Pahami Perubahan Aturan Eksplorasi Ini, Ada Sanksi Fata

Dalam rangka mengelola Ketahanan Cadangan Mineral dan Batubara Negara, Pemerintah melalui UU No 3 Tahun 2020 dan PP Nomor 96 Tahun 2021, menetapkan kewajiban baru bagi pengusaha pertambangan mineral dan batubara. Kewajiban baru ini berupa pelaksanaan eksplorasi lanjutan yang wajib dilaksanakan setiap tahun bagi perusahaan pertambangan yang sudah memegang IUP OP (Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi). Eksplorasi lanjutan ini situjukan untuk kegiatan penemuan cadangan baru pada Wilayah IUP yang sedang dilakukan Operasi Produksi oleh perusahaan pertambangan.

Dalam aturan ini, perusahaan pemegang IUP OP wajib mengalokasikan anggaran eksplorasi lanjutan ini setiap tahunnya sebagai dana ketahanan cadangan Mineral dan Batubara. Besaran dana ketahanan cadangan Mineral dan Batubara diusulkan dalam RKAB Tahunan perusahaan. Sedangkan laporan pelaksanaan eksplorasi lanjutan ini juga wajib disampaikan bersamaan dengan penyampaian realisasi RKAB tahunan untuk disetujui oleh Kementrian ESDM atau Dinas terkait sesuai dengan kewenanganya.

Namun kewajiban pelaksanaan eksplorasi lanjutan tahunan ini tidak perlu dilakukan bagi perusahaan pertambangan yang wilayah IUP-nya sudah sepenuhnya tereksplorasi. Status wilayah IUP yang sudah sepenuhnya tereksplorasi merupakan hasil dari evaluasi Menteri melalui KESDM.

Adapun sanksi yang mungkin akan diterapkan kepada perusahaan pertambangan yang tidak melaksanakan kewajiban eksplrorasi lanjutan ini adalah tidak diterimanya realisasi RKAB tahunan perusahaan yang kemudian bisa berakibat kepada perusahaan tidak dapat beroperasi.

Namun tidak dapat disangkal bahwa peraturan baru ini cukup memberatkan bagi perusahaan tambang, hal ini dikarenakan munculnya cost baru bagi perusahaan untuk investasi peralatan pengeboran eksplorasi dan lainnya. Selain itu, bagi perusahaan yang belum memiliki SDM yang mumpuni dalam hal eksplorasi juga akan cukup kesulitan menjalankan kewajiban eksplorasi lanjutan setiap tahun ini.

Sebetulnya, bagi perusahaan yang memiliki kendala seperti ini juga tidak perlu takut, karena saat ini sudah tersedia beberapa perusahaan jasa pengeboran eksplorasi. Salah satu perusahaan konsultan pertambangan terlengkap dan terpercaya, Bima Shabartum menyediakan jasa eksplorasi lanjutan mulai dari survei dan pemetaan hingga pengeboran geoteknik dan logging geofisika. Bima Shabartum juga menyediakan penyusunan laporan hasil eksplorasi sesuai dengan format standar dari KESDM, sehingga laporan hasil eksplorasinya sudah pasti bisa diterima.

Dengan demikian perusahaan pertambangan tidak perlu melakukan investasi baru untuk memenuhi kewajiban baru ini. Bima Shabartum sebagai perusahaan konsultan pertambangan yang telah terdafar resmi di KESDM memang hadir untuk membantu perusahaan-perusahaan pertambagan dalam memenuhi kewajiban mereka.

Penulis: Januar

Editor: Akhsan

 

NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *