FAKTOR-FAKTOR PENTING DALAM PROSES PEMBATUBARAAN

Deflasi Februari 2026

Deflasi Februari 2026: Harga Pangan Turun, Sinyal Bahaya Daya Beli?

Angka inflasi tahunan mungkin terlihat “aman”, namun data bulanan menceritakan kisah yang berbeda. Awal Februari 2026 mencatatkan fenomena deflasi sebesar 0,15% (Month-to-Month), sebuah angka yang jarang terjadi di awal tahun.

Apakah ini kabar baik atau justru sinyal bahaya? Berikut bedah faktanya.

1. Kabar Baik: Panen Raya Tekan Harga Pangan

Secara teknis, penurunan harga ini didorong oleh keberhasilan sektor agraris. Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mengalami penurunan harga yang signifikan.

  • Pemicu: Suksesnya masa panen raya di sentra produksi utama seperti Jawa dan Sulawesi.
  • Dampak: Komoditas dapur utama seperti cabai, bawang, dan tomat kini tersedia melimpah dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

2. Sisi Gelap: Sinyal Pelemahan Daya Beli

Namun, para ekonom mengangkat bendera peringatan. Deflasi ini dicurigai bukan hanya karena stok melimpah, tetapi juga karena sisi permintaan yang melemah.

  • Daya Beli Tergerus: Deflasi ini bisa menjadi indikator kuat melemahnya daya beli masyarakat.
  • Menahan Belanja: Masyarakat cenderung menahan pengeluaran (saving mode) akibat ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.
  • Beban Biaya Jasa: Anggaran rumah tangga tersedot oleh kenaikan biaya jasa, khususnya tarif transportasi dan parkir yang melonjak di beberapa kota besar.

3. Sorotan Kebijakan: Evaluasi PPN 12%

Di tengah lesunya daya beli, kebijakan fiskal kembali menjadi sorotan. Diskusi mengenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% yang sudah berjalan sejak tahun lalu kembali memanas.

  • Efektivitas Dipertanyakan: Seiring dengan evaluasi pemerintah terhadap target penerimaan pajak kuartal I 2026, efektivitas kenaikan tarif ini mulai diperdebatkan. Apakah kenaikan ini justru kontraproduktif dengan menekan konsumsi masyarakat terlalu dalam?

Strategi Bisnis: Efisiensi Adalah Kunci

Dalam kondisi ekonomi di mana konsumen menahan belanja dan biaya operasional meningkat, perusahaan tidak boleh boros. Efisiensi dan optimalisasi aset menjadi satu-satunya jalan untuk menjaga margin.

Bima Shabartum Group siap membantu perusahaan Anda melakukan efisiensi operasional.

  • Sebagai Konsultan Tambang dan Lingkungan, kami membantu Anda merancang strategi produksi yang efisien biaya (cost-effective) di tengah ketidakpastian pasar.
  • Sebagai Kontraktor Tambang Terpercaya dan Terbaik di Indonesia, kami menjamin eksekusi proyek yang presisi tanpa pemborosan sumber daya.
  • Kami juga merupakan penyedia pelatihan private software pertambangan untuk meningkatkan skill tim Anda dalam menganalisis data dan mengambil keputusan bisnis yang akurat.

📞 Hubungi Kami Sekarang: 🌐 Website: www.bimashabartum.co.id 📧 Email: admin.palembang@bimashabartum.co.id 📱 WhatsApp: +62823-7472-2113

 

 

Mengawal Kepatuhan Lingkungan PT Pendopo Energi Batubara Melalui Pemantauan RKL-RPL Semester II

Proyek £21 Miliar Terancam Batal

Proyek £21 Miliar Terancam Batal: Pelajaran Penting dari Konflik Sosial Tambang Emas Omagh Berapa pun besarnya nilai investasi sebuah proyek pertambangan, semuanya bisa runtuh jika

Read More »

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *