Pentingnya Pemantuan Lereng Tambang dan Metode-metodenya

Pemantauan Lereng (Monitoring Lereng) merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengawasi dan memperbarui kondisi lereng baik secara real-time ataupun periodik dalam mencapai optimasi penambangan atau aspek keselamatan kerja (Safety Factor).

Monitoring Lereng dalam Pertambangan menjadi concern utama dalam menjaga keselamatan tambang. Secara geoteknik, monitoring lereng adalah mengawasi dan mengecek berkala serta melakukan maintenance sudut lereng (slope) dan aspek geologi yang mempengaruhinya.

Pemantauan lereng menjadi salah satu aspek yang menentukan dalam optimasi produksi pertambangan, perencanaan sistem penambangan, peringatan dini kestabilan lereng dan analisis risiko keselamatan kerja. Kegagalan dalam desain atau perhitungan lereng menjadi salah faktor yang menyebabkan longsor. Hal ini yang perlu dievaluasi dan secara bertahap di maintenance untuk meminimalisir risiko atau geohazard tersebut.

Beberapa penyebab kelongsoran di lereng tambang yaitu desain lereng, kondisi geologi lereng (struktur geologi), karakteristik material (jenis litologi, laju pelapukan (strength characteristic batuan), hidrologi (air tanah, seepage, rembesan), dan aktivitas tambang (blasting, pembebanan material, kedalaman galian).

Beberapa metode yang digunakan dalam proses pemantauan lereng yaitu

  1. Monitoring langsung, menggunakan alat survei berupa total station pada titik atau zonasi yang berpotensi risiko ketidakstabilan lereng secara real-time.
  2. Prisma, merupakan metode yang memberikan data pergerakan vertikal maupun horizontal yang menghasilkan total vector, relatif pergerakan, dan laju pergerakan lereng dari setiap waktu pengambilan data. Salah satu alat dalam pengambilan data tersebut menggunakan Robotic Total Station, inclinometer, crackmeter, & Slope Stability Radar (SSR)
  3. Analisis permodelan numerik yaitu finnite element method, digunakan dalam mengevaluasi nilai faktor keamanan atau probabilitas terjadinya keruntuhan dari longsoran permukaan busur atau non busur pada lereng batuan.
  4. GroundProbe Slope Stability Radar (SSR) merupakan salah satu teknologi dalam pemantauan lereng yang terintegrasi secara real time mampu memberikan informasi akurat mengenai perubahan perilaku batuan sebagai indikasi peringatan terjadinya longsor.

Perusahaan pertambangan, dalam beberapa kasus dan kondisi tertentu tidak terlalu memperhatikan kondisi lereng tambang mereka. Hal ini terjadi dengan alasan biaya dan kurangnya sumber daya tim yang mampu melakukan perhitungan dan monitoring lereng. Namun dengan hadirnya konsultan pertambangan, biaya pemantauan dan kajian teknis lereng bisa menjadi lebih murah dan perushaan tidak perlu menambah sumber daya manusia baru dalam timnya. Bima Shabartum merupakan salah satu contoh konsultan tambang yang bisa dipercaya dalam hal ini, selain memiliki jasa kajian teknis geoteknik dan pemantauan lereng perusahaan konsultan terlengkap ini juga menjual dan menyewa peralatan pemantauan lereng.

SIBIMA SERIES 25 MONITORING LERENG

DAFTAR DISINI

 

 

Penulis: Wahidin

Editor: Akhsan

 

NEWS

4 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published.