logo pt bima shabartum gemilang bsg
Rumus Perhitungan Geometri Lubang Ledak
  1. Burden (B)

B = (Kb x De) / 12

 

Ket.

B          = Burden (Ft)

De       = Diameter lubang ledak (inch)

Kb       = Nisbah burden yang telah dikoreksi

            = Kbstd x AF1 x AF2

Kbstd   = Nisbah burden standar (30)

AF1      = Faktor penyesuaian terhadap bahan peledak

 

Sg       = Spesific gravity bahan peledak yang dipakai

Ve       = Kecepatan ledak bahan peledak yang dipakai (Ft/s)

Sgstd  = Spesific gravity bahan peledak standar (1,2)

Vstd    = Kecepatan ledak bahan peledak standar (12.000 Ft/s)

AF2      = Faktor penyesuaian kerapatan batuan

 

SGstd = Kerapatan batuan standar (160 Lb/Cuft)

SG       = Kerapatan batuan yang diledakkan (Lb/Cuft)

 

  1. Spasi (S)

S = Ks x B

 

Ket.

S   = Spacing (m)

Ks = Spacing ratio, mempunyai nilai antara 1-2

 

  1. Stemming (T)

T = Kt x B

 

Ket.

T   = Stemming (m)

Kt = Stemming ratio, bernilai antara 0,7 – 1

 

  1. Subdrilling (J)

J = Kj x B

 

Ket.

J  = Subdrilling (m)

Kj = Subdrilling ratio, dengan nilai antara 0,2 – 0,4x

 

  1. Kedalaman lubang ledak (H)

H = Kh x B

 

Ket.

H   = Kedalaman lubang ledak (m)

Kh = Hole depth ratio, bernilai antara 1,5 – 4,0

 

  1. Panjang kolom isian (Pc)

Pc = L – T

 

Ket.

Pc = Power charge (m)

L    = Tinggi lubang ledak (m)

T    = Tinggi stemming (m)

 

  1. Tinggi Jenjang (L)

L = 5 x De

 

Ket.

L    = Tinggi jenjang minimum (ft)

De = Diameter lubang ledak (inchi)

 

  1. Powder Factor

PF = n x E/W

 

Ket.

Pf  = Powder factor (kg/m3)

W  = Volume material yang diledakkan (m3)

E   = Berat bahan peledak setiap lubang ledak (kg)

n   = Jumlah lubang ledak

NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *