Proses pertambangan tidak bisa lepas dari penggunaan alat berat dengan jumlah yang tentu tidak sedikit. Keterlibatan alat berat ini sangat mempengaruhi bagaimana capaian produktivitas penambangan secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan setiap alat berat yang terlibat memiliki angka produktivitas masing-masing yang dipengaruhi oleh beberapa hal seperti kapasitas bawaan alat, cuaca, efisiensi penggunaan alat dan lainya.

Perbedaan-perbedaan kapasitas alat ini akan menghasilkan output produktivitas keseluruhan yang berbeda pula, karena itu pemilihan alat berat yang akan digunakan berdasarkan kapasitas bawaan yang dimilikinya sangatlah penting untuk memastikan produksi penambangan mencapai target yang diinginkan.

Pada dasarnya, kapasitas alat yang akan dipilih untuk digunakan akan mempengaruhi beberapa hal penting dalam bisnis pertambangan, seperti:

  1. Biaya Investasi, semakin besar kapasitas alat berat yang digunakan semakin mahal juga harganya, sehingga menjadikan biaya investasi awal cenderung semakin tinggi.
  2. Biaya Produksi (Modal Kerja), alat berat dengan kapasitas yang besar juga membtuhkan biaya operasional yang lebih besar. Biaya maintenance, bahan bakar, oli, sparepart hingga biaya operator pada alat berat dengan kapasitas yang besar cenderung lebih besar dibandiung dengan dengan alat berat dengan kapasitas yang lebih kecil.
  3. Cycle Time, alat gali muat dengan kapasitas yang besar cenderung memiliki nilai cycle time yang kecil, namun tentu hal ini juga masih dipengaruhi oleh volume vessel dari alat angkut yang digunakan.

Saat kajian tekno-ekonomi terkhusus pada saat perencanaan alat berat yang akan digunakan dan kapasitas alat yang dibutuhkan, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti:

  1. Kesepadanan Alat, pemilihan alat berat tentu harus menyesuaikan dengan alat berat lain yang digunakan. Misal, alat gali muat yang besar harus disepadankan dengan alat angkiut dengan volume vessel yang besar pula sehingga memiliki cycle time yang baik dan jumlah alat yang sepadan (match factor = 1)
  2. Jenis Pekerjaan, pekerjaan tertentu harus menggunakan alat dengan kapasitas kecil, seperti coal cleaning di area ekspose dan coal handling di stockpile.
  3. Area Kerja, kondisi dan luasan area kerja akan memengaruhi alat dengan kapasitas seberapa yang bisa optimal beroperasi. Area kerja ini juga dipengaruhi oleh kondisi singkapan seperti ketebalan dan lain-lain.
  4. Jenis Material Galian, mateial galian dengan kekerasan tertentu harus melibatkan alat gali muat dengan kapasitas kerja tertentu pula.
  5. Ground Pressure dan Daya Dukung Tanah, semakin besar nilai daya dukung tanah pada front kerja tambang maka kita dapat melibatkan alat berat dengan kapasitas yang lebih besar. Karena, jika ground pressure alat berat lebih besar dari daya dukung tanah, maka akan menjadikan mobilisasi alat berat tidak optimal.
  6. Target Produksi yang diinginkan, pada dasarnya setiap fleet alat kerja di tambang memiliki target produksi masing-masing. Target produksi ini disesuaikan dengan target produksi penambangan secara keseluruhan. Semakin besar kapasitas alat yang digunakan, maka semakin besar kemampuan produksi sebuah fleet alat penambangan.

Singkatnya, kapasitas alat memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pencapaian target produksi yang diinginkan. Semakin besar target produksi, mungkin akan melibatkan alat dengan kapasitas yang besar pula namun hal ini tetap harus memperhatikan aspek-aspek lain seperti keselamatan dan efisiensi kerja.

Penulis: Richie

Editor: AF

NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *