Site Visit dan Pengambilan Sampel Air Asam Tambang di PT Baramutiara Prima, Sungai Lilin, Musi Banyuasin
Kegiatan pengambilan sampel air asam tambang merupakan salah satu langkah penting dalam proses pemantauan lingkungan di area pertambangan. Kegiatan ini dilakukan untuk menganalisis potensi dampak negatif dari air asam tambang (AAT) yang dihasilkan dari aktivitas tambang. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih detail mengenai kegiatan site visit dan pengambilan sampel air asam tambang yang dilakukan di PT Baramutiara Prima, Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Pengertian Air Asam Tambang (AAT)
Air asam tambang merupakan air yang terbentuk sebagai hasil reaksi antara mineral sulfida yang ada di dalam batuan dengan udara dan air, yang kemudian menghasilkan senyawa asam. Proses ini umum terjadi di area pertambangan, terutama pada tambang batu bara. Air asam tambang dapat berdampak buruk pada lingkungan, terutama pada kualitas air permukaan dan air tanah.
Kegiatan Site Visit PT Baramutiara Prima
Pada kegiatan site visit yang dilakukan oleh tim dari PT Baramutiara Prima, tujuan utamanya adalah pengambilan sampel air asam tambang untuk diuji lebih lanjut di laboratorium. Pengambilan sampel ini mencakup beberapa parameter penting yang berkaitan dengan kualitas air dan potensi asiditas dari tambang tersebut. Beberapa parameter yang dianalisis meliputi:
- Sulfur (%): Kandungan sulfur dalam batuan yang dapat mempengaruhi pembentukan AAT.
- MPA (Maximum Potential Acidity): Parameter yang mengukur potensi maksimum keasaman yang dapat dihasilkan dari proses oksidasi mineral sulfida.
- ANC (Acid Neutralizing Capacity): Kapasitas batuan dalam menetralkan asam yang terbentuk.
- NAPP (Net Acid Producing Potential): Potensi bersih dari batuan untuk menghasilkan asam.
- NAG (Net Acid Generation): Parameter yang mengukur kemampuan batuan untuk menghasilkan asam dalam kondisi tertentu.
Proses Analisis Sampel Air Asam Tambang
Setelah pengambilan sampel, dilakukan serangkaian uji laboratorium untuk mengevaluasi kualitas dan potensi keasaman dari air tambang. Beberapa jenis uji yang dilakukan meliputi:
- NAG (Ph Overnight): Uji ini mengukur nilai pH dari air yang dibiarkan selama satu malam untuk melihat perubahan tingkat keasaman.
- NAG pada pH 4,5 dan 7,0: Pengukuran pH air tambang pada dua tingkat keasaman yang berbeda, guna mendapatkan gambaran lengkap tentang potensi asiditas.
- Field NAG Type (PAF/NAF/UNC): Penggolongan air tambang berdasarkan kemampuannya untuk menghasilkan asam, yakni PAF (Potentially Acid Forming), NAF (Non-Acid Forming), atau UNC (Uncertain).
Pentingnya Pengujian Air Asam Tambang
Pengujian dan pemantauan air asam tambang sangat penting untuk mencegah dampak buruk terhadap lingkungan. Jika tidak dikelola dengan baik, air asam tambang dapat mencemari air sungai, danau, dan bahkan sumur warga, yang pada akhirnya mengganggu ekosistem dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, pemantauan rutin melalui pengambilan sampel seperti yang dilakukan oleh PT Baramutiara Prima menjadi langkah vital dalam menjaga keberlanjutan operasi pertambangan yang ramah lingkungan.
Kesimpulan
Pengambilan sampel dan pengujian air asam tambang di PT Baramutiara Prima merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa dampak lingkungan dari kegiatan pertambangan dapat diminimalisir. Proses ini mencakup analisis berbagai parameter yang berkaitan dengan potensi keasaman dari air tambang, yang kemudian menjadi dasar bagi langkah mitigasi lebih lanjut.
Untuk hasil yang lebih optimal dalam pengelolaan air asam tambang, perusahaan pertambangan dapat berkonsultasi dengan pihak profesional. Bima Shabartum Group, sebagai konsultan tambang dan lingkungan terpercaya, siap membantu perusahaan dalam menganalisis dan mengelola dampak lingkungan dari kegiatan tambang.
Untuk layanan dan jasa konsultan tambang dan lingkungan hubungi kami di
Telpon : 0711-411407
WhatsApp : +62823-7472-2113
Email : admin.palembang@bimashabartum.co.id
Website : bimashabartum.co.id
#KonsultanTambang #KonsultanPertambangan #KonsultanLingkungan
#LingkunganHidup #KonsultanLingkungan #BimaShabartum
#Webinar #TeknologiKimia

Strategi Menghindari Gagal Verifikasi Pertek Lingkungan di OSS
Verifikasi Gagal Berarti Proyek Tertahan Bagi pelaku usaha, status “gagal verifikasi” atau “pending” pada permohonan Persetujuan Teknis (Pertek) di sistem OSS bukan sekadar catatan administratif—ini

Cara Mudah Mengurus Rincian Teknis (Rintek) Penyimpanan Limbah B3 di Perusahaan
Rintek: Pengganti Izin TPS Limbah B3 yang Wajib Dipahami Setiap perusahaan yang menghasilkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dalam kegiatan operasionalnya—baik dari proses produksi,
 📧 Email: admin.palembang@bimashabartum.co.id 📱 WhatsApp: +62823-7472-2113 --- ## Ide Prompt Generative AI (untuk Ilustrasi Artikel) 1. "Fotografi realistis pabrik baru dalam tahap commissioning dengan cerobong dan instalasi pengolahan air limbah, siang hari, gaya dokumentasi industri" 2. "Infografis alur proses pengurusan Pertek dari penapisan mandiri hingga penerbitan, gaya flat design biru-hijau korporat" 3. "Foto tim konsultan lingkungan mendiskusikan desain sistem IPAL di atas gambar teknik, gaya fotografi bisnis profesional" 4. "Ilustrasi timeline perbandingan proses Pertek sebelum dan sesudah skema pengajuan paralel, gaya infografis minimalis" 5. "Foto petugas mengambil sampel air limbah di outlet IPAL pabrik baru untuk kajian teknis, gaya jurnalistik industri realistis"](https://bimashabartum.co.id/wp-content/uploads/2026/09/3e21afc3-b5fd-4381-9df4-abb6e396dbf3-300x300.jpg)
Jasa Pembuatan Pertek Emisi dan Air Limbah Cepat untuk Pabrik Baru
Mengapa Kecepatan Pengurusan Pertek Menentukan Jadwal Operasional Pabrik Bagi investor dan pengembang yang tengah membangun pabrik baru, Persetujuan Teknis (Pertek) Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah
 📧 Email: admin.palembang@bimashabartum.co.id 📱 WhatsApp: +62823-7472-2113 --- ## Ide Prompt Generative AI (untuk Ilustrasi Artikel) 1. "Fotografi realistis petugas kesehatan lingkungan memilah limbah medis ke dalam wadah berkode warna di ruang rawat inap, gaya dokumentasi rumah sakit" 2. "Foto TPS B3 rumah sakit dengan wadah safety box dan drum limbah tersusun rapi, pencahayaan interior, gaya fotografi fasilitas kesehatan" 3. "Infografis alur pengelolaan limbah B3 rumah sakit dari pemilahan hingga pengolahan akhir dengan ikon sederhana, gaya flat design biru-merah medis" 4. "Ilustrasi teknis mesin insinerator dan autoklaf untuk pengolahan limbah medis, gaya infografis teknik dengan label komponen" 5. "Foto petugas mengoperasikan aplikasi manifest elektronik (Festronik) di tablet saat serah terima limbah B3 ke kendaraan pengangkut, gaya jurnalistik korporat"](https://bimashabartum.co.id/wp-content/uploads/2026/09/3c22295b-e543-41f4-8a18-53b658576ad1-300x300.jpg)
Panduan Pengelolaan Limbah Medis dan B3 Rumah Sakit Sesuai Standar Kemenkes-KLHK
Dua Regulator, Satu Tanggung Jawab Bersama Pengelolaan limbah medis dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di rumah sakit merupakan salah satu area kepatuhan yang paling

Add a Comment