Perbedaan Tiga Jenis Tujuan Pengeboran

Proses pertambangan secara keseluruhan tidak bisa lepas dari proses eksplorasi sebagai tonggak awal proses pertambangan layak dimulai atau tidak. Salah satu proses eksplorasi yang wajib untuk dilakukan untuk memastikan data eksplorasi dengan benar adalah tahap pengeboran. Pengeboran dalam pertambangan memiliki beberapa jenis sesuai dengan tujuan dan output yang diinginkan.

Tiga jenis pengeboran utama dalam pertambangan adalah pengeboran eksplorasi, pengeboran geotekik dan pengeboran hidrologi. Apa saja perbedaan dalam ketiga jenis pengeboran ini, selengkapnya bisa dilihat dalam tabel berikut:

ย 

Compare
Explorasi
Geoteknik
Hidrologi

Fungsi

Untuk mencari sumber daya atau tambahan cadangan guna memperpanjang usia pertambangan

untuk mengetahui kekuatan batuan, daya dukung batuan dan kemiringan lereng maksimal.

Untuk mengetahui pengaruh air tanah, debit, recovery air tanah, Aquifer, dan pengaruhnya terhadap lingkungan.

Jenis lubang pengeboran

Touch Core, Open hole, Full core

Full Core

Open hole

Luasan

seluas IUP pertambangan

sepanjang Design pit, atau bangunan

di tempat yang mau di dewatering, atau di uji standard air nya

Sample

Batuan yang di cari ( batubara, ore, etc)

seluruh litologi dalam titik bor

no sample

Laporan

Hasil Eksplorasi

Kajian Geoteknik

Kajian Hidrogeologi

Metode

Geofisika ( Well-log), Geolistrik

Geolistrik, Pumping Test, Slag Test

Waktu

Sepanjang Usia Pertambangan

Saat pembukaan Pit, atau Bangunan

Saat pembukaan Pit, atau Bangunan

Hasil

Rencana Kemajuan Pertambangan

Sudut yang aman, kekuatan pondasi, pencegahan longsor,

pengaruh air tanah terhadap lingkungan, set pompa, dan setting pond.

Peralatan

Alat bor dan kru

Alat bor dan kru

Alat bor, kru, mesin Pump.

ย 
Penulis : Siti Rohmah

Editor : AF

paparan-studi-kelayakan-dan-laporan-eksplroasi-pt-bsw

Paparan Dokumen Studi Kelayakan PT. Bima Shabartum Wijaya

paparan-studi-kelayakan-dan-laporan-eksplroasi-pt-bsw

Paparan Dokumen Studi Kelayakan PT. Bima Shabartum Wijaya: Menuju Peningkatan IUP Operasi Produksi

Lokasi: Kec. Buana Pemaca, Kab. Ogan Komering Ulu Selatan, Prov. Sumatera Selatan

  1. Bima Shabartum Wijaya baru-baru ini memaparkan hasil Studi Kelayakan dan Laporan Eksplorasi yang dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah penting dalam proses peningkatan perizinan IUP Operasi Produksi yang sesuai dengan peraturan pemerintah terbaru. Proses ini mengacu pada PP 96 Tahun 2021 tentang pelaksanaan kegiatan pertambangan mineral dan batubara, yang mengharuskan setiap perusahaan pertambangan untuk memenuhi berbagai persyaratan hukum sebelum mendapatkan izin operasi penuh.

Peningkatan Perizinan IUP Operasi Produksi

Proses studi kelayakan dan penyusunan laporan eksplorasi ini penting untuk memastikan kelayakan operasional dari tambang yang dikelola. IUP Operasi Produksi adalah tahap lanjutan dalam izin usaha pertambangan yang memungkinkan perusahaan untuk mulai melakukan kegiatan produksi. PT. Bima Shabartum Wijaya terus berupaya memenuhi syarat perizinan ini guna memaksimalkan potensi tambang andesit yang ada di kawasan tersebut.

Fokus pada Komoditas Andesit yang Potensial

Dalam kegiatan eksplorasi ini, PT. Bima Shabartum Wijaya memfokuskan pada komoditas andesit, batuan beku yang banyak digunakan dalam industri konstruksi. Andesit dikenal sebagai material yang kuat dan tahan lama, sangat ideal untuk infrastruktur seperti jalan, jembatan, serta berbagai proyek bangunan lainnya.

Potensi Andesit di Desa Damarpura, OKU Selatan

Salah satu lokasi strategis yang diidentifikasi oleh tim eksplorasi adalah Desa Damarpura di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Desa ini memiliki cadangan andesit yang melimpah, dengan estimasi produksi hingga 2.025.000 ton andesit selama lima tahun ke depan. Sumber daya ini tidak hanya menjadi aset penting bagi PT. Bima Shabartum Wijaya, tetapi juga menjadi solusi bagi kebutuhan material konstruksi berkualitas di Indonesia.

Keunggulan Andesit untuk Konstruksi

Andesit merupakan pilihan utama untuk berbagai proyek infrastruktur karena keunggulannya:

  • Tahan Lama: Memiliki ketahanan yang tinggi terhadap cuaca ekstrem dan tekanan.
  • Kuat: Cocok untuk proyek besar seperti pembangunan jalan, dinding penahan, serta pondasi bangunan.
  • Ketersediaan Melimpah: Dengan sumber daya yang besar, proyek-proyek besar dapat didukung oleh pasokan yang stabil dan berkelanjutan.

Peluang Investasi di PT. Bima Shabartum Wijaya

Dengan potensi sumber daya andesit yang besar, PT. Bima Shabartum Wijaya membuka peluang investasi yang sangat menguntungkan. Keuntungan dari investasi ini meliputi:

  • Ketersediaan Sumber Daya: Andesit berkualitas tinggi yang dapat diproduksi dalam jumlah besar.
  • Proses Legal yang Jelas: PT. Bima Shabartum Wijaya mengikuti semua regulasi pertambangan terbaru, termasuk PP 96 Tahun 2021, sehingga memastikan kelancaran operasional jangka panjang.
  • Potensi Pasar yang Besar: Meningkatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia membutuhkan pasokan bahan konstruksi yang stabil dan berkualitas.

Hubungi Kami untuk Kesempatan Investasi

Bima Shabartum Wijaya siap menjadi mitra terbaik Anda dalam menyediakan andesit berkualitas tinggi. Jangan lewatkan peluang investasi dalam industri tambang andesit yang menjanjikan di Sumatera Selatan. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut dan mulai bekerjasama dalam proyek yang menguntungkan ini.

๐Ÿ“ž Untuk layanan konsultan tambang dan lingkungan, hubungi kami: Telp: 0711-411407

WhatsApp: +62823-7472-2113
Email: admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website: bimashabartum.co.id

Pengaruh Efisiensi Penggunaan Alat Terhadap Target Produktivitas

Produktivitas pertambangan secara keseluruhan sangat dipengaruhi oleh produktivitas masing-masing alat berat. Karena itu menghitung efisiensi penggunaan alat berat menjadi sangat penting.

Secara umum terdapat 4 hitungan yang dapat mempresentasikan tingkat efisiensi penggunaan alat berat, yaitu PA, MA, UA, dan EU. Nilai-nilai ini bisa anda dapatkan melalui timesheet yang biasanya diisi oleh operator unit. Melalui timesheet tersebut, anda harus mendapatkan:

  1. Jam Operasi : total jam unit bekerja
  2. Jam Standby : total jam unit standby/idle karena faktor eksternal seperti hujan, jalan rusak, istirahat, dll.
  3. Jam Breakdown : total jam maintenance karena faktor internal seperti adanya kerusakan, service maintenance unit, dll.
  4. Jam Kerja : total keseluruhan aktivitas unit pada hari tersebut. Jam Kerja bisa anda dapatkan dengan menggabungkan seluruh hasil Jam Operasi, Jam Standby, dan Jam Breakdown

1. Kesediaan Mekanik (Mechanical Availability / MA)

Faktor yang menunjukkan kesediaan alat dalam melakukan pekerjaan dengan memperhatikan kehilangan waktu yang digunakan untuk memperbaiki mesin, perawatan dan alasan mekanis lainnya. Jika kesediaan mekanis kecil maka kondisi mekanis alat kurang baik dan jam perbaikan alat tinggi. Formulanya dapat ditulis sebagai berkut:

2. Kesediaan Fisik (Physical Availability)

Faktor yang menunjukkan kesediaan alat untuk melakukan kerja dengan memperhatikan waktu yang hilang karena rusaknya jalan, faktor cuaca dan lain-lain. Jika kesediaan fisik lebih besar dari kesediaan mekanis, berarti bahwa alat belum digunakan sesuai dengan kemampuannya.

3. Kesediaan Penggunaan (Use Availability)

Faktor yang menunjukkan efisiensi kerja alat selama waktu kerja yang tersedia dimana kondisi alat tidak rusak. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa efektif alat yang tidak rusak dimanfaatkan dan menjadi ukuran seberapa baik pengelolaan peralatan yang digunakan. Persentase rendah menunjukkan bahwa pengoperasian alat belum maksimal.

4. Penggunaan Efektif (Effective Utilization)

Faktor yang menunjukkan berapa persen dari seluruh waktu kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau persen waktu yang dimanfaatkan oleh alat untuk bekerja dari sejumlah waktu kerja yang tersedia.

Singkatnya, jika keempat nilai diatas semakin besar akan menghasilkan nilai produktivitas penambangan yang semakin besar pula. Upaya-upaya yang bisa dilakukan agar keempat parameter ini bernilai besar adalah:

  1. Maintenance alat secara teratur sesuai dengan history kendaraan, hindari maintenance alat hanya saat ada trouble Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadi breakdown yang memakan waktu yang lama.
  2. Maksimalkan jam kerja yang tersedia, hal-hal mendetail mengenai jam kerja akan kita bahas di SiBima Edu berikutnya.
  3. Pengawasan operator, untuk memastikan operator memaksimalkan waktu kerja alat.
  4. Pastikan fleet alat berat memiliki match factor yang optimal sehingga tidak ada waktu standyby yang tersedia.

Author By Richie

Editor By AF                                                                                                                                                                      

3 Alasan Anda Membutuhkan Konsultan Tambang

3 Alasan Anda Membutuhkan Konsultan Tambang

Mengapa Konsultan Pertambangan Penting dalam Investasi Tambang

1. Pendahuluan: Keberhasilan Sektor Pertambangan Pasca Covid-19

Pulihnya kondisi ekonomi dari dampak Covid-19 telah menggerakkan kembali sektor pertambangan. Harga batubara, sebagai contoh, mencapai puncak tertinggi dalam sejarahnya. Dalam konteks investasi, sektor pertambangan menjadi pilihan menjanjikan. Di antara berbagai aspek yang mendukung keberhasilan investasi ini, peran konsultan pertambangan menjadi sangat vital.

2. Peran Konsultan Pertambangan: Proses Perizinan

Konsultan pertambangan hadir untuk membantu dalam berbagai aspek usaha tambang. Salah satunya adalah pengurusan perizinan, termasuk perizinan pembangunan usaha dan perpanjangan izin usaha. Dalam proses yang tidak sering terjadi, konsultan membantu menyelesaikan pekerjaan yang wajib terlaksana, berhubungan langsung dengan instansi pemerintah yang terkait.

3. Laporan Rutin: Keahlian Konsultan dalam Pelaporan

Konsultan pertambangan juga memiliki peran penting dalam pembuatan laporan rutin. Dengan pengetahuan dan kemampuan dalam pembuatan laporan harian, bulanan, hingga laporan RKAB, konsultan membantu perusahaan menjalankan tugas ini secara efisien. Penggunaan jasa konsultan lebih menguntungkan daripada memiliki pegawai khusus, terutama jika laporan-laporan ini hanya dibutuhkan sekali setahun.

4. Studi Kelayakan: Analisis Teliti dan Berkelanjutan

Tugas konsultan tidak hanya sebatas administratif; mereka juga bertanggung jawab untuk membuat studi kelayakan. Ini melibatkan analisis dampak kerja dan eksploitasi perusahaan pertambangan. Konsultan menggunakan pengetahuan dan pengalaman mereka untuk menganalisis setiap detail, memastikan kegiatan eksplorasi memberikan dampak negatif yang minimal.

5. Rekomendasi Konsultan Pertambangan Terbaik: Bima Shabartum Group

Dalam memilih konsultan pertambangan, penting untuk memilih yang menyediakan jasa lengkap dan terpercaya. Bima Shabartum Group, berbasis di Sumatera Selatan, merupakan rekomendasi terbaik. Berdiri sejak 2016, perusahaan ini telah membuktikan kehandalannya dalam berbagai layanan pertambangan, mulai dari pengurusan izin hingga jasa reklamasi dan pascatambang.

6. Kontak dan Informasi: Hubungi Bima Shabartum Group

Untuk menghubungi Bima Shabartum Group, Anda dapat mengakses situs web bimashabartum.co.id atau mengunjungi akun Instagram bima_shabartum dan LinkedIn Bima Shabartum Group. Kontak juga dapat dilakukan melalui WhatsApp di WA 082374422113

Dengan melibatkan konsultan pertambangan yang kompeten dan berpengalaman, pelaku industri pertambangan dapat memastikan kelancaran operasional mereka dan mengoptimalkan potensi investasi di sektor yang berkembang pesat ini.

Penulis: Arien

Editor: Akhsan

Syarat Mengikuti Lelang WIUP

Syarat Mengikuti Lelang WIUPย ย 

Syarat Mengikuti Lelang WIUP
ย 

Panduan Lengkap Memahami Prosedur Perizinan Pertambangan Sesuai PP Nomor 96 Tahun 2021

Pemerintah Indonesia melalui PP Nomor 96 Tahun 2021 menetapkan bahwa kepemilikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) hanya dapat diperoleh melalui proses lelang yang diatur secara ketat. Artikel ini akan menjelaskan langkah-langkah dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon peserta lelang untuk mendapatkan izin pertambangan, serta bagaimana perusahaan dapat meningkatkan peluang mereka dalam memenangkan lelang tersebut.

1. Persyaratan Administratif bagi Peserta Lelang Pertambangan

Untuk berpartisipasi dalam lelang WIUP, calon peserta lelang harus memenuhi beberapa persyaratan administratif. Persyaratan ini bervariasi tergantung pada jenis entitas yang mengajukan permohonan, yaitu badan usaha, koperasi, atau perusahaan perseorangan. Berikut adalah detail persyaratannya:

  • Badan Usaha:

    • Nomor Induk Berusaha (NIB)
    • Profil lengkap badan usaha
    • Susunan pengurus, daftar pemegang saham, dan daftar pemilik manfaat dari badan usaha
  • Koperasi:

    • Nomor Induk Berusaha (NIB)
    • Profil lengkap koperasi
    • Susunan pengurus dan daftar pemilik manfaat dari koperasi
  • Perusahaan Perseorangan:

    • Nomor Induk Berusaha (NIB)
    • Profil lengkap perusahaan perseorangan
    • Susunan pengurus dan daftar pemilik manfaat dari perusahaan perseorangan

2. Persyaratan Teknis dan Lingkungan untuk Lelang Pertambangan

Selain persyaratan administratif, calon peserta lelang juga harus memenuhi persyaratan teknis dan lingkungan. Persyaratan ini mencakup:

  • Pengalaman dalam Bidang Pertambangan: Calon peserta harus memiliki pengalaman dalam bidang pertambangan mineral atau batubara. Bagi perusahaan baru, mereka harus mendapatkan dukungan dari perusahaan lain yang bergerak di bidang pertambangan.

  • Personil Berpengalaman: Memiliki personil yang berpengalaman dalam bidang pertambangan dan/atau geologi dengan minimal pengalaman selama 3 tahun.

  • Kepatuhan Lingkungan: Calon peserta harus menyiapkan surat pernyataan kesanggupan untuk mematuhi peraturan perundang-undangan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

  • RKAB Tahunan: Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahunan selama kegiatan eksplorasi juga harus disiapkan.

3. Persyaratan Finansial dalam Lelang Pertambangan

Aspek finansial merupakan bagian penting dalam proses lelang. Berikut adalah persyaratan finansial yang harus dipenuhi:

  • Laporan Keuangan: Calon peserta harus menyertakan laporan keuangan 3 tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik. Bagi perusahaan baru, diperlukan surat keterangan dari akuntan publik.

  • Surat Keterangan Fiskal: Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan dengan menyertakan surat keterangan fiskal yang relevan.

  • Jaminan Kesungguhan Lelang: Calon peserta harus menempatkan jaminan kesungguhan lelang dalam bentuk uang tunai di bank pemerintah sebesar 10% dari nilai kompensasi data informasi.

  • Pembayaran Penawaran Lelang: Calon peserta harus menyampaikan surat pernyataan kesanggupan untuk membayar nilai penawaran lelang WIUP mineral logam atau WIUP batubara paling lambat 7 hari kerja setelah pengumuman pemenang lelang.

Kesimpulan: Pentingnya Mengikuti Prosedur dan Memenuhi Persyaratan

Mengikuti prosedur yang tepat dan memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah adalah kunci sukses dalam memperoleh izin pertambangan melalui lelang. Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari ahli, peluang untuk memenangkan lelang akan semakin besar.

Untuk membantu Anda dalam proses ini, Bima Shabartum Group hadir sebagai Konsultan Tambang dan Lingkungan Terpercaya. BSG menawarkan layanan lengkap yang mencakup semua aspek teknis, administratif, lingkungan, dan finansial yang diperlukan untuk mengikuti lelang WIUP, serta memastikan kepatuhan terhadap semua peraturan yang berlaku. Dengan dukungan dari Bima Shabartum Group, Anda dapat meningkatkan peluang sukses dalam mendapatkan izin pertambangan yang diinginkan.

Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id

#KonsultanTambangย #KonsultanPertambanganย #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidupย #KonsultanLingkunganย #BimaShabartumbimashabartum
#BimaShabartum

Faktor Efisiensi Kerja dalam Produktivitas Pertambangan

Faktor Efisiensi Kerja dalam Produktivitas Pertambanganย 

Faktor Efisiensi Kerja dalam Produktivitas Pertambangan

Meningkatkan Produktivitas Pertambangan Melalui Efisiensi Kerja: Panduan Lengkap

Produktivitas dalam industri pertambangan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah efisiensi kerja. Efisiensi kerja mencakup penggunaan alat, pengaturan waktu kerja, dan kemampuan pekerja. Artikel ini akan membahas ketiga aspek tersebut dan bagaimana mereka berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas di sektor pertambangan.

1. Efisiensi Penggunaan Alat dalam Pertambangan

Efisiensi penggunaan alat adalah kunci untuk mencapai produksi yang optimal. Beberapa indikator penting dalam efisiensi alat meliputi:

  • Kesediaan Mekanik (Mechanical Availability): Faktor ini mengukur kesiapan alat untuk bekerja dengan memperhitungkan waktu yang hilang akibat perbaikan dan perawatan mekanis. Kesediaan mekanik yang rendah menandakan kondisi alat yang kurang baik dan tingginya waktu perbaikan.

  • Kesediaan Fisik (Physical Availability): Menunjukkan kesiapan alat untuk beroperasi dengan memperhatikan faktor-faktor eksternal seperti kondisi jalan dan cuaca. Jika kesediaan fisik lebih tinggi dari kesediaan mekanik, artinya alat belum digunakan sesuai kapasitas maksimalnya.

  • Kesediaan Penggunaan (Use Availability): Faktor ini menunjukkan efisiensi penggunaan alat selama waktu kerja yang tersedia ketika alat dalam kondisi baik. Persentase yang rendah menandakan bahwa alat belum dimanfaatkan secara maksimal.

  • Penggunaan Efektif (Effective Utilization): Mengukur seberapa besar persentase waktu kerja yang tersedia digunakan secara efektif untuk produksi. Semakin tinggi angka ini, semakin baik pengelolaan waktu dan alat yang digunakan.

2. Efisiensi Jam Kerja dalam Pertambangan

Jam kerja yang efektif sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertambangan. Beberapa variabel yang mempengaruhi efisiensi jam kerja antara lain:

  • Jadwal Jam Tersedia: Total waktu yang dialokasikan untuk pekerjaan.
  • Jam Kerja: Waktu yang benar-benar digunakan untuk produksi.
  • Jam Maintenance dan Repair Alat: Waktu yang diperlukan untuk perawatan dan perbaikan alat.
  • Jam Standby: Waktu ketika alat seharusnya siap bekerja tetapi tidak bisa digunakan karena berbagai alasan seperti cuaca buruk atau masalah disiplin kerja.

3. Skill dan Kemampuan Pekerja dalam Pertambangan

Kemampuan pekerja, terutama operator alat berat, sangat penting dalam industri pertambangan. Operator alat berat harus memiliki keterampilan dan keahlian khusus untuk mengoperasikan berbagai jenis alat berat seperti Bulldozer, Hydraulic Excavator, Wheel Loader, dan Dump Truck. Selain itu, operator juga bertanggung jawab atas perawatan dan perbaikan alat berat sesuai dengan standar Maintenance & Repair yang berlaku di perusahaan.

Kesimpulan

Efisiensi kerja adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi produktivitas dalam industri pertambangan. Dengan memaksimalkan efisiensi penggunaan alat, pengaturan jam kerja yang optimal, dan peningkatan keterampilan pekerja, perusahaan dapat mencapai hasil produksi yang lebih tinggi dan lebih efisien.

Untuk memastikan efisiensi kerja yang optimal di tambang Anda, Bima Shabartum Group hadir sebagai Konsultan Tambang dan Lingkungan Terpercaya. BSG siap membantu Anda dalam pengelolaan alat, pengaturan waktu kerja, serta peningkatan keterampilan pekerja, sehingga produktivitas pertambangan Anda dapat meningkat secara signifikan.

Penulis: Rohmah
Editor: Akhsan

ย 


Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id

#KonsultanTambangย #KonsultanPertambanganย #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidupย #KonsultanLingkunganย #BimaShabartumbimashabartum
#BimaShabartum

Ini 5 Resiko yang Akan Anda Hadapi Ketika Berkarir di Tambang

Ini 5 Resiko yang Akan Anda Hadapi Ketika Berkarir di Tambang

Ini 5 Resiko yang Akan Anda Hadapi Ketika Berkarir di Tambang

5 Risiko Utama Bekerja di Sektor Pertambangan: Apa yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Memutuskan Berkarir di Industri Ini

Bekerja di sektor pertambangan menawarkan peluang karir yang menjanjikan dengan gaji tinggi dan prospek yang menarik. Namun, di balik imbalan tersebut, terdapat berbagai risiko yang perlu dipertimbangkan. Artikel ini akan mengulas lima risiko utama yang dihadapi pekerja di sektor pertambangan, memberikan wawasan yang penting sebelum memutuskan untuk berkarir di bidang ini. Di akhir artikel, kami akan merekomendasikan Bima Shabartum Group sebagai konsultan tambang dan lingkungan terpercaya.

1. Berkurangnya Waktu dengan Keluarga

Salah satu tantangan utama bekerja di sektor pertambangan adalah berkurangnya waktu bersama keluarga. Pekerja di lapangan, terutama di proyek besar seperti migas lepas pantai, sering kali harus berada di lokasi kerja selama berbulan-bulan. Misalnya, engineer di proyek migas lepas pantai harus tinggal di anjungan atau rig tanpa bisa pulang ke rumah kecuali saat cuti. Ini berarti waktu bersama keluarga menjadi sangat terbatas.

2. Risiko Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja adalah risiko signifikan bagi pekerja pertambangan. Berita tentang kecelakaan seperti meledaknya sumur minyak atau kebocoran pipa gas yang menyebabkan kebakaran sering kali menghiasi media. Untuk mengurangi risiko, perusahaan tambang biasanya menerapkan aturan keselamatan kerja yang ketat, termasuk penggunaan atribut keselamatan seperti helm dan pelindung lainnya.

3. Paparan Gas dan Zat Kimia Berbahaya

Pekerja di sektor pertambangan, terutama di sektor migas, berisiko terpapar gas dan zat kimia berbahaya. Gas seperti hidrogen sulfida (H2S) yang ditemukan di sumur minyak dapat berbahaya dan mengancam saluran pernapasan. Oleh karena itu, perlindungan dan pemantauan lingkungan kerja sangat penting untuk mencegah paparan zat berbahaya.

4. Risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Meskipun sektor pertambangan menawarkan gaji yang tinggi, PHK tetap menjadi risiko yang harus diwaspadai. PHK biasanya terjadi ketika perusahaan menghadapi penurunan harga komoditas tambang atau krisis ekonomi. Misalnya, penurunan harga minyak atau batu bara dapat memaksa perusahaan untuk mengurangi jumlah karyawan untuk efisiensi biaya.

5. Risiko Penyakit Kronis

Penyakit kronis adalah risiko kesehatan yang signifikan bagi pekerja pertambangan. Salah satu contohnya adalah pneumoconiosis, atau penyakit paru-paru akibat penumpukan debu batu bara. Gejala penyakit ini termasuk sesak napas dan batuk, dan dapat mengganggu kualitas hidup pekerja secara serius. Perlindungan pernapasan dan pemantauan kesehatan rutin sangat penting untuk mengurangi risiko penyakit ini.

Rekomendasi

Mempertimbangkan risiko-risiko tersebut, penting bagi calon pekerja di sektor pertambangan untuk mendapatkan informasi yang akurat dan nasihat profesional. Bima Shabartum Group dapat memberikan bantuan dan konsultasi terkait keselamatan dan kesehatan kerja di industri pertambangan. Dengan pengalaman dan keahlian dalam bidang ini, Bima Shabartum Group dapat membantu memastikan bahwa semua aspek keselamatan dan lingkungan kerja diatur dengan baik.

Hubungi Bima Shabartum Group untuk konsultasi dan solusi terbaik dalam pengelolaan risiko dan keselamatan di sektor pertambangan.

ย 

Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id

#KonsultanTambangย #KonsultanPertambanganย #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidupย #KonsultanLingkunganย #BimaShabartumbimashabartum
#BimaShabartum

sibima training and development review mine plan design class 2022

Sibima TnD: Pelaksanaan Pelatihan Kelas Mineplan Design oleh Bima Shabartum (Online Class)

sibima training and development review mine plan design class 2022

Pelatihan Mine Planning Design oleh Bima Shabartum Group: Kembangkan Kemampuan Anda dalam Desain Penambangan

Bima Shabartum Group (BSG) melalui program SiBima Training & Development (TnD) baru-baru ini mengadakan pelatihan Mine Planning Design, sebuah kesempatan emas untuk mengasah keterampilan dalam desain awal penambangan dan perhitungan cadangan. Pelatihan ini penting bagi para profesional di sektor pertambangan yang ingin meningkatkan produktivitas dan efektivitas penambangan mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai pelatihan ini, manfaatnya, serta rencana pengembangan program TnD di masa depan.

Apa Itu Mine Planning Design?

Mine Planning Design adalah proses krusial dalam industri pertambangan yang mencakup perencanaan awal penambangan dan perhitungan cadangan. Kemampuan ini melibatkan perencanaan terperinci dari awal proyek hingga tahap penambangan, termasuk penyusunan jadwal, perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang. Kemampuan ini sangat penting karena secara langsung mempengaruhi produktivitas dan efisiensi operasional tambang.

Detail Pelatihan Mine Planning Design oleh BSG

BSG menyelenggarakan pelatihan Mine Planning Design secara online pada tanggal 25 Juni dan 2 Juli 2022, dari pukul 19.00 hingga 22.00 WIB. Pelatihan ini diadakan pada malam hari untuk menyesuaikan dengan jadwal peserta yang sebagian besar sudah bekerja di sektor pertambangan. Sebelum pelatihan utama, peserta diwajibkan mengikuti trial session pada 24 Mei 2022 untuk mengurangi kesalahan teknis dan memastikan pelatihan berjalan lancar.

Materi dan Pengajaran

Pelatihan ini menghadirkan Bapak Hanif Purnama Gumilar, Section Head Mineplan di PT Putra Perkasa Abadi, sebagai narasumber. Peserta mendapatkan materi mendalam tentang desain penambangan dengan penjelasan yang mudah dipahami. Salah satu peserta, Ranty, menyampaikan apresiasi atas metode pengajaran yang sabar dan jelas dari Bapak Hanif, yang membantu mengatasi berbagai kendala teknis.

Rencana Pengembangan Program TnD BSG

BSG berkomitmen untuk terus mengembangkan program pelatihan melalui SiBima Training & Development. Pada paruh kedua tahun ini, BSG berencana mengadakan kelas pelatihan bulanan yang meliputi:

  1. Kelas GIS
  2. Kelas Basic Mining Software
  3. Kelas Geomodelling
  4. Kelas Mineplanning Design
  5. Kelas Mine Surveyor
  6. Kelas Scheduling

Selain itu, BSG juga sedang mengembangkan kelas di luar software pertambangan untuk mendukung berbagai karir di industri pertambangan.

Kesimpulan

Pelatihan Mine Planning Design oleh BSG merupakan kesempatan berharga untuk meningkatkan kemampuan dalam desain dan perencanaan penambangan. Dengan dukungan dari narasumber berpengalaman dan materi pelatihan yang komprehensif, peserta dapat memaksimalkan potensi mereka di industri pertambangan.

Bima Shabartum Group terus berkomitmen untuk menyediakan pelatihan berkualitas tinggi dan dukungan profesional untuk semua insan pertambangan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan dan layanan konsultasi, hubungi Bima Shabartum Group sebagai Konsultan Tambang dan Lingkungan Terpercaya.

Penulis: Akhsan
Editor: Akhsan

ย 

Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id

#KonsultanTambangย #KonsultanPertambanganย #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidupย #KonsultanLingkunganย #BimaShabartumbimashabartum
#BimaShabartum

Bagaimana Alat Produksi mempengaruhi Produktivitas Penambangan

Faktor Alat dalam Produktivitas Penambangan

Bagaimana Alat Produksi mempengaruhi Produktivitas Penambangan

Pengaruh Alat Produksi terhadap Produktivitas Pertambangan: Faktor Utama yang Perlu Diperhatikan

Dalam industri pertambangan, alat produksi memainkan peran krusial dalam menentukan tingkat produktivitas. Selain faktor material dan efisiensi, alat produksi adalah salah satu faktor utama yang dapat dimodifikasi dan dioptimalkan untuk mencapai hasil maksimal. Artikel ini akan membahas bagaimana alat produksi mempengaruhi produktivitas pertambangan dan faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk memaksimalkan efektivitasnya.

1. Cycle Time Alat

Cycle time adalah waktu yang dibutuhkan oleh alat produksi untuk menyelesaikan satu siklus pekerjaannya. Meminimalkan cycle time alat dapat secara langsung meningkatkan produktivitas. Berikut adalah aspek-aspek penting dari cycle time alat:

a. Cycle Time Alat Gali Muat

  • Waktu Menggali (Digging Time): Waktu yang dibutuhkan alat muat untuk menggali dan mengisi bucket dengan material. Waktu ini dipengaruhi oleh kekerasan material (fragmentasi).

  • Waktu Berputar (Swing Time): Waktu yang diperlukan bucket untuk berputar dalam keadaan penuh dan kosong. Faktor ini dipengaruhi oleh sudut antara alat gali muat dan alat angkut.

  • Waktu Muat (Loading Time): Waktu yang diperlukan untuk menumpahkan material dari bucket ke dump truck hingga bucket siap untuk berputar kembali. Waktu ini juga dipengaruhi oleh fragmentasi material.

b. Cycle Time Alat Angkut

  • Waktu Muat (Loading Time): Cycle time alat gali muat selama memasukkan material ke alat angkut.

  • Waktu Mengangkut Muatan: Waktu yang dibutuhkan alat angkut untuk membawa material ke tempat penimbunan, dipengaruhi oleh jarak angkut, grade jalan, tahanan gulir, daya cengkeram roda, dan kecepatan alat.

  • Waktu Berputar (Manuver Time): Waktu yang dibutuhkan alat angkut untuk melakukan persiapan pembongkaran dan pemuatan kembali.

  • Waktu Pembongkaran (Dumping Time): Waktu yang diperlukan untuk membongkar material di tempat penimbunan.

  • Waktu Kembali Kosong: Waktu yang diperlukan alat angkut untuk kembali ke area penggalian dan siap melakukan pemuatan kembali.

2. Match Factor

Match Factor adalah ukuran keserasian antara alat gali muat dan alat angkut dalam satu armada. Faktor ini mempengaruhi efektivitas operasional dan produktivitas keseluruhan. Formula dasar untuk menghitung Match Factor adalah:

  • MF < 1: Alat muat menunggu, sementara alat angkut bekerja penuh.
  • MF = 1: Kedua alat bekerja secara serasi, tanpa ada yang menunggu.
  • MF > 1: Alat angkut menunggu, sementara alat muat bekerja penuh.

3. Spesifikasi/Kapasitas Alat

Spesifikasi alat mencakup kapasitas maksimal yang dapat dilakukan alat untuk menyelesaikan pekerjaan. Pemilihan alat yang sesuai dengan kondisi kerja dan target produksi sangat penting. Faktor-faktor berikut perlu dipertimbangkan:

  • Ukuran Bucket atau Vessel: Memengaruhi jumlah material yang dapat diangkut dalam satu siklus.

  • Kapasitas Alat: Harus sesuai dengan luas front kerja dan target produksi.

  • Kondisi Kerja: Pemilihan alat harus disesuaikan dengan material yang akan ditambang dan kondisi operasional di lapangan.

Kesimpulan

Optimalisasi alat produksi merupakan kunci untuk meningkatkan produktivitas di sektor pertambangan. Dengan memperhatikan cycle time alat, match factor, dan spesifikasi alat, Anda dapat memaksimalkan efisiensi dan hasil produksi pertambangan. Untuk bimbingan lebih lanjut dalam mengelola dan mengoptimalkan alat produksi pertambangan, Bima Shabartum Group adalah pilihan yang tepat. Sebagai Konsultan Tambang dan Lingkungan Terpercaya, BSG menawarkan layanan konsultasi dan pelatihan untuk membantu Anda mencapai produktivitas optimal di industri pertambangan.

Penulis: Rohmah
Editor: Akhsan

ย 


Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id

#KonsultanTambangย #KonsultanPertambanganย #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidupย #KonsultanLingkunganย #BimaShabartumbimashabartum
#BimaShabartum

TAHAPAN PERIZINAN TAMBANG WIUP IUP

INILAH DAFTAR URUTAN MENGURUS IZIN PERTAMBANGAN HINGGA IZIN PRODUKSI

Tata Cara Pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan Mineral Logam atau Wilayah Izin Usaha Pertambangan Batubara

TAHAPAN PERIZINAN TAMBANG WIUP IUP
ย 

Panduan Lengkap Mendapatkan Izin Usaha Pertambangan di Indonesia: Persyaratan dan Prosedur Terbaru

Izin Usaha Pertambangan (IUP) adalah dokumen krusial yang diperlukan untuk melakukan kegiatan pertambangan di Indonesia. Berdasarkan peraturan terbaru, proses perolehan IUP untuk Mineral Logam dan Batubara kini dilakukan melalui lelang. Artikel ini menjelaskan persyaratan dan prosedur yang harus dipenuhi untuk mendapatkan IUP, baik pada tahap eksplorasi maupun tahap operasi produksi.

Persyaratan untuk Mengikuti Lelang WIUP

Untuk mengikuti lelang Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) Mineral Logam atau Batubara, calon peserta harus memenuhi beberapa persyaratan administratif, teknis, lingkungan, dan finansial, sebagai berikut:

1. Persyaratan Administratif

  • Nomor Induk Berusaha: Identifikasi resmi badan usaha.
  • Profil Badan Usaha: Informasi lengkap tentang badan usaha yang berpartisipasi.
  • Susunan Pengurus dan Daftar Pemegang Saham: Daftar pengurus, pemilik manfaat, dan pemegang saham badan usaha, koperasi, atau perusahaan perseorangan.

2. Persyaratan Teknis dan Pengelolaan Lingkungan

  • Pengalaman di Bidang Pertambangan: Calon peserta harus memiliki pengalaman di bidang pertambangan mineral atau batubara atau didukung oleh perusahaan pertambangan lain.
  • Personil Berpengalaman: Memiliki personil dengan pengalaman minimal 3 tahun di bidang pertambangan dan/atau geologi.
  • Surat Pernyataan Lingkungan: Kesanggupan untuk mematuhi peraturan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
  • RKAB Tahunan: Rencana Kerja dan Anggaran Biaya tahunan selama eksplorasi.

3. Persyaratan Finansial

  • Laporan Keuangan: Tiga tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik atau surat keterangan bagi perusahaan baru.
  • Surat Keterangan Fiskal: Sesuai dengan peraturan perpajakan.
  • Jaminan Kesungguhan Lelang: Uang tunai di bank pemerintah sebesar 10% dari nilai kompensasi data informasi.
  • Surat Pernyataan Pembayaran: Kesanggupan membayar nilai penawaran lelang dalam waktu 7 hari setelah pengumuman pemenang.

Tata Cara dan Persyaratan Izin Usaha Pertambangan (IUP)

IUP terdiri dari dua tahap kegiatan: eksplorasi dan operasi produksi. Berikut adalah detail untuk masing-masing tahap:

1. Tahap Eksplorasi

  • Kegiatan: Meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi kelayakan.
  • Persyaratan Administratif: Surat permohonan, nomor induk berusaha, dan daftar pemegang saham serta pemilik manfaat.
  • Persyaratan Teknis: Surat pernyataan dari ahli pertambangan atau geologi yang berpengalaman minimal 3 tahun.
  • Persyaratan Lingkungan: Surat pernyataan kesanggupan mematuhi peraturan perlindungan dan pengelolaan lingkungan.
  • Persyaratan Finansial: Bukti jaminan kesungguhan dan pembayaran kompensasi data hasil lelang.

2. Tahap Operasi Produksi

  • Kegiatan: Meliputi konstruksi, penambangan, pengolahan/pemurnian, pengembangan, pemanfaatan, serta pengangkutan dan penjualan.
  • Persyaratan Administratif: Surat permohonan peningkatan tahap kegiatan, nomor induk berusaha, dan daftar pemegang saham.
  • Persyaratan Teknis: Peta usulan WIUP, laporan eksplorasi, dan laporan studi kelayakan.
  • Persyaratan Lingkungan: Dokumen lingkungan hidup, persetujuan lingkungan, dan rencana reklamasi.
  • Persyaratan Finansial: Laporan keuangan, surat keterangan fiskal, dan bukti pelunasan iuran tetap.

Kesimpulan

Mendapatkan Izin Usaha Pertambangan di Indonesia memerlukan pemenuhan berbagai persyaratan administratif, teknis, lingkungan, dan finansial. Proses lelang untuk WIUP Mineral Logam dan Batubara memastikan bahwa hanya perusahaan yang memenuhi kriteria yang dapat memperoleh izin. Untuk memastikan Anda mematuhi semua peraturan dan mendapatkan IUP dengan lancar, Bima Shabartum Group adalah pilihan yang tepat. Sebagai Konsultan Tambang dan Lingkungan Terpercaya, BSG menawarkan bimbingan dan dukungan dalam seluruh proses perizinan pertambangan, dari pendaftaran lelang hingga kepatuhan terhadap peraturan lingkungan.

Penulis: Rohmah
Editor: Akhsan

ย 


Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id

#KonsultanTambangย #KonsultanPertambanganย #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidupย #KonsultanLingkunganย #BimaShabartumbimashabartum
#BimaShabartum