logo pt bima shabartum gemilang bsg
perbedaan delh dan dplh muatan dan fungsi konsultan tambang indonesia terpercaya terbaik terbesar

Memahami Perbedaan DELH dan DPLH: Panduan Lengkap

DELH dan DPLH merupakan dua dokumen penting dalam pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Kedua dokumen ini bertujuan untuk memastikan bahwa usaha dan/atau kegiatan yang dilakukan tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan hidup.

Namun, terdapat perbedaan mendasar antara DELH dan DPLH dalam hal muatan dan fungsinya. Berikut penjelasan lengkapnya:

DELH (Dokumen Evaluasi LINGKUNGAN HIDUP)

Kita menyusun DELH untuk usaha dan/atau kegiatan yang telah berjalan penuh atau masih dalam tahap konstruksi dan belum memiliki dokumen lingkungan berupa AMDAL. DELH paling sedikit memuat:

  • Pendahuluan: Kita menjelaskan latar belakang, tujuan, dan ruang lingkup penyusunan DELH.
  • Usaha dan/atau Kegiatan yang Telah Berjalan: Kita mendeskripsikan secara detail jenis usaha dan/atau kegiatan, lokasi, dan luas area yang digunakan.
  • Evaluasi Dampak Lingkungan Hidup: Kita mengidentifikasi, menganalisis, dan menilai dampak negatif yang ditimbulkan oleh usaha dan/atau kegiatan terhadap lingkungan hidup.
  • Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup: Kita menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengelola dan memantau dampak lingkungan hidup dari usaha dan/atau kegiatan.

DPLH (Dokumen Pernyataan Pengelolaan Lingkungan Hidup)

Kita menyusun DPLH untuk usaha dan/atau kegiatan yang telah berjalan penuh atau masih dalam tahap konstruksi dan belum memiliki dokumen lingkungan berupa UKL-UPL. DPLH paling sedikit memuat:

  • Identitas Penanggung Jawab Usaha dan/atau Kegiatan: Kita menjelaskan identitas lengkap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan.
  • Usaha dan/atau Kegiatan yang Telah Berjalan: Kita mendeskripsikan secara detail jenis usaha dan/atau kegiatan, lokasi, dan luas area yang digunakan.
  • Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup: Kita menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil untuk mengelola dampak lingkungan hidup dari usaha dan/atau kegiatan.
  • Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup: Kita menjelaskan rencana pemantauan yang akan dilakukan untuk memastikan efektivitas pengelolaan lingkungan hidup.
  • Surat Pernyataan: Penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan menyatakan kesanggupan untuk melaksanakan upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup.
  • Daftar Pustaka: Kita mencantumkan daftar sumber informasi yang digunakan dalam penyusunan DPLH.
  • Lampiran: Kita menambahkan dokumen pendukung lainnya, seperti peta lokasi, data pemantauan lingkungan hidup, dan izin usaha.

Persamaan DELH dan DPLH:

  • Tujuan: Kita memastikan usaha dan/atau kegiatan tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan hidup.
  • Sifat Dokumen: Kita menyusun dokumen ini sebagai dokumen wajib yang harus dimiliki oleh usaha dan/atau kegiatan tertentu.
  • Proses Persetujuan: Kita memerlukan persetujuan DELH atau DPLH sebagai prasyarat untuk mendapatkan Perizinan Berusaha atau Persetujuan Pemerintah.

Kesimpulan:

Kita memahami bahwa DELH dan DPLH merupakan dua instrumen penting dalam pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Memahami perbedaan dan persamaan antara keduanya sangat penting bagi pelaku usaha dan/atau kegiatan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Catatan:

Informasi di atas hanya bersifat informatif. Kita harus selalu merujuk pada peraturan dan perundang-undangan yang terbaru untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.yang akurat dan terkini.

Sumber:

share to

NEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *