengan mendapatkan dokumen-dokumen yang tepat dan mematuhi peraturan, perusahaan dapat mengoperasikan kegiatan pertambangannya dengan keyakinan dan tanpa hambatan izin.

Artikel ini menggabungkan informasi mendalam mengenai regulasi terbaru dalam industri pertambangan Indonesia dengan solusi konkret dari Bima Shabartum, menciptakan panduan yang komprehensif dan informatif bagi pembaca.

2

Ini Nih Perbedaan Pemantauan Sosekbud dan Pemetaan Sosial

Peran Strategis Perusahaan Pertambangan dalam Kewajiban Sosial: Pengambilan Data dan Dampaknya pada Masyarakat

Perusahaan pertambangan di Indonesia memiliki tanggung jawab sosial yang signifikan, yang mengharuskan mereka berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekitar tambang. Pemerintah telah menetapkan peraturan untuk memastikan kontribusi positif perusahaan pertambangan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat terdampak.

1. Kewajiban Sosial dan Pengambilan Data: Pemantauan Tahunan

Pemrakarsa memiliki kewajiban untuk melakukan pemantauan sosial setiap tahun, berdasarkan dokumen lingkungan yang disetujui oleh perusahaan, masyarakat, dan pemerintah. Ini adalah langkah awal dalam memahami dampak kegiatan pertambangan pada tingkat sosial. Proses ini mencakup pemantauan terhadap parameter-parameter yang dianggap penting oleh para pemangku kepentingan.

2. Pemetaan Sosial: Dasar RIPPM

Selain pemantauan tahunan, perusahaan juga diwajibkan melakukan pengambilan data melalui metode pemetaan sosial yang lebih rinci. Data yang dikumpulkan digunakan sebagai dasar penyusunan dokumen Rencana Induk Pengelolaan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM). RIPPM membawa dampak lebih jauh, melibatkan pemetaan yang lebih mendalam dan strategis untuk memahami dinamika sosial di tingkat lokal.

Terdapat perbedaAn prinsip dan kegunaan pada kedua hal ini, seperti dijelaskan oleh tabel dibawah ini:

Perbedaan

Pemantauan Sosial (Sosekbud)

Pemetaan Sosial (Social Mapping)

Definisi

Pemantauan yang difokuskan kepada perkembangan sosial, ekonomi dan budaya (sosekbud) pada masyarakat sekitar tambang

Upaya pemetaan sosial pada masyarakat sekitar tambang untuk melihat potensi-potensi ekonomi dan pengembangan lain yang dapat dimaksimalkan dengan kehadiran perusahaan pemerkasa.

Kegiatan pemantauan yang menjadi kewajiban pemerkasa  yang komitmen pelaksanaanya terteta pada dokumen lingkungan perusahaan pemerkasa (AMDAL / UKL/UPL)

Salah satu kewajiban pemerkasa yang nantinya akan dijadikan acua dalam penyusunan dokumen RIPPM yang dimiliki pemerkasa yang disusun berdasarakan Blue Print (BP) RIPMM Pemerintah Provinsi

Fungsi

Melihat perkembangan masyarakat sekitar tambang dari tahun ke tahun selama proses operasi pertambangan berjalan

Menjadi wadah bagi pemerkasa untuk turut serta dalam program-program pembangunan masyarakat sekitar tambang yang di sinkronkon dengan pemerintah daerah dan desa

Pplatform bagi masyarakat terdampak untuk menyampaikan aspirasi ke perusahaan setiap tahunnya

Mengetahui dan mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan masyarakat sekitar tambang, lalu mengoptimalkan potensi yang dimiliki masyarakat melalui program-program yang disusun.

Membuat celah bagi masyarakat sekitar tambang untuk dapat mengadukan hal-hal yang merugikan masyarakat

Meminimalisir penggunaan dana social impact, karena penyaluran dana melalui mekanisme program bukan dengan penyaluran dana seperti pada CSR

Prinsip Pelaksanaan

Dilakukan dengan frekuensi yang ditentukan saat penyusunan dokumen lingkungan (biasanya 6 bulan atau setahun sekali). Pengambilan data biasanya melalui metode tanya jawab dan kuisioner.

Dilaksanakan melalui diskusi mendalam dengan semua stakeholder pemerintah desa dan tokoh-tokoh desa terkait. Pengambilan data biasanya dengan metode Focus Group Discussion (FGD) atau deeptalk intervie. Pengambilan data dan penyusunan program dilaksanakan 1 kali dalam 5 tahun.

Manfaat

Wadah bagi pemerkasa untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar tambang

Memudahkan pemerkasa untuk membuat program pemberdayaan masyarakat dengan tepat sasaran

Memberikan kesadaran lebih kepada pemerkasa mengenai perkembangan masyarakat sekitar tambang

Terjadi sinkronisasi program antara pemerintah desa terdampak dengan perusahaan tambang

Memastikan dampak positif yang diharapakan dari kehadiran perusahaan terasa oleh masyarakat yang terdampak

Membantu pemerintah dalam menyetarakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara nasional

KESIMPULAN

Demikian perbedaan dari kedua pegambilan data sosial ini, Bima Shabartum selaku perusahaan konsultan pertambangan mampu mengerjakan kedua pekerjaan ini jika dibutuhkan. Hingga artikel ini ditulis, Bima Shabartum telah melakukan beberapa projek serupa terutama dengan perusahaan yang berdomisili di Sumatera Selatan, Bengkulu dan Jambi.

Penulis: Ayu

Editor: Akhsan

Penyusunan Dokumen Laporan RKL/RPL PT BPI

Penyusunan Dokumen Laporan RKL/RPL PT BPI

Bima Shabartum Group: Menguatkan Keterlibatan Sosial di Projek Lingkungan

Bima Shabartum Group, sebuah perusahaan konsultan pertambangan terpercaya berbasis di Sumatera Selatan, memperkuat keterlibatannya dalam projek-projek sosial yang terkait dengan masyarakat sekitar tambang. Pada tahun 2022, fokusnya terutama pada penyusunan dokumen Rencana Induk Pengolahan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) dan Pemantauan Sosial, Ekonomi, dan Budaya (Sosekbud), sebagai bagian dari pemantauan lingkungan yang diamanatkan dalam dokumen lingkungan perusahaan klien.

Terjun Langsung ke Masyarakat

Pada awal Agustus 2022, tim Bima Shabartum menjalankan proyek penyusunan laporan Rencana Pemantauan Lingkungan dan/atau Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL/RPL) untuk PT Bukit Pembangkit Innovative (PT BPI). Proyek ini merupakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batubara di Kecamatan Merapi Timur, dengan transmisi mencapai Kecamatan Lahat melalui Kecamatan Merapi Barat hingga berakhir di Kelurahan Pagar Agung.

Dialog dengan Masyarakat Terdampak

Tim Bima Shabartum secara langsung berinteraksi dengan tokoh masyarakat dan perangkat desa di Desa Sirah Pulau dan Desa Gunung Kembang. Fokusnya adalah mendiskusikan dampak langsung dari kegiatan PT BPI. Wawancara langsung dan pembagian sembako dilakukan untuk memudahkan pengambilan data primer yang dapat mencerminkan pandangan masyarakat.

Pendekatan Teknis yang Komprehensif

Pemantauan teknis turut dilakukan, termasuk pemantauan medan elektromagnetik pada beberapa tower transmisi yang mungkin memiliki dampak negatif pada masyarakat. Bima Shabartum menjalin kemitraan dengan ahli elektromagnetik dari Disnaker Palembang untuk memastikan keberlanjutan kegiatan dengan meminimalkan dampak pada lingkungan dan masyarakat.

Komitmen pada Dokumentasi Lingkungan

Menyusun dokumen pelaporan RKL/RPL telah menjadi keahlian khas Bima Shabartum Group. Mereka telah sukses menangani beberapa projek serupa, menunjukkan komitmen mereka pada transparansi dan keberlanjutan dalam aktivitas pertambangan dan lingkungan.

Kesimpulan: Perjalanan Menuju Konsultan Terpercaya

Bima Shabartum Group terus berbenah dan berkembang, menyediakan jasa konsultan yang diperlukan oleh berbagai jenis klien, termasuk PLTU. Dengan fokus pada keterlibatan sosial dan pemantauan lingkungan, perusahaan ini mendedikasikan diri untuk menciptakan dampak positif dalam masyarakat lokal dan lingkungan sekitarnya.


Penulis: Reno

Editor: Akhsan

Presiden Dikelilingi 4 Menteri Berbisnis Batubara

Presiden Dikelilingi 4 Menteri Berbisnis Batubara

Keterlibatan Tokoh Nasional dalam Industri Batubara: Jejak Pemimpin di Dunia Tambang

Industri batubara di Indonesia tak hanya mencakup perusahaan swasta biasa, namun juga melibatkan sejumlah tokoh nasional, termasuk para menteri kabinet. Hasil pemantauan mengungkapkan bahwa beberapa tokoh dekat presiden memiliki bisnis di sektor ini, membuka jendela pada keterlibatan elite dalam industri yang signifikan bagi ekonomi Indonesia. Berikut adalah jejak keterlibatan beberapa menteri:

1. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno

Sandiaga Uno, melalui Saratoga Investama, memiliki hak milik di Adaro Energy, perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia. Dalam tahun 2001, Adaro Energy berhasil memproduksi 56,2 juta ton batubara dengan penjualan mencapai US$3,3 miliar, membuktikan sebagai mesin uang yang signifikan.

2. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto

Prabowo Subianto memiliki perusahaan Nusantara Kaltim Coal, anak perusahaan Nusantara Energy Resources yang bergerak di sektor batubara. Didirikan pada tahun 2005, perusahaan ini memiliki hak konsesi tambang batubara di Kutai Timur, Kalimantan Timur.

3. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Luhut Binsar Pandjaitan terlibat dalam PT Toba Sejahtra, pemilik saham mayoritas PT Toba Bara Sejahtra yang memiliki bisnis pertambangan batubara di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dengan 16 perusahaan di bawahnya, Toba Sejahtra menjadi salah satu pemain penting dalam industri batubara.

4. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate

Johnny G Plate memiliki keterlibatan dalam komoditas batubara melalui perusahaannya, PT Mandosawo Putratama, yang memiliki saham di PT Yama Bumi Palaka. Dengan posisi sebelumnya sebagai Direktur Serenity Pacific Limited dan keterlibatan dalam perusahaan minyak, Johnny turut berkontribusi dalam dunia energi dan tambang.

Keterlibatan tokoh nasional dalam industri batubara menjadi sorotan karena dampaknya pada kebijakan dan pengelolaan sumber daya alam. Artikel ini menggali jejak bisnis para menteri dan menyoroti keterkaitan mereka dalam industri yang memiliki peran vital dalam ekonomi Indonesia.

Editor: Akhsan

Source: inilah.com

Densitas atau yang biasa kita sebut seagai berat jenis, merupakan nilai perbandingan berat suatu material terhadap volumenya. Nilai densitas material yang ditambang memiliki banyak pengaruh pada proses pertambangan. Seperti perhitungan penjualan batubara, penentuan alat angkut, penentuan metode pengolahan dan juga mempengaruhi kualitas batubara.

Seberapa Besar Pengaruh Densitas dalam Industri Pertambangan?

Densitas atau yang biasa kita sebut seagai berat jenis, merupakan nilai perbandingan berat suatu material terhadap volumenya. Nilai densitas material yang ditambang memiliki banyak pengaruh pada proses pertambangan. Seperti perhitungan penjualan batubara, penentuan alat angkut, penentuan metode pengolahan dan juga mempengaruhi kualitas batubara.

Densitas atau yang biasa kita sebut seagai berat jenis, merupakan nilai perbandingan berat suatu material terhadap volumenya. Nilai densitas material yang ditambang memiliki banyak pengaruh pada proses pertambangan. Seperti perhitungan penjualan batubara, penentuan alat angkut, penentuan metode pengolahan dan juga mempengaruhi kualitas batubara. Tentu terdapat beberapa pengaruh lain dari besaran densitas pada industri pertambangan, mengingat industri pertambangan juga sangat luas namun pada artikel ini kita akan fokus pada 5 hal yang dipengaruhi oleh densitas, yaitu:

1.       Perhitungan Penjualan Batubara

Dalam insdustri batubara, penjualan dihitung dengan satuan berat (tonase) sementara perhitungan stok batubara dihitung dalam satuan volume (BCM). Sehingga Nilai densitas material batubara yang dijual, sangat mempengaruhi perhitungan stok tersedia dalam satuan berat. Hal inilah yang menjadikan nilai densitas dimasukkan dalam rumus umum perhitungan produktivitas pertambangan batubara. Semakin besar nilai densitas batubara yang ditmabang, maka akan semakin besar nilai produktivitasnya.

 

2.       Penentuan Alat Angkut

Dalam hal pengangkutan material tambang, nilai densitas material yang diangkut mempengaruhi pemilihan alat angkut yang digunakan. Alat angkut yang digunakan harus memiliki payload index yang sesuai, dimana semakin besar nilai densitas material maka semakin sedikit volume material yang bisa diangkut dalam satu trip pengangkutan. Hal ini tentunya akan mempengaruhi perhitungan produktivitas pengangkutan material.

 

3.       Penentuan Metode Pengolahan Pada Mineral Logam

Pada pengolahan mineral logam, nilai densitas mempengaruhi pemilihan metode dan kapasitas alat pengolahan yang akan digunakan. Pengolahan mineral logam tertentu mengandalkan berat jenis sebagai metode pengolahannya.

 

4.       Perhitungan Nilai Kalori Batubara

Kualitas batubara yang ditambang juga dipengaruhi oleh nilai densitasnya. Besaran densitas berbanding lurus terhadap nilai moisture dan nilai ash batubara, namun berbanding terbalik terhadap nilai kalori. Jadi, semakin besar nilai densitas batubara, maka kandungan moisture dan ash cenderung semakin besar pula. Sehingga nilai kalori batubara tersebut cenderung semakin kecil seiring semakin besar nilai moisture dan ash.

 

Penulis: Reno

Editor: Akhsan

Ini Nih Perbedaan Test CPT dan SPT Jasa Konsultan Tambang dan Lingkungan Terbaik Indonesia

Ini Nih Perbedaan Test CPT dan SPT

Ini Nih Perbedaan Test CPT dan SPT

Pentingnya Pengujian Daya Dukung Tanah dalam Operasi Pertambangan dan Konstruksi

Dalam pengujian untuk mengetahui daya dukung tanah, sebelum operasi pertambangan ataupun sebuah operasi kontruksi dimulai, bisa dilakukan dengan beberapa jenis pengujian. Terdapat dua jenis pengujian daya dukung tanah yang paling sering digunakan yaitu pengujian Standard Penetration Test (SPT) dan Cone Penetration Test (CPT, atau yang biasa kita sebut sebagai sondir). Terdapat perbedaaann prinsip dan kegunaan pada kedua test ini, seperti dijelaskan oleh tabel dibawah ini:

Perbedaan

Cone
Penetration Test (CPT)

 

Standart

Penetration Test (SPT)

Definisi

Metode Pengujian statis dengan
mengunakan alat penetrasi konus tunggal maupun ganda yang ditekan secara
mekanik (hidraulik)

Metode pengujian yang  dilaksanakan bersamaan dengan pengeboran
untuk mengetahui, baik perlawanan dinamik tanah maupun pengambilan contoh
terganggu dengan teknik
penumbukan.

Fungsi

Menentukan lapisan tanah keras atau
tanah sondir dengan cepat

Mengetahui sifat rekayasa geoteknik
tanah bawah permukaan, terutama untuk tanah tanpa kohesi.

Membantu pemantauan perbedaan lapisan
setiap bagian tanah dalam

Mengidentifikasi lapisan tanah yang
merupakan bagian dari fondasi

Mengetahui dengan mudah letak muka air
tanah

 

Mengetahui nilai daya dukung tanah

 

Sangat cocok untuk karakter tanah
lunak atau lempung di wilayah Indonesia

 

Prinsip Kerja

Penetrasi konus ke dalam tanah untuk
mendapatkan nilai perlawanan konus (q), perlawanan geser (fs), angka banding
geser (Rf), dan geseran total tanah (T), dengan interval pembacaan setiap
interval 20 cm dan berhenti sampai tanah keras.

Pengujian dilakukan dengan pemukulan
menggunakan hammer sekaligus menghitung jumlah penetrasi kedalam 15 cm selama
3 kali pengukuran (N0, N1,& N2,total 45 cm), dengan interval kedalaman
antara 1,50 m s.d 2,00 m (lapisan heterogen) dan 4,00 m (homogen).

Kekurangan

1. Hanya digunakan untuk batuan
lempung, tidak dapat menembus kerikil atau lapis pasir yang tebal

1. Hanya diterapkan pada tanah kepasiran
atau kelempungan yang sangat kaku.

2. Kedalaman Penetrasi Terbatas

2. Kegiatan Pengukuran berlangsung
lambat dan mahal

3. Tidak dapat sampel tanah

 

kesimpulan

Demikian perbedaan dari kedua test ini, Bima Shabartum selaku perusahaan konsultan pertambangan mampu mengerjakan kedua pengujian ini jika dibutuhkan. Hingga artikel ini ditulis, Bima Shabartum telah melakukan pengujian terkait lebhi di 10 perusahaan klien.

Penulis: Wahidin

 

Editor: Akhsan

Kami dapati bahwa berikut adalah 9 Perusahaan jasa pertambangan terbaik di Indonesia:

9 Perusahaan Jasa Pertambangan Terbaik di Indonesia

Kami dapati bahwa berikut adalah 9 Perusahaan jasa pertambangan terbaik di Indonesia:

Konsultan Pertambangan Terbaik di Indonesia: Daftar 9 Perusahaan Unggul

1. PT SMG Consultants Indonesia: Konsultan Internasional dengan Layanan Komprehensif

PT SMG Consultants Indonesia, berbasis di Jakarta, menduduki peringkat pertama sebagai konsultan pertambangan terbaik. Merupakan kantor konsultan internasional dengan markas pusat di Singapura, PT SMG menawarkan layanan geological services, optimasi tambang, due diligence (JORC), dan berbagai jasa pertambangan lainnya.

2. Britmindo Indonesia: Konsultan dengan Keahlian Geoteknik dan JORC Report

Berdomisili di Jakarta Selatan, Britmindo Indonesia menonjol sebagai konsultan pertambangan dengan keahlian dalam geoteknik, pembuatan JORC dan KCMI report, GIS service, eksplorasi, dan layanan lainnya.

3. PT Tura Consulting: Ahli dalam Resource Modelling dan Feasibility Study

PT Tura Consulting, berbasis di Jakarta Selatan, menempati peringkat ketiga dengan keahlian dalam resource modelling, feasibility study, eksplorasi, estimasi reserve, dan berbagai layanan pertambangan.

4. PT New Resource Mine Consulting: Jasa Geological Services dan Manajemen Tambang

PT New Resource Mine Consulting, berlokasi di Jakarta Selatan, menawarkan layanan JORC Report, geological services, manajemen tambang, dan berbagai layanan pertambangan lainnya.

5. PT Greenland Resource: Konsultan dengan Fokus pada Eksplorasi dan Reklamasi

PT Greenland Resource, berdomisili di Jakarta Selatan, mengkhususkan diri dalam eksplorasi, estimasi resource, estimasi reserve, feasibility study, dan reklamasi pertambangan.

6. PT Quantus Consultants Indonesia: Expertise dalam Eksplorasi dan Manajemen Pertambangan

Berbasis di Tangerang Selatan, PT Quantus Consultants Indonesia menawarkan layanan eksplorasi, manajemen pertambangan, jasa teknikal, dan product monitoring system.

7. CUBE Consulting: Keunggulan dalam Resource Modelling dan Feasibility Study

CUBE Consulting, dengan kantor pusat di Jakarta Selatan, menonjolkan keahlian dalam eksplorasi, resource modelling, estimasi reserve, feasibility study, dan berbagai layanan pertambangan.

8. Geomine: Konsultan Pertambangan dengan Fokus Evaluasi dan Manajemen Air

Geomine, berbasis di Bandung, menawarkan layanan evaluasi pertambangan, resource modelling and estimation, geoteknik, manajemen air, dan program monitoring lingkungan pertambangan.

9. Bima Shabartum Group: Jasa Pertambangan Terlengkap di Sumatera

Bima Shabartum Group, berlokasi di Sumatera Selatan, membanggakan diri sebagai perusahaan jasa pertambangan terlengkap dan terpercaya di Sumatera. Dengan layanan mulai dari pengurusan izin hingga reklamasi, perusahaan ini menjadi mitra terpercaya bagi perusahaan pertambangan di wilayah tersebut.

Terdepan dalam Layanan Pertambangan, Pilihlah yang Terbaik

Dalam industri pertambangan yang dinamis, memiliki konsultan pertambangan yang berkualitas adalah kunci sukses. Dari PT SMG Consultants Indonesia hingga Bima Shabartum Group, pilihan konsultan terbaik di Indonesia dapat memastikan kesuksesan proyek pertambangan Anda. Pilihlah yang terbaik dan andalkan ahli dalam memandu langkah-langkah krusial dalam dunia pertambangan.

Konservasi Minerba: Upaya Pemerintah dalam Optimalisasi Minerba

Konservasi mineral dan batubara merupakan salah satu aspek yang diamanatkan oleh Undang-Undang Minerba untuk mewujudkan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice). Konservasi minerba adalah upaya dalam rangka optimalisasi pengelolaan atau pemanfaatan sumber daya mineral dan batubara secara terukur, efisien, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Objek-objek yang menjadi target pengelolaan pelaksanaan konservasi mineral dan batubara sesuai Lampiran VII Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 meliputi recovery penambangan, recovery pengolahan, batubara kualitas rendah, mineral kadar rendah, mineral Ikutan, sisa hasil pengolahan dan pemurnian, serta cadangan marginal dan sisa hasil pengolahan.

 

Pemerintah menerapkan konsep optimalisasi dalam pengelolaan sumber daya mineral yaitu dengan melakukan penyusunan Neraca Sumber Daya dan Zonasi Pertambangan. Konsep tersebut akan menghitung seluruh aspek, baik yang menguntungkan dan merugikan apabila kegiatan ekstraksi dilakukan, termasuk informasi terperinci tentang jenis komoditi berikut besaran, jumlah sumber daya serta dampak terhadap lingkungan dengan berbagai asumsi yang beralasan.

 

Berdasarkan seluruh informasi tersebut selanjutnya pemerintah akan mengambil langkah optimalisasi yang didasarkan prinsip pengelolaan sumber daya mineral yang meliputi aspek sosial, budaya dan lingkungan hidup mikro maupun makro selaras dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Sedangkan Zonasi Pertambangan merupakan peta digital dengan skala yang lebih rinci merujuk pada koordinat bumi (SIG/Sistem Informasi Geografis). Peta SIG ini memuat segala informasi peruntukan kawasan berikut segala atributnya (luas lahan, status lahan, masa berlaku kontrak, jumlah produksi dan upaya penyelamatan lingkungan yang sedang dan telah dilakukan).

 

Pembuatan zonasi ini dimaksudkan untuk membagi kawasan berdasarkan sifat karakteristik masing-masing daerah sehingga nantinya akan ada klasifikasi peruntukan lahan, apakah merupakan kawasan tertutup, penambangan bersyarat atau kawasan yang terbuka untuk penambangan. Pemerintah akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan pengelolaan sumber daya mineral demi pembangunan ekonomi dengan cara-cara yang bijaksana sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun lingkungan.

 

Source : Kementerian ESDM

Editor: Rohmah

SiBima Documentary: Survey Pendahuluan Project Pembuatan Tanda Batas PT Musi Prima Coal

SiBima Documentary: Survey Pendahuluan Project Pembuatan Tanda Batas PT Musi Prima Coal

SiBima Documentary: Survey Pendahuluan Project Pembuatan Tanda Batas PT Musi Prima Coal

Pemasangan Tanda Batas oleh Bima Shabartum Group: Konsultan Pertambangan Unggul di Sumatera Selatan

1. Bima Shabartum Group: Konsultan Pertambangan Terlengkap di Sumatera Selatan

Bima Shabartum Group, sebagai konsultan pertambangan yang berbasis di Sumatera Selatan, telah berkembang menjadi yang terlengkap dan terpercaya. Fokus utama perusahaan ini tidak hanya pada konsultasi pertambangan, tetapi juga menawarkan layanan pemasangan tanda batas sebagai bagian integral dari portofolio mereka.

2. Jasa Pemasangan Tanda Batas: Dari Perencanaan hingga SK Penetapan di Kementrian ESDM

Bima Shabartum Group tidak hanya menawarkan jasa pemasangan tanda batas, tetapi mereka juga membantu klien dari tahap perencanaan hingga pengurusan SK penetapan tanda batas di Kementrian ESDM. Keberhasilan mereka terletak pada pendekatan komprehensif yang mencakup seluruh spektrum pekerjaan terkait pemasangan tanda batas.

3. Survey Pendahuluan di PT Musi Prima Coal: Langkah Awal Menuju Proyek Sukses

Pada tanggal 7 Juli 2022, tim Bima Shabartum melakukan survey pendahuluan di PT Musi Prima Coal sebagai langkah awal pelaksanaan proyek pemasangan tanda batas. Dalam survey ini, mereka menentukan bahwa proyek ini layak untuk dilaksanakan dengan keseluruhan 51 tanda batas. Keputusan ini diambil setelah memahami faktor-faktor lapangan yang memengaruhi proyek.

4. Kewajiban Pemasangan Tanda Batas: Persyaratan Sebelum Kegiatan Produksi

Pemasangan tanda batas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) menjadi kewajiban pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sebelum memulai kegiatan produksi. Hal ini sesuai dengan peraturan pemerintah dan peraturan menteri yang mengamanatkan langkah-langkah tertentu sebelum memulai kegiatan pertambangan.

5. Proses Pembuatan Tanda Batas: Rencana Kerja Berurutan

Dalam membantu klien mereka mematuhi persyaratan, Bima Shabartum Group menawarkan dukungan penuh dari awal hingga penetapan di ESDM. Proses pembuatan tanda batas melibatkan serangkaian langkah yang harus dijalankan secara berurutan, dan Bima Shabartum siap membimbing klien melewati setiap tahap dengan keahlian mereka.

6. Bima Shabartum Group Sebagai Authorized Dealer Produk Survey CHCNAV di Indonesia

Keberhasilan Bima Shabartum Group dalam proyek pemasangan tanda batas telah membawa mereka menjadi authorized dealer dari produk survey CHCNAV di Indonesia. Ini menandakan pengakuan atas komitmen mereka dalam memberikan layanan terbaik dan memastikan kualitas dalam setiap proyek survey yang mereka tangani.

7. Komitmen Pelayanan Terbaik di Industri Pertambangan

Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik dalam industri pertambangan, Bima Shabartum Group berkomitmen untuk terus berbenah dan memberikan layanan unggul. Direktur Bima Shabartum Group, Pak Erik Wijaya, menyatakan harapannya agar komitmen ini dapat berlanjut ke depan, menegaskan peran perusahaan dalam mendukung kemajuan industri pertambangan di Indonesia.

Dengan dukungan klien dan fokus pada kualitas, Bima Shabartum Group terus berkembang sebagai pilihan utama dalam konsultasi pertambangan dan pemasangan tanda batas di Sumatera Selatan dan beyond.

Penulis:
Reno
Editor: Akhsan