logo pt bima shabartum gemilang bsg
Perhitungan Volume Tambang Overburden

Industri pertambangan batubara terus berkembang di Indonesia, dan PT Pendopo Energi Batubara telah berperan aktif dalam kegiatan penambangan di wilayah Desa Karta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Dalam mendukung kegiatan ini, PT Bima Shabartum Gemilang melakukan Kegiatan Survei Progress Perhitungan Volume Overburden dan Batubara. Selain itu, tim juga berfokus pada peningkatan akurasi dengan mengevaluasi devisiasi antara Total Station dan GNSS.

 

Perhitungan Volume dengan Metode Uji Petik:

PT Bima Shabartum Gemilang menggunakan metode uji petik untuk menghitung volume overburden dan batubara di lokasi penambangan. Metode ini adalah salah satu pendekatan terbaru dalam mengukur volume dengan efisiensi tinggi dan tingkat akurasi yang memadai. Dengan melakukan pengukuran secara acak pada beberapa titik tertentu di area penambangan, tim dapat mengestimasi volume material yang ada dengan tepat. Pendekatan ini memungkinkan penghematan waktu dan sumber daya, sambil tetap memberikan data yang andal untuk keputusan pengelolaan tambang yang lebih baik.

 

Penentuan Devisiasi Antara Total Station dan GNSS:

Selain perhitungan volume, PT Bima Shabartum Gemilang juga fokus pada evaluasi devisiasi antara Total Station dan GNSS (Global Navigation Satellite System). GNSS telah menjadi teknologi terkini yang memungkinkan pengukuran posisi dengan akurasi tinggi menggunakan sinyal satelit. Dengan memahami dan mengkoreksi devisiasi antara kedua perangkat ini, tim dapat meningkatkan ketepatan data yang dihasilkan. Hal ini penting dalam memastikan hasil survei yang lebih akurat, yang pada gilirannya dapat mengoptimalkan operasi penambangan dan pengelolaan yang efisien.

 

Manfaat Inovasi dalam Perhitungan Volume Tambang:

Penggunaan metode uji petik dan teknologi GNSS sebagai bagian dari kegiatan survei progress memiliki manfaat yang signifikan. Pertama, efisiensi waktu dan sumber daya meningkat karena tidak perlu melakukan pengukuran secara menyeluruh di seluruh lokasi penambangan. Kedua, akurasi perhitungan volume meningkat, memungkinkan pengelola tambang untuk membuat keputusan berdasarkan data yang lebih andal dan mendukung strategi operasional yang lebih efektif. Ketiga, pemahaman tentang devisiasi antara perangkat survei membantu dalam mengurangi kesalahan pengukuran dan meminimalkan potensi kerugian karena ketidakakuratan data.

 

Kesimpulan:

Dengan penggunaan metode uji petik dan fokus pada evaluasi devisiasi antara Total Station dan GNSS, PT Bima Shabartum Gemilang telah membawa inovasi dalam kegiatan survei progress perhitungan volume di PT Pendopo Energi Batubara. Inovasi ini membantu meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi data, yang sangat penting dalam pengelolaan tambang yang berkelanjutan dan efisien. Dengan terus menerapkan teknologi dan metode terkini, industri pertambangan batubara di Indonesia dapat terus maju menuju masa depan yang lebih cerah.

 

Penulis: SR

Editor: ASO

NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *