Apa Itu Laporan Eksplorasi dan Jenis-jenisnya

Laporan eksplorasi adalah laporan hasil kegiatan teknis berupa penyelidikan umum dan prospeksi untuk mengetahui kondisi geologi regional ataupun indikasi dan dimensi cebakan mineral serta batuan. Prospek tersebut akan dinput menjadi sumber daya baik secara tertunjuk dan tereka, baik melalui survei pemetaan geologi, test pit, ataupun kegiatan pengeboran.

Dalam pertambangan, eksplorasi terbagi menjadi dua jenis yaitu eksplorasi pendahuluan dan eksplorasi detail. Eksplorasi detail akan dilanjutkan ketika hasil laporan eksplorasi pendahuluan dinilai telah memenuhi dan layak ditingkatkan ke tahap lanjutan baik secara prospeksi dan indikasi cebakan.

Eksplorasi pendahuluan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui gambaran kondisi geologi suatu cebakan berdasarkan indikasi sebaran, prediksi awal dimensi ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitasnya. Beberapa kegiatan seperti survei, pemetaan geologi, outcrop sampling (pengambilan sample bahan galian yang tampak ke permukaan), dan pengeboran awal. Eksplorasi pendahuluan cenderung menggunakan biaya yang minim, karena pada fase ini perusahaan belum mengetahui secara pasti potensi sumberdaya pada lokasi eksplorasi.

Sedangkan eksplorasi detail adalah eksplorasi lanjutan yang berdasar dari dokumen laporan eksplorasi pendahuluan dan bertujuan memperoleh informasi secara komprehensif tentang lokasi serta dimensi detail atau kualitas cebakan. Kegiatan ini terdiri dari pengeboran detail (dengan jarak antar lubang bor yang lebih rapat) dan core sampling (pengambilan sample pengeboran). Biasanya juga akan diiringi dengan pengeboran geoteknik dan logging geofisika, yang datanya nanti bisa digunakan untuk penentuan sumberdaya dan cadangan. Pada fase ini perusahaan ingin lebih memastikan lokasi dan kualitas suatu cebakan, sehingga didapat data apakah proses eksploitasi bisa menguntungkan atau tidak.

Dokumen laporan eksplorasi detail ini sangat penting untuk proses pertambangan berikutnya, misalnya dalam penyusunan dokumen tekno ekonomi (merupakan salah satu dari dua dokumen dalam Feasibility Study) wajib menggunakan data laporan eksplorasi detail yang sudah direview dan disetujui oleh CPI (Competent Person Indonesia). Selain itu, data geoteknik yang didapat dari eksplorasi detail ini juga akan menjadi acuan dalam pembuatan rencana penambangan.

Selain itu, eksplorasi lanjutan yang wajib dilaksanakan setiap tahun oleh perusahaan penambang juga harus disampaikan dalam bentuk dokumen laporan eksplorasi yang wajib diserahkan kepada KESDM bersamaan dengan realisiasi RKAB tahunan perusahaan.

Bima Shabartum Group sebagai perusahaan jasa pertambangan terpercaya dan terlengkap juga menyediakan jasa eksplorasi, mulai dari survei dan pemetaan hingga pengeboran geoteknik dan logging. Bima Shabartum dalam melaksanakan jasa-jasa ini telah termasuk dalam penyusunan dokumen laporan yang sudah sesuai dengan format standar dari KESDM, sehingga laporan sudah pasti bisa diterima.

Penulis: Wahidin

Editor: Akhsan

 

NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *