logo pt bima shabartum gemilang bsg
Studi Kelayakan Tambang: Pentingnya Kajian Hidrologi, Hidrogeologi, dan Air Asam Tambang

Studi kelayakan tambang merupakan langkah kritis dalam mengevaluasi kemungkinan eksploitasi sumber daya mineral dengan tetap mempertimbangkan aspek lingkungan dan keberlanjutan. Dalam mengikuti peraturan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 1827K/30/MEM/2018, PT Duta Bara Utama (Baramulti Group) Bersama tim PT Bima Shabartum Gemilang saat ini melakukan revisi Dokumen Studi Kelayakan Tambang untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengutamakan kepedulian terhadap lingkungan, dan melakukan beberapa perubahan internal. Dalam proses revisi ini, kajian pendukung penting seperti Hidrologi, Hidrogeologi, dan Kajian Air Asam Tambang menjadi sorotan utama bagi tim Bima Shabartum Gemilang yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan data lapangan dan menyusun laporan yang sesuai.

 

Kajian Hidrologi dalam Studi Kelayakan Tambang:

Kajian hidrologi merupakan tahap awal yang krusial dalam studi kelayakan tambang. Tim Bima Shabartum Gemilang telah melakukan pengambilan data lapangan dari Februari 2023 hingga Juni 2023 untuk mengidentifikasi aspek hidrologi. Data-data seperti lokasi sumber air, debit air, curah hujan, dan arah aliran air menjadi fokus utama dalam kajian ini. Hal ini bertujuan untuk memahami potensi dampak tambang terhadap pasokan air permukaan dan mengidentifikasi potensi risiko lingkungan yang mungkin timbul akibat aktivitas tambang.

 

Kajian Hidrogeologi dalam Studi Kelayakan Tambang:

Kajian hidrogeologi berfokus pada sistem air tanah dan menjadi langkah penting selanjutnya. Tim Bima Shabartum Gemilang melakukan analisis jenis dan jumlah akuifer, karakteristik hidrolik akuifer, arah aliran air tanah, dan pengukuran tinggi muka air tanah serta debit mata air dan/atau seepage. Informasi ini penting untuk memahami potensi dampak tambang terhadap sumber daya air bawah tanah, sehingga dapat diantisipasi dan dikelola dengan baik.

 

Kajian Air Asam Tambang:

Kajian air asam tambang merupakan aspek kritis dalam studi kelayakan tambang yang menyoroti potensi dampak lingkungan akibat reaksi batuan yang dapat menyebabkan pencemaran asam dan logam berat. Tim Bima Shabartum Gemilang telah melakukan pengambilan sampel batuan dari setiap lapisan lithologi untuk pengujian laboratorium guna mengidentifikasi material berpotensi asam/Potentially Acid Forming (PAF) dan material yang tidak berpotensi asam/Non Acid Forming (NAF). Selain itu, data ini akan dimanfaatkan dalam permodelan untuk menentukan jumlah volume material PAF atau NAF yang berpotensi menghasilkan air asam.

 

Kesimpulan:

Dalam menjalankan studi kelayakan tambang yang sesuai dengan peraturan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 1827K/30/MEM/2018, PT Duta Bara Utama (Baramulti Group) mengakui pentingnya kajian hidrologi, hidrogeologi, dan kajian air asam tambang. Tim Bima Shabartum Gemilang telah secara cermat mengumpulkan data lapangan mulai dari Februari 2023 hingga Juni 2023 untuk memahami aspek-aspek penting tersebut. Dengan demikian, langkah-langkah pengelolaan dan mitigasi dampak lingkungan yang tepat dapat diimplementasikan dalam pengembangan kapasitas produksi tambang demi keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.

 

Penulis : SR

Editor : ASO

NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *